Maaf, Untuk Lukamu!

Maaf, Untuk Lukamu!
Maksud terselubung


__ADS_3

Keringat dingin mengucur deras dari dahi Mike, bagaimana tidak, dia telah mengajak seorang wanita bersuami yang juga merupakan atasan nya, untuk pergi berkencan. Sungguh ide tergila yang pernah dia lakukan.


Dan sekarang, suami wanita itu ada di depan nya menatap dirinya dengan tatapan datar.


Dengan sedikit sisa keberanian nya, Mike berusaha untuk merevisi perkataan nya tadi. Berharap pria di hadapannya itu mau mengerti situasi nya.


Deheman Mike menjadi pembuka kata, "maaf atas kelancangan saya, tuan Altaf. Sungguh sayang tidak bermaksud untuk mengatakan hal tersebut, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon kerendahan hati tuan Altaf, untuk memaklumi kecerobohan saya yang sangat kurang ajar." Mike menyeka keringat nya dengan tangan yang tiba-tiba terserang Tremor dadakan.


"Kalau saya tidak mau memaklumi apalagi memaafkan? bagaimana?" Al balik bertanya dengan menantang adrenalin Mike yang sudah di batas akhir.


Mike terkesiap mendengar penuturan yang begitu dingin terlontar dari mulut Al.


"Maaf" cicit Mike putus asa. Kepalanya kini menunduk semakin dalam di hadapan pasangan suami istri di hadapan nya tersebut.


"Buahahhahhaa..." tawa Al akhirnya pecah juga, gelak tawa keduanya membuat Mike mendongak. Mike cengo, dasar suami istri gila, batin nya kesal bukan main.


"Astaga, sayang. Perutku.. ngilu.." ucap Al tanpa rasa bersalah sedikitpun.

__ADS_1


"Apalagi aku, sejak tadi Mike sudah memberi ku pertunjukan lawak yang sangat menggelitik jiwa maupun raga." Keyra menyeka sudut matanya yang berair, "Mike sasaran yang tepat, bukan? sudah aku katakan, aku pasti akan menang darimu." Keduanya menghentikan tawa laknat yang membuat seorang Mike, seperti di tenggelam kan ke dasar laut.


"Maafkan kami, dokter Mike. Istri ku mengajak ku bertaruh, jika kau adalah suspek yang tepat untuk mengembalikan mood nya yang sedang buruk beberapa hari ini. Jujur, awalnya aku sempat cemburu, ya karena aku memang suami yang cemburuan. Namun aku mencoba berpikir positif dari sudut pandang istri ku. Aku yakin dia tidak akan jatuh cinta padamu, dan ya, aku benar." Al merangkul bahu istri nya dan mencium pucuk kepala Keyra dengan sayang, tanpa peduli pada jiwa jomblo didepan nya.


"Sekali lagi maafkan kami" lanjut Al setulus mungkin. "Kau sudah lama tidak mengambil cuti sejak terakhir adikmu menikah. Ambillah cuti, dan berlibur lah. Otakmu butuh penyegaran, dan hatimu butuh arah tujuan, untuk melabuhkan pilihan yang tepat." Mike tertegun mendengar penuturan penuh perhatian yang tulus dari Al.


"Tidak usah terharu, cutilah mulai besok. Ah ya, kali ini cobalah untuk tidak mengajak serta kedua keponakan ku. Kau butuh me time untuk dirimu sendiri, pikirkan, istri ku tidak akan memberikan kesempatan yang sama dua kali. Istri ku ini sangat perhitungan sekali, dan sialnya, aku sangat mencintainya hingga tidak tau bagaimana cara menyakiti hatinya." Ujar Al dengan wajah penuh binar kebahagiaan. Hati Keyra menghangat mendengar ketulusan sang suami.


"Suamiku benar Mike, berlibur lah. Mulai besok pekerjaan mu akan di handle penuh oleh dokter Mira dan dokter Tanu. Dua Minggu aku harap cukup, cobalah untuk menemukan wanita yang baik. Tidak perlu dia yang sempurna, melainkan dia yang bisa menyempurnakan dan melengkapi hidup dan kebahagiaan mu." Keyra bukan nya tak tau alasan kenapa Mike tidak mau menikah.


Dan hanya inilah yang bisa dia lakukan, atas kebaikan pria itu di masa lalu, terhadap kedua keponakan nya. 4 tahun, Mike ikut andil dalam membesarkan Elsye dan Eiden, tentu banyak hal yang sudah Mike lakukan. Lalu kakaknya tiba-tiba datang dan mengambil alih semuanya, tentu saja sedikit sulit di terima. Walaupun Mike juga melakukan kesalahan dalam hubungan nya dan Arumi, namun Keyra merasa ikut terbebani rasa bersalah pada pria itu.


"Sebenarnya aku tidak ada wacana untuk mengambil libur dalam waktu dekat atau waktu-waktu yang akan datang. Selain tidak punya tujuan destinasi wisata yang menarik dan cocok dengan keinginan ku. Aku juga lebih suka menghabiskan waktu libur ku menjauh dari keramaian." Mike menghela nafas panjang, berusaha menimbang keputusan nya.


"Mungkin tuan Altaf punya saran, tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu sia-sia ku selama dua minggu ke depan?" Mike menatap Al yang terlihat tengah berpikir sesuatu.


"Bagaimana dengan raja Ampat, di sana ada villa seorang temanku. Suasana nya persis seperti yang dokter Mike harapkan, tenang, dan tidak ramai." Mike mengernyit dahinya dengan wajah penuh selidik. Takut-takut kalua pria di hadapannya itu kini tengah mengerjainya kembali.

__ADS_1


"Jangan menatap ku seperti itu, dokter Mike. Aku serius. Villa tersebut cukup jauh dari pemukiman warga juga vila lainnya. Sekeliling nya merupakan hutan lindung, dan ada sungai kecil yang di buat menjadi danau di belakang nya. Jika kau punya hobby memancing, maka itu adalah tempat yang cocok untuk mu. Bukankah kau tidak suka keramaian?" jelas Al meyakinkan. Mereka tidak punya maksud apapun, membantu Mike menemukan jadi diri juga tujuan hidup nya, adalah hal terakhir yang bisa mereka lakukan.


Mereka tau, bagaimana Keenan selalu uring-uringan jika kedua anaknya, lebih banyak menghabiskan waktu bersama Mike. Juga bagaimana Mike menutup diri dari makhluk yang bernama Wanita. Dia tidak ingin istri nya menanggungnya rasa bersalah pada Mike, wanita itu banyak melewati hal tidak mengenakan dalam hidup nya selama beberapa tahun terakhir. Jadi inilah yang bisa dia lakukan, untuk meringankan beban rasa bersalah tersebut.


"Baiklah, aku akan ambil cuti kemurahan hati anda, bu direktur." Ujar Mike menekan setiap kata dalam kalimat nya. Keyra tersenyum dan mengangguk mantap.


Wanita itu membuka laci meja kerja nya, dan mengeluarkan sesuatu dari sana. "Ini, aku harap kau menerima nya tanpa berpikir macam-macam. Suamiku sudah mengurus semuanya, kau hanya tinggal mempersiapkan dirmu saja." Keyra menyerahkan amplop coklat pada Mike, yang di dalamnya terdapat tiket pesawat pulang pergi. Juga sebuah kunci rumah yang di yakini Mike sebagai kunci Villa yang akan di tujunya.


"Ternyata anda sangat teliti dan sedetail ini, tuan Altaf." Decak Mike kagum.


Al tersenyum bangga "aku sudah biasa melakukan hal kecil ini untuk istri ku, dokter Mike. Istri datarku ini sangat susah di taklukkan, jadi aku harus punya banyak stok ide untuk sekedar melihat senyum merekah nya setiap hari." Kekeh Al mencubit ujung hidung mancung istri nya.


Mike ikut terkekeh, dia membenarkan ucapan Al dalam hatinya. Keyra bukan wanita yang gampang baperan, dia tau berapa banyak rekan sejawat nya yang berusaha menarik perhatian wanita itu. Namun selalu di tanggapi biasa saja.


"Baiklah, jika semua sudah sesiap ini. Aku bisa apa?" Kedua pria itu tergelak sementara Keyra hanya tersenyum simpul. Kini beban nya perlahan berkurang. Dia harap Mike benar-benar menemukan apa yang pria itu cari. Mungkin ini ide tergila nya, namun dia yakin, Mike adalah pria yang tepat untuk ide gila tersebut.


**∆Karena Al-Key tidak jadi aku buatkan novelnya, mereka aku tumpangkan di sini aja ya, semoga kalian tidak protes jika cerita nya sedikit ngalur ngidul. Intinya membaca itu untuk menghibur hati, jadi, semoga terhibur yaa🤗🤗🤗

__ADS_1


∆Mampir di karya baru nya othor yuk, "Darkest Dream". Silahkan ceki-ceki profil author, love you para Readers ku tercinta. Makasih sebelumnya sudah memberikan dukungan kalian hingga sampai di bab ini. Aku sayang kalian epribadehh 💋💋💋💋🥰🥰🥰🥰**


__ADS_2