
"Lalu kau mau apa dariku? Aku bukan Keenan yang selalu kau puja itu. Aku adalah aku, kami jelas berbeda. Jika Keenan yang selama ini selalu dekat dengan mu, bisa meninggalkan mu tanpa perasaan. Lalu bagaimana denganku, kita tidak sedekat itu bukan? Aku berhak dan bebas meninggalkan mu kapan saja aku mau." Jordan mengucapkan kata-kata itu dengan lantang.
Letty sadar, jika dia salah jika berharap pria itu sedikit peduli padanya. Bukankah sudah jelas pria itu bilang, jika Keenan lah yang meminta nya datang. Itu artinya, bukan atas kemauan nya sendiri. Letty kembali menahan malu untuk kesekian kali oleh pria yang sama.
"Pergilah, maaf sudah merepotkan. Dan, terimakasih sudah menjaga dan merawat ku semalam." Setelah mengatakan itu, Letty kembali ke dalam kamar nya dengan perasaan malu yang berkali-kali lipat.
Jordan mematung di tempatnya, apa dia sudah keterlalun pada wanita itu. Bisa dia lihat perubahan di wajah Letty saat mendengar ucapan nya. Jordan jadi frustasi sendiri jika trus begini. Akhirnya pria itu kembali menyusul Letty masuk ke kamar nya.
klek
Jordan mendekat lalu duduk kembali di tempat yang tadi dia duduki, di baliknya tubuh Letty yang terlihat berguncang karena menahan tangis.
"Maaf kan aku, aku sudah keterlalun padamu. Lihat aku, dengar Letty. Aku tidak akan mengulangi nya lagi jika kau tidak menyimak baik-baik apa yang akan aku katakan ini." Jordan menghela nafas berat, lalu menatap mata Letty yang sudah membengkak.
"Dengar Letty, kau tau jika selama ini aku mencintaimu, namun kau trus menolak ku karena perasaan mu pada Keenan, itu bukan salah mu. Hanya saja Keenan tidak mencintai mu, dia hanya terbiasa dengan keakraban kalian selama ini. Kau selalu menempeli nya layaknya seorang kekasih, menjauhkan dari para gadis di kampus. Bertindak seperti seorang kekasih yang penuh perhatian, setiap saat dalam hidup mu hanya ada nama Keenan." Jordan mengatakan isi hatinya dengan tenang. tidak ada emosi di dalamnya.
"Sering ku lihat kalian berciuman layaknya kekasih yang benar-benar saling mencintai, aku cemburu, aku marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Aku bukan siapa siapa dan kau bahkan tidak pernah menoleh padaku walau hanya sebagai seorang teman. Entah hubungan macam apa yang kalian jalani, namun saat tau keenan meninggal kan mu bahkan di saat kau sedang sakitpun, aku sadar, Keenan tidak pernah menganggap mu lebih dari seorang teman. Yang hanya di butuhkan saat dia kesepian dan butuh belaian seorang wanita."
__ADS_1
"Keenan pria dewasa, dan kau memberikan kehangatan pada nya tanpa dia minta. Maka dia anggap, kau memberikan kan hanya sebatas seorang teman yang saling membutuhkan, memberi dan menerima. Tanpa melibatkan perasaan di dalamnya. Aku sungguh tidak peduli siapa dirimu diluar sana, aku tulus mencintai mu. Maukah kau berhenti memikirkan Keenan dan berusaha untuk menerima ku. Aku akan melakukan apapun yang bisa membuat mu bahagia dan melupakan keenan dari hidup mu."
Jordan meraih kedua tangan wanita itu dan mencium nya penuh perasaan. Sejenak hati Letty menghangat, Keenan saja tidak pernah memperlakukan nya selembut itu. Walau sudah sering mereka berciuman dan melakukan making out. Letty sadar, hubungan nya dan Keenan hanya sebatas saling membutuhkan, tidak pernah sekalipun pria itu mengucap kata selain kata terima kasih padanya. Bahkan saat dia sudah memuaskan pria itu dengan cara nya, Keenan hanya akan mengatakan terimakasih lalu pergi meninggalkan nya dalam hasrat yang menggebu seorang diri. Tanpa peduli bagaimana dia akan menuntaskan nya.
"Bagaimana? Beri aku kesempatan untuk di cintai, lebih dari perasaan mu pada Keenan"; Jordan kembali mengulang pertanyaan nya dengan tatapan penuh harap.
"Aku tidak pantas untuk mu, Jordan. Aku sudah terlalu kotor, aku tidak layak." Letty terisak di sela ucapan nya. Dia merasa malu dan kotor, Jordan terlalu sempurna untuknya, dia merasa tidak pantas untuk menerima cinta pria itu.
"Kau pantas, dengar kan aku. Aku tidak peduli pada masa lalu mu kemarin-kemarin. Biarlah untuk pelajaran kita bersama, anggap itu adalah ujian ketulusan cinta ku. Kau tidak kotor, tapi jika kau merasa dirimu kotor. Maka biarkan aku yang membasuhnya agar kembali bersih. Bukankah kau memang belum mandi sejak kemarin, hmm?" Membuat Letty mencebik kesal mendengar ucapan Jordan yang merusak suasana.
Jordan hanya terkekeh pelan, lalu menyingkap selimut yang dipakai wanita itu, lalu mengangkat tubuh Letty untuk membawanya ke kamar mandi.
"Hei, apa yang kau lakukan? Turunkan aku Jordan, aku berat. Aku tidak ingin bokong seksi ku mencium lantai." Letty trus bergerak di gendongan Jordan.
"Diam lah, Letty. Kau malah akan membuat kita terjatuh jika trus bergerak seperti itu." Letty seketika terdiam dan memeluk erat leher jordan dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pria itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Masih belum dapat informasi apapun?" Keenan bertanya tanpa melihat pada orang yang dia tanyakan. Pria itu nampak larut dalam pikiran nya sendiri. Sudah sebulan sejak dia kembali, belum ada informasi apapun mengenai wanita yang dia cari.
"Sudah tuan, namun hanya informasi tentang ini." Pria sangar itu meletak kan sebuah berkas di dalam map di atas meja kerja Keenan.
Keenan lalu berbalik, ucapan orang suruhan nya memancing rasa penasaran nya. Dengan terburu-buru pria itu membuka map tersebut.
Mata Keenan membulat sempurna, benar kah yang di baca itu. Keenan menipiskan bibir nya, berarti wanita itu mempertahankan anak mereka. Hatinya berdesir dengan perasaan lega dan entah. Yang jelas dirinya sangat bahagia sekarang. Hanya perlu berusaha keras untuk mencari dan menemukan nya, sisanya akan dia usaha kan sendiri.
"Baik, terimakasih untuk informasi yang kau dapatkan ini. Ini sangat berharga untukku, cari tau dimana mereka tinggal. Telusuri mulai dari klinik bersalin itu, jika sudah mendapat kan informasi nya. Sisanya akan aku lakukan sendiri. Pergilah." Keenan masih betah Menatap kertas keterangan lahir salinan dari klinik tempat Arumi melahirkan anak-anak nya.
Hati Keenan tiba-tiba merasa kan sakit luar biasa, dia sangat menyesal sudah memberikan perintah sekejam itu pada Arumi 4 tahun lalu. Jika saja wanita itu menurutinya, maka bukan hanya satu nyawa yang sudah dia bunuh, melainkan ada dua sekaligus.
Keenan mengusap kasar wajahnya, dia benar-benar pria brengsek di dunia ini. Yang hanya demi mengikuti gelora jiwa mudanya, dia sampai ingin mengorbankan nyawa anak-anaknya. Sungguh perbuatan nya tak termaafkan, dia benar-benar bajingan sejati.
Andai keluarga nya tau, bisa di pastikan semua rasa bangga dan pujian itu akan lenyap seketika. Berganti dengan kekecewaan yang dalam padanya, sungguh Keenan tidak sanggup meski hanya memikirkan nya.
Ddrrrtt drrrttt ddrrrt ddrrrt
__ADS_1