
Mike duduk dengan tak tenang, entah apalagi kesalahan nya kali ini. Ruangan yang paling dia hindari untuk di masuki, kini malah membuat nya harus duduk tanpa penjelasan.
Keyra sengaja mendiamkan Mike, dia tau seberapa sebal nya pria itu padanya.
"Maaf, dokter Keyra." Mike berucap dengan nada yang sangat gugup, bagaimana pun, di depannya ini adalah direktur sekaligus pemilik rumah sakit tersebut. Salah sedikit arah pembicaraan nya, maka karirnya selesai. "Apa kah saya membuat sesuatu yang salah belakang ini? maksud saya, apakah ada kinerja saya yang di keluhkan oleh para pasien serta keluarga nya?" Susah payah Mike menyelesaikan kalimat tanya yang sudah berkeliaran di benaknya, sejak dirinya di panggil melalui suster asisten nya.
Keyra menatap Mike dengan wajah datar, selalu seperti itu. Mike benar-benar yakin, jika wanita cantik di depannya itu menyimpan dendam kesumat padanya. Mendadak aura ruangan sang direktur menjadi terasa mencekam bagi Mike.
"Apa kau merasa telah melakukan Kesalahan?" Keyra membalikkan pertanyaan Mike dengan begitu santai. Mike langsung kicep, ingin jawab tidak, maka dia merasa jumawa, ingin bilang iya, maka nasib karirnya di pertaruhkan.
"Kenapa kau diam? apa ada Kesalahan mu yang coba kau ingat-ingat kembali?" Pancing Keyra mencoba mempermainkan emosi Mike. Benar saja, Mike terlihat langsung panik. Mimik wajahnya pias, pria itu berpikir keras akan kesalahannya. Kesalahan mana yang pernah di perbuat, selain melenyapkan wanita yang di cintai nya meski secara tidak sengaja.
"Bisa anda jelas kan langsung, dokter Keyra. Saya tidak tau, sudah berapa banyak kesalahan yang sudah saya perbuat selama saya bekerja di sini. Untuk itu, saya mohon, katakan saja secara lugas, agar saya bisa memperbaiki diri juga kinerja saya ke depannya. Saya bukan cenayang" Mike menarik nafas dalam-dalam, pria itu bahkan hampir saja lupa, bagaiamana cara mengelola pernapasan nya.
Keyra menatap lamat-lamat, manik Mike yang juga kini tengah menatap nya penuh rasa penasaran.
"Kesalahanmu hanya satu" kini giliran Keyra yang menarik nafas panjang, matanya masih fokus pada Mike. Itulah nilai plus seorang Keyra, wanita yang pantang menunduk kan kepalanya ketika menghadapi lawan bicara.
Mike semakin cemas mendengar kalimat singkat tersebut. Namun sebisa mungkin Mike bersikap setenang mungkin.
"Kau terlalu banyak tebar pesona pada para suster dan keluarga pasien. Aku mendengar banyak keluhan tentang mu, baik dari para perawat pria yang merasa tersaingi, juga dari para kerabat pasien yang mengeluh kan, jika wanita mereka terjerat pesona buaya lapuk. Dan itu adalah dirimu." Mike melongo mendengar penuturan sang direktur, sejak tadi dia berusaha menormalkan debar jantung nya agar tetap bekerja dengan baik. Kini malah di buat tercengang, apa katanya, buaya lapuk. Astaga! ingin sekali Mike menyumpal mulut mungil wanita didepannya itu. Sayangnya, Mike masih sangat menyayangi jiwa raga juga roh nya.
__ADS_1
"Jadi? apa menurutmu. laporan itu patut aku tindak lanjuti?" Mike melebarkan kedua matanya, direktur ini sungguh keterlaluan. Bukan salahnya jika banyak wanita yang menyukai nya, bahkan diam-diam selalu mengirimkan pesan padanya juga makanan yang mereka buat. Bukankah itu masalah yang sangat sepele? kenapa dia harus di sidang layaknya terdakwa?
Mike berdehem, untuk memulai mengatur kata-kata yang dapat menyelamatkan ketenangan jiwa nya.
"Begini, dokter Keyra. Seperti yang anda tau, saya adalah pria singel. Tentang banyaknya laporan mengenai keberatan para pria karena merasa tersaingi atau bahkan terganggu oleh pesona saya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin ketampanan saya jauh melampaui ekspektasi para wanita mereka, hingga akhirnya nya mereka cenderung lebih tertarik pada saya, ketimbang pasangan mereka masing-masing." Entah keberanian dari mana, Mike begitu percaya diri, mengagungkan diri dengan sangat jumawa di hadapan sang direktur.
Mike menegakkan duduknya yang sejak tadi sedikit membungkuk, karena fokusnya lebih banyak ke bawah meja kerja Keyra. Entah apa yang menarik di bawah sana. Namun kini, Mike mengatur posisi nya agar terlihat cool di depan sang direktur.
Keyra memperhatikan bagaimana Mike kini mulai kembali percaya diri. Detik berikutnya, tawa Keyra menggelegar memenuhi ruangan tersebut. Perutnya sampai terasa keram, sudut matanya basah karena tertawa terlalu banyak. Mike tertegun, ini adalah tawa pertama yang Mike lihat secara langsung. Biasanya wanita itu akan bersikap datar dan dingin padanya. Namun akan lebih banyak tersenyum pada para pasien.
Mike terpesona, ya, jiwa jomblonya mulai meronta-ronta tidak karuan.
Keyra menyudahi tawanya, kemudian meneguk air hingga tak bersisa.
Mike terlihat cengo, mendengar kalimat ganjil yang di ucapkan sang direktur. Apa dia tengah di prank atau bagaimana? mendadak Mike gugup dan malu. Pria itu terlihat salah tingkah, keangkuhan nya tadi menguap entah kemana. Mike menggaruk tengkuknya yang sedikit gatal, gatak karena keringat dingin yang mulai mengalir dari kepalanya.
"Apa ada kata-kataku yang terdengar lucu, dokter Keyra?" Mike memberanikan diri untuk memperjelas situasi yang di hadapi nya saat ini.
"Tidak, Mike. Aku hanya sedang mengerjaimu. Dan ya, aku terhibur. Terimakasih banyak. Kau boleh keluar sekarang, silahkan mampir ke UGD, kau perlu memeriksa kesehatan jantung mu. Masukkan tagihan mu atas namaku, kau sudah menghibur ku, jadi anggap saja itu kompensasi untuk mu." Keyra berucap tanpa rasa bersalah sedikitpun, wanita itu terkekeh pelan melihat wajah jengkel Mike. Seperti bayi baru lahir, bersih tanpa noda dosa, Keyra mengusir Mike dari ruangan nya tanpa beban.
"Kau?" Mike kehabisan kata-kata. Bagaimana bisa, wanita sekelas Keyra bisa membuat leluncon yang bisa saja membuat seseorang terserang stroke saat itu juga.
__ADS_1
"Ya? aku kenapa? kau pasti speechless, bukan? tidak perlu memberi ku pujian. Di keluarga ku, aku di panggil si mulut beracun. Jadi, kusarankan untuk tidak berdebat denganku. Kau tidak akan menang." Tatapan Keyra berubah sendu. Saat ini, dirinya sedang banyak mengalami goncangan. Entah kenapa, Mike menjadi pilihan yang tepat untuk di jadikan leluncon. Meski dia tau, itu tidak lah baik, bahkan sangat jahat. Tapi Keyra hanya manusia biasa, ada kalanya dia rapuh di tengah ketegaran nya. Mike hanya orang yang kebetulan terlintas dipikiran nya saat itu.
Dia tidak punya dendam apapun pada pria itu, terlepas dari kesalahan masa lalu Mike. Dia tidak ingin ikut campur.
"Maaf" ujar Keyra tulus, dia merasa bersalah sekarang. Perubahan raut wajah Mike menjelaskan, jika pria itu sedang menahan kemarahan padanya. Lagi pula siapa yang tidak kesal, jika di permainkan sedemikian rupa.
"Aku tidak bermaksud mengerjaimu. Soal apa yang ku katakan tadi, itu benar adanya. Ada beberapa keluhan yang ku dengar tentang mu, meski tidak langsung padaku. Setiap aku kekantin, kau selalu menjadi topik hangat pria maupun wanita. Kadang aku berpikir, apa kau mulai berbelok arah. Mengingat usiamu yang matang, dan kau belum menikah. Itu hanya perspektif, tidak perlu dipikirkan. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf, aku tertawa karena mendengar kelantanganmu yang begitu penuh rasa percaya diri." Keyra menghela nafas dalam-dalam, sejenak terlihat berpikir akan berkata apa lagi.
Mike hanya menatap nanar wanita di hadapannya dengan tatapan sulit di tebak. Mike menyadari satu hal, wanita yang dia anggap angkuh, dingin, dan diktator itu. Sebenarnya menyimpan banyak masalah yang rumit, sifatnya hanyalah kamuflase, agar kelemahan nya tertutupi.
"Aku memaafkanmu, dengan satu syarat." Mike menimbang apa yang akan dia katakan. "Berkencanlah sepotong hari ini denganku" Keyra terbelalak mendengar ucapan Mike, namun sesegara mungkin, dia menetralkan rona wajahnya.
Keyra berdehem pelan, kemudian menatap nerta pria yang sudah berani mengajak nya berkencan. "Biaya kencan dengan ku sangat lah mahal, aku takut kau tidak akan sanggup, bahkan untuk membayar satu menit waktu ku, kau mungkin akan langsung meminta di kubur hidup-hidup dengan segera." Ujar Keyra setenang mungkin.
Mike merasa tertantang sekaligus penasaran "berapa pun tarif berkencan denganmu, akan aku usahakan." Jawab Mike lugas tanpa keraguan sedikitpun.
Keyra tersenyum misterius "satu menit waktuku, biasa di hargai 1 tahun gajimu. Suamiku selalu memberiku bonus tambahan, hanya untuk senyuman ku. Aku sungguh tidak ingin kehilangan dokter spesialis baru di bidangmu, aku ini perhitungan."
Mike terdiam mendengar perkataan Keyra, jika semahal itu, maka dia lebih memilih untuk bekerja lembur selama satu Minggu penuh. Dan berharap Tuhan menjauh kan dari makhluk di hadapannya ini.
Seketika Keyra Kembali tertawa renyah, kali ini arah pandangan nya terlihat memutar ke arah belakang Mike. Membuat Mike juga ikut menoleh, dan betapa terkejutnya Mike saat melihat siapa yang ada tepat di belakang kursinya.
__ADS_1
∆Siapakah beliau?