
Suasana masih hening, Keenan baru saja melepas Arumi dari pelukannya. Meski tak rela, namum teguran sang ayah membuat nya tak bernyali untuk menentang.
"Bukankah tadi kau sudah pergi? Kenapa Kembali lagi, apa ada yang tertinggal?" tanya sang ayah heran.
"Hatiku," jawab Keenan asal, membuat Reegan berdecih.
"Untung saja ayah dan bunda masih di sini, kalau tidak kau pasti akan mengambil kesempatan dalam kesempitan." Ujar Reegan mengomeli anaknya.
Keenan melengos mendengar penuturan sang ayah yang tepat sasaran. Jika boleh, akan dia buat wanita ini kembali mengandung anaknya. Dengan begitu, peluang nya untuk kembali bersama Arumi, terbuka lebar.
"Kaya yang ngomong tidak begitu," gerutu Sarah kesal pada kedua pria kesayangan nya itu.
Reegan nampak pias mendengar kalimat pendek sang istri, namun nyelekit di hati nya. "Aku gak gitu ya, bun." Elak Reegan, lalu menatap Keenan yang tersenyum mengejek padanya.
"Sudah diam! Rumi, apa anak-anak belum waktunya pulang? Bukannya ini sudah pukul 2 siang," tanya Sarah mengangkat suara ditengah suasana sengit kedua pria yang tak tau situasi itu.
Arumi mendadak gelabakan, "Ituu.. Mereka, sedang menginap di rumah, Mike." Ujar arumi sedikit kikuk, dan memelankan nama Mike di akhir kalimat nya.
Dapat dia lihat raut kecewa di wajah kedua orang tua Keenan, membuat nya semakin tak enak hati. Rasa bersalah menyeruak dalam hatinya, hingga terbersit ide di kepalanya. Dia pun merindukan kedua anaknya, belakang ini Mike lebih memonopoli keduanya, tanpa sedikitpun memberi nya celah.
"Aku akan menghubungi mereka, sebentar." Ujar Arumi terlihat bersemangat.
"Jika mereka tidak ingin pulang, jangan memaksa. Tidak apa-apa, kami bisa datang lain kali saja," ucap Sarah tak enak, dia tidak ingin membuat kedua cucunya terkejut dengan kehadiran mereka yang tiba-tiba.
__ADS_1
"Tidak apa-apa," balas Arumi cepat. Lalu terus berusaha menghubungi Mike. Keenan menatap dengan tatapan bertanya Arumi hanya menggeleng pelan.
"Sudah tidak apa-apa, Rumi. Kau bisa mengajak mereka bermain ke rumah, pintu rumah kami selalu terbuka untukmu dan anak-anak." Ujar Sarah menenangkan wanita, yang tengah gelisah dalam perasaan bersalah pada mereka.
Arumi pun putus asa, Mike sama sekali tak merespon panggilan nya.
"Maafkan aku, bun-yah. Nanti aku akan. menjemput mereka, nanti malam akan aku ajak kerumah. Karena..." Arumi nampak ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Wanita itu tak berani mengangkat kepalanya yang tertunduk.
"Kau benar-benar akan menikah dengannya, Umi?" tanya Keenan dengan mata berkaca-kaca. " Tidak kah kau ingin memberikan ku kesempatan untuk mendapatkan mu kembali, kali ini dengan cara yang benar. Menikah lah dengan ku, batalkan pernikahan mu. Aku mohon," ujar Keenan mengiba dalam keputusasaan nya, suara nya serak karena mulai menangis.
"Wow woww! Baru saja ku tinggalkan sebentar kau sudah membuat masalah, sayang."
Semua orang nampak terkejut dengan kehadiran Mike yang tiba-tiba. Keenan mengepal kan kedua tangannya, rahang pria itu mengeras menahan amarah.
"Oh, tuan Reegan. Maaf aku tidak melihat mu, aku hanya terlalu fokus pada calon istri ku saja." Balas Mike seolah terkejut dengan kehadiran kedua orang tua Keenan. " Tidak masalah, hanya bertamu bukan? Tidak untuk melamar kekasihku?," kelakar Mike hambar.
Arumi merasa tak nyaman dengan perkataan Mike barusan, wanita itu hanya bisa meremat jari tangan nya yang tiba-tiba berkeringat dingin.
Dengan sedikit keberanian, Arumi mengangkat kepalanya, menatap pria yang akan menjadi suaminya dalam beberapa hari ke depan itu. "Mike, tadi aku mencoba menghubungi mu. Dimana anak-anak? kenapa tak ikut bersama mu?" cecar Arumi beruntun.
"Tenang sayang, anak-anak kita ada dimobil. Tertidur saat dalam perjalanan kemari, kenapa kau jadi sepanik ini, hmm? Bukankah sejak bayi mereka sering ku jaga, apa kau lupa? Aku adalah ayah mereka, tidak mungkin seorang ayah membuat anak-anak nya celaka. Bukan begitu, tuan Keenan?" perkataan penuh sindiran itu hampir membuat pertahanan Keenan runtuh, jika tidak mengingat ada kedua orangtuanya, juga wanita yang di cintai nya. Akan dia pastikan pria itu dia beri sedikit cinderamata.
"Kau benar sekali tuan Mike, untuk itulah aku bertekad mengambil kembali apa yang menjadi milikku. Dan menjaganya dengan sepenuh hati, bukan dengan paksaan." Balas Keenan telak.
__ADS_1
Kini gantian Mike yang mengepalkan tangannya dan mengertak giginya. Pria itu berkali-kali termakan umpan panas, yang dia lempar pada musuh lalu kembali terlempar padanya dengan api yang lebih dahsyat.
"Ibu?" suara serak khas orang bangun tidur dan menggemaskan Elsye mengalihkan perhatian semua orang.
"Pak guru tampan? kau ada di rumahku, pasti ingin bertemu dengan ku kan?" Elsye bergegas menghampiri Keenan namun saat akan melewati Mike. Pria itu menarik pelan pergelangan tangan mungil Elsye, Keenan menajam kan matanya tak suka.
"Kau lupa, girl? Jangan menganggu orang dewasa jika sedang berbicara, hmm?" ujar Mike lembut.
"Dia tidak menggangu tuan Mike, cucuku bukan gangguan." Suara datar dan dingin milik Reegan seketika membuat suasana mencekam.
Pria itu menghampiri Elsye dan mensejajarkan tubuhnya dengan sang cucu. "Halo cantik, ini kakek. Kau boleh memanggil apa saja, opa, grandpa. Sesuai keinginan mu," ujar Reegan menjawil gemas pipi tembem Elsye.
"Kakek? daddy bilang, kami tidak punya kakek dan nenek. Mereka sudah di surga, dan surga itu jauh. Apa kakek baru datang dari surga?" tanya Elsye polos.
Mike seketika pias, salah lagi dirinya jika begini. Elsye benar benar membuat nya dalam masalah kalau seperti ini cerita nya.
Reegan tampak menahan gemuruh didadanya, berani sekali pria itu mengajari cucu-cucunya dengan kata yang tak pantas. Boleh saja dia tidak menyukai putranya, tapi mereka jelas masih hidup.
Dengan gugup, Mike akan menyanggah ucapan Elsye, namun kalimat Reegan membuatnya terdiam. "Maksud say...."
"Tidak sayang, kakek masih hidup. Sangat sehat dan bugar, masih sanggup melenyapkan seekor singa sekalipun." Ujar Reegan penuh makna sembari melirik Mike sekilas.
Mike sedikit merasa terancam akan maksud perkataan Reegan, dia bisa-bisa nya lupa. Siapa pria di hadapannya ini, jika dia bisa meremehkan Keenan karena sudah yakin mengendalikan si kembar. Maka Reegan berbeda, pria itu tak tertebak. Banyak orang di belakang nya yang siap pasang badan, ketika pria itu dalam masalah dan kesulitan.
__ADS_1
Mike hanya mampu menelan ludahnya meski dengan susah payah. Pria itu seketika merasa kan udara disekitarnya berkurang, dia kesulitan untuk bernapas. "Maaf tuan Reegan, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku baru tau tentang anda, yang ternyata kakek dari kedua anakku." Ucap mike masih mempertahankan sikap arogan nya meski hatinya ketar ketir.