
"Neng Alisya ? lama tidak kemari? mobil baru ya, bapak sampai tidak tau kalau neng yang datang." Ujar penjaga tersebut basa basi. Alisya dan Daru sering memberikan nya makanan untuk di bawa pulang.
"Ya pak, aku sedikit sibuk. Aku mau naik dulu, bisa minjam kartu nya. Punya ketinggalan" kilah Alisya berbohong.
"Boleh, ini neng"
Setelah mendapat apa yang dia butuhkan, Alisya berlari menuju elevator. Sepanjang menunggu tiba di lantai apartemen Daru, pikiran Alisya berkecamuk.
Ting
Buru-buru Alisya menuju pintu apartemen Handaru, setelah memasukkan kartu pintu pun terbuka.
Di dalam sangat gelap, Alisya menyalakan lampu namum tak menemukan orang yang dia cari. Mata nya tertuju ke pintu kamar yang sedikit terbuka, ada rasa trauma. Namun keadaan berbeda, dengan sedikit keberanian Alisya berjalan pelan menuju pintu kamar Handaru.
Saat pintu terbuka lebar, tidak ada siapapun di dalam nya, angin menyapa kulit mulus nya. Mata Alisya tertuju ke arah pintu kaca menuju balkon. Pikiran buruk mulai menghantuinya, mungkin kah Daru melompat dari sana.
Alisya menggeleng kepala nya, menghalau pikiran buruk nya sendiri. Kaki nya sedikit bergetar, ketakutan nya semakin besar, saat panggilan nya tidak di respon.
"Daru? kau di luar sana?" bulu kuduk Alisya merinding.
"Daru?" kaki nya terus di ayun kan menuju balkon, hal pertama yang dia lihat dari balik pintu kaca cukup membuat jantung nya berhenti berdetak untuk beberapa saat.
Handaru tergeletak dalam genangan darah yang tidak sedikit, kaki Alisya hampir tidak mampu menopang beban tubuh nya. Pisau buah yang terukir namanya ada di sisi tangan kanan Handaru. Pisau itu mereka beli dari seorang pengrajin di Jogja saat liburan setahun yang lalu. Kini pria itu memakai nya untuk mengakhiri hidupnya. Sungguh Alisya syok bukan main, tangannya yang sudah hampir tak berdaya meraih ponsel nya lalu menghubungi ambulans.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah hampir satu jam, namun kondisi Daru masih belum membaik. Pria itu kehilangan banyak darah, 72 persen darah nya keluar. Dan kini kondisi nya masih kritis, kedua orang tua nya pun masih enggan sekedar menjenguk nya. Sakit hati kedua paruh baya itu begitu dalam, Alisya adalah calon menantu yang paling mereka kasihi. Saat tau gadis baik hati itu di sakiti oleh putra tunggal mereka, kedua nya memutuskan segala bentuk hubungan dengan Handaru. Bahkan ibunya memblokir akses rekening yang selama ini Daru isi. Mereka memilih menikmati hasil minimarket yang Alisya buat sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka.
Bahkan kedua nya sudah tidak lagi tinggal di rumah pemberian sang anak, mereka lebih memilih tinggal di lantai dua ruko.
Klek
Alisya berdiri menyongsong kakak ipar nya "bagaimana keadaan nya kak?" tanya Alisya cemas.
"Daru kehilangan banyak darah, dia butuh paling sedikit 7-8 kantung darah tanpa terjeda. Stok rumah sakit hanya ada 5 kantung saja, sisa nya kita akan mencari di PMI lain." Jelas Keyra mengusap lembut bahu adik ipar nya. Dia pun tak habis pikir, jika secinta itu Handaru pada Alisya, bagaimana bisa pria itu mengkhianati adik ipar nya.
"Aku sudah menghubungi Mike, dia bilang ada dua kantung darah di rumah sakit XX. Mike sedang dalam perjalanan kemari" ungkap Alisya yang sedang menaruh harapan penuh pada kekasihnya.
"Baiklah, jika ada tambahan. Itu lebih bagus, untuk sekarang cukup dulu jika terpaksa tidak ada. Ah ya, bagaimana Mike menurut mu? apa dia tidak masalah kau mengurus segala sesuatu tentang Handaru. Jika aku jadi kau, aku tidak akan menyakiti hati nya meski tidak bermaksud begitu. Mike memang bukan pria sempurna, di masa lalu dia pernah menyakiti dua orang wanita sekaligus. Tapi aku yakin dia belajar banyak dari hal tersebut. Handaru? dia pun kurang lebih sama, bedanya, dia berkhianat dengan orang yang kau kenali. Seorang sahabat, itu pasti sangat menyakitkan." Ucapan tajam Keyra tidak membuat Alisya tersinggung.
"Ya, kau harus belajar memutuskan sesuatu tanpa menyakiti hati banyak orang. Jika di hati mu masih tersimpan rasa untuk Handaru, maka lepaskanlah salah satu nya. Pahami isi hatimu hingga ke dasar paling dalam, kadang kau menggabungkan antara dua rasa dalam satu hati tanpa berpikir panjang. Handaru akan belajar banyak setelah dia terbangun dan tak mendapati siapapun di samping ranjangnya. Itupun kalau dia masih diberikan kesempatan kedua untuk bertobat. Kehidupan Handaru bukan tanggung jawab mu, dia pria dewasa yang sedang tersesat oleh perasaan bersalah atas dosanya padamu. Penolakan orang tua nya membuat jiwanya hilang harapan hidup, dia butuh tumpuan. Namun hanya sekedar tempat bersandar pun kini dia tidak memiliki nya. Dan inilah yang terjadi. Jangan meraih beban hidup orang lain, beban hatimu saja belum tentu bisa kau pikul dengan benar." Setelah mengurai kalimat panjang penuh nasihat dan syarat makna. Keyra berjalan meninggalkan Alisya yang masih mematung ditempatnya. Alisya berusaha mencerna ucapan kakak ipar nya dengan baik.
Kini dia mengerti, dirinya terlalu jauh terlibat tanpa memikirkan hati seseorang yang tulus mencintai nya. Alisya duduk di kursi tunggu dengan perasaan berkecamuk. Dirinya bahkan melibatkan Mike dalam masalah nya, entah bagaimana perasaan pria itu saat dia dengan suara panik menghubungi Mike untuk mencari kan beberapa kantung darah untuk Handaru.
Usapan lembut di bahu Alisya membuat wanita itu mendongak pelan. Yang dia lihat pertama kali adalah senyum teduh pria yang dia cintai.
Alisya bangun dari duduknya dan memeluk Mike dengan erat. wanita itu menangis tergugu, dia menyesal karena tidak peka pada perasaan kekasih nya.
__ADS_1
"Maaf, maafkan aku" uajr Alisya terisak.
"Sudah, tidak apa-apa. Aku sudah menitipkan kantung darah di meja perawat Agar di hangatkan. Ayo duduk,"
"Hei kenapa terus menangis, Daru akan baik-baik saja. Dokter Keyra bilang kondisi nya akan stabil setelah kantung ke lima." Mike terus mengusap lembut bahu Alisya yang masih bergetar menahan isakan.
"Aku menangis karena mu, maaf telah menyakiti hati mu. Aku tidak bermaksud, aku mencintaimu, namun rasa sayang ku pada Handaru sebagai seorang sahabat membuat ku bersikap impulsif. Aku panik, maaf kan aku." Ucap Alisya terbata. Mike tersenyum mendengar pengakuan kekasih nya, dia mendengar semua yang di katakan oleh mulut tajam Keyra. Namun berpura-pura tidak tahu, lebih baik untuk nya. Dia ingin mendengar langsung dri mulut wanita yang dia cintai, tentang perasaan nya yang sebenarnya.
"Tidak apa, aku tidak marah. Sedikit cemburu, iya, aku cemburu. Tapi aku mencoba memahami mu, kau mengenal nya bukan sebentar. Khawatir itu wajar, apalagi mengingat orang tua nya sangat menyayangi mu melebihi anak kandung mereka sendiri. Aku bisa memaklumi nya, tidak apa-apa. Sudah jangan menangis lagi, aku tidak suka melihat kau menangis." Mike mengusap air mata di pipi kekasih nya dengan lembut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keyra tengah menelpon seseorang yang dia rasa bisa membantu nya sementara waktu. Dia harap tindakan nya kali ini sama berhasil nya dengan ide rancangan liburan Mike waktu itu.
"Jadi bagaimana ? bisa? nanti papa Al yang akan menjemput mu langsung ke kampus." Bujuk Keyra pada keponakan nya.
"Baiklah ma, tapi hubungi abi dulu, abi pasti langsung panik kalau pas jemput aku udah tidak ada di kampus. Tau sendiri gimana rempong nya abi sama anak-anak nya." Kekeh Imah di seberang telepon.
"Ya, nanti mama Key akan menelpon abi mu yang cerewet itu. Tenang saja, ya sudah, belajar yang rajin. Papa Al akan menjemput mu Setelah kau selesai jam kuliah." Sambungan terputus, Keyra menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebesaran nya. Semoga saja tindakan nya tidak salah. Ini adalah jalan satu-satunya, mengalihkan pikiran pria yang sedikit kurang sehat itu butuh stimulasi yang tepat dan kuat. Setidaknya begitulah metode yang selalu dia gunakan selama ini.
Menyembuhkan hati yang tidak sehat, butuh stimulus yang ribuan kali lebih segala-galanya. Daru butuh dorongan halus untuk memberi kan respon positif dalam diri nya. Daru butuh pleasure yang mengacu pada respon emosional pribadinya, yang membangkitkan perasaan senang, merasa diperhatikan, diperlakukan dengan baik dan di bahagia kan. Intinya segala sesuatu yang berhubungan dengan situasi mental nya yang tengah rapuh.
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian nya.
__ADS_1
Klek
"Maaf mengganggu mu. Apa kau punya sedikit waktu untuk mendengar kan keluh kesah ku?"