Maaf, Untuk Lukamu!

Maaf, Untuk Lukamu!
Gelap mata


__ADS_3

"Ap.a kau..tadi langsung ke sini?" Mike masih dilanda kegugupan luar biasa, rasa takut akan di tinggal kan Arumi berkelebat dalam pikiran nya saat ini.


Paham akan maksud pertanyaan Mike, Arumi segera menjawab nya, "tidak juga, tadi aku mampir ke kamar mu sebentar, aku pikir kau sedang sakit. Aku mendengar suara lenguhan di dalam sana, tadinya aku kira kau sedang mengingau." Kekeh Arumi seolah apa yang dia paparkan itu sebuah cerita lucu.


Semoga Mike terlihat pias dan memucat, " aku bisa jelaskan, yang terjadi di dalam sana tidak seperti yang kau pikirkan. Maura hanya memijat ku saja, dan aku tidak kuat menahan geli hingga menimbulkan suara yang seperti kau dengar." Jelas Mike cepat lalu menghampiri Arumi hendak memeluk wanita itu. Namun Arumi dengan sigap mengelak, kemudian menyapa wanita yang hanya mengenakan lingerie, yang mempertontonkan lekuk tubuh nya di balik kain tipis tersebut.


Mike terkesiap lalu menoleh ke belakang, betapa terkejutnya Mike melihat pemandangan di hadapannya itu. Kemudian berbalik menatap Arumi dengan perasaan was-was.


"Maura, kenapa kau berpakaian seperti itu?" tanyanya seolah tak tau apa-apa, padahal dialah yang membelikan baju kurang bahan itu.


Maura mengernyit dahinya bingung, "bukannya baju ini kau yang membelikan nya untuk ku tadi sore?" ujar Maura balik bertanya.


Tamatlah sudah nasibnya, dengan hati ketar ketir tak karuan. Mike berusaha meraih tangan Arumi, namun lagi-lagi, wanita itu menghindari nya.


"Tidak perlu menjelaskan apapun, Mike. Aku sudah menyaksikan adegan 21+ yang kau perankan, dari balik pintu kamarmu yang tidak sempat kau tutup sempurna. Ternyata kau sedang terburu-buru sekali rupanya," kekeh Arumi hambar, bukannya dia cemburu atau sakit hati. Melainkan sebuah perasaan lega, karena tidak perlu menyakiti perasaan pria itu dengan keputusan nya, yang akan membatalkan pernikahan mereka.


Namun begitu, jatinya tetap kecewa, kecewa karena merasa di bohongi mentah mentah oleh pria itu.


Nyatanya, Mike sendiri lah yang secara tak langsung, telah memutuskan hubungan diantara mereka.


Mike bungkam, pikiran nya terasa buntu. Ingin menyangkal namun dengan jelas Arumi mengatakan, jika dia sudah menyaksikan nya sedang bercinta dengan Maura.

__ADS_1


Sementara Maura hanya terdiam mematung, dia sama sekali tak tau soalnya Arumi. Mike mengatakan padanya, jika wanita yang mengangkat panggilan nya, adalah sepupunya yang meminta tolong padanya, untuk menjemput anak-anaknya ke sekolah. Namun yang dia lihat sekarang, wanita itu bukanlah sepupu nya, melainkan seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan Mike.


"Katakan apa yang sebenarnya kau sembunyikan dari ku, Mike?" Maura menyela di situasi tak mendukung itu dengan suara bergetar menahan tangis.


Arumi segera menoleh, "Tidak ada yang perlu di jelaskan nona, tadi nya kami memang memiliki sebuah hubungan. Bahkan dua hari lagi pria ini akan mengajakku menuju altar, namun itu tidak akan pernah terjadi. Hubungan kami sudah berakhir, dan itu bukan karena dirimu. Aku memang tidak pernah menginginkan pernikahan ini sejak awal, kau boleh memiliki nya mulai sekarang." Jelas arumi setenang mungkin.


Mike terkesiap mendengar penuturan Arumi yang seperti belati, menghunus tepat di jantung nya.


"Arumi, kau?" ucap Mike seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Ya Mike, tadinya aku kesini untuk mengatakan soal keputusan ku. Aku bahkan telah menyusun kata-kata terbaik agar tidak menyakiti mu, ternyata aku salah besar. Seperti yang ku lihat, kau tidak akan merasa tersakiti oleh keputusan ku ini." Papar Arumi panjang lebar dengan hatinya yang sangat lega.


Sementara Mike merasa gusar, "kau tidak bisa melakukan ini kepada ku, Arumi! kau lupa, akulah yang sudah memungutmu dari tempat sampah, dan menganggap anak-anak harammu itu seperti anakku sendiri." Suara Mike terdengar menakutkan, ditelinga kedua wanita didalam ruangan tersebut.


"Auww.. Sa..kit!" mata Arumi membulat tak percaya, dia tidak menyangka, jika yang menarik rambut nya hingga membuatnya terjerembab di lantai adalah Mike.


Susah payah wanita itu mencoba untuk melepaskan, genggaman tangan Mike dari rambutnya dibantu oleh Maura.


"Mike lepaskan!" seru Maura histeris, "kau menyakiti nya, hentikan ini jangan gila Mike.." suara peringatan Maura seolah tak terdengar oleh Mike, dengan kejam pria itu menyeret arumi, hingga terseret beberapa meter dari tempatnya jatuh.


Arumi sudah merasa kebas dibagian kulit kepala, dia yakin rambut nya sudah banyak yang putus akibat tarikan Mike. Dia hanya bisa melawan sebisanya, Maura pun tak tinggal diam. Wanita itu memukul-mukul punggung Mike, menggunakan vas bunga hingga pecah. Darah mulai mengalir dari balik baju kaos yang pria itu gunakan, sejenak Mike menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Maura.

__ADS_1


Dengan kasar, pria itu mendorong tubuh Maura hingga menabrak ujung lemari bufet. Darah segar mengalir perlahan diantara sela kakinya, Arumi yang melihat itu berusaha bangkit untuk menolong nya. Namun Mike malah mencekik nya, dan menyalah Arumi atas apa yang terjadi pada Maura.


"Lihat hasil perbuatanmu! Lihat! Maura pasti sedang keguguran, anakku mati karena mu, kau puas, hah!" seru Mike berteriak keras sambil terus mencengkeram leher Arumi.


"Kau harus mengganti anakku yang sudah tiada, kau harus hamil anakku." Ujar Mike dengan bringas, pria itu menarik baju arumi hingga robek, dan segera menarik turun celana arumi hingga sebatas paha.


Arumi terus memohon dan meronta agar dilepaskan, namun Mike yang sudah gelap mata seakan tidak mendengar nya.


Mike sudah bersiap mengeluarkan benda pusaka di balik celana boxer nya, dia menatap lapar pada Arumi yang sudah setengah t*l*a*n*j*a*ng didepannya. Pria itu begitu bernafsu melihat dada Arumi yang padat, dan besar menantang dihadapan nya. Arumi yang setengah sadar karena hampir kehilangan oksigen, hanya tergolek lemah dilantai dingin itu.


Mike dengan bangga memukul-mukul miliknya, di permukaan inti Arumi yang masih tertutup celana d*a*lam. Satu tangannya terus me*re*mas dada Arumi secara bergantian, dia sangat menyukai bentuk dada Arumi yang padat berisi. Apalagi saat puncak dada merah muda wanita itu, yang menegang akibat re*ma*sannya.


Mike sudah besiap melakukan penyatuan, bahkan celana d*a*l*am arumi sudah dia tarik turun hingga setengah paha. Namun saat akan menyatukan miliknya, sebuah pukulan keras menghantam kepalanya. Perlahan darah segar mengalir dari sana, kesadaran Mike pun mulai memudar. Hingga akhirnya, Pria itu tak ingat apapun lagi.


Maura tertatih-tatih, memperbaiki pakaian bagian bawah Arumi, juga menutup bagian dada Arumi sacara asal mengunakan taplak meja.


Takut Mike bangun, atau bahkan mati. Maura berusaha membangun kan Arumi yang masih pingsan.


"Arumi, hei? bangunlah," Maura memercikkan air diwajah Arumi beberapa kali, hingga Arumi mulai tersadar. Perlahan wanita itu membuka kelopak matanya, pandangan nya masih buram. Namun ingatan nya kembali pada saat Mike akan memperko*sanya, tangis Arumi pun tak terbendung lagi.


"Arumi jangan begini, Mike tidak sempat melakukan apapun padamu." Jelas Maura menenangkan Arumi, membuat tangis Arumi terhenti walau masih terisak. Wanita itu lalu meilik penampilan yang sangat kacau, hanya kain taplak meja renda yang tidak lebar menutupi dadanya.

__ADS_1


Arumi berusaha duduk dibantu oleh Maura, kedua wanita yang sudah terlihat berantakan itu, saling menolong dengan sisa kekuatan yang mereka miliki. Arumi memperbaiki bra nya yang terlepas, juga memakai dengan benar baju kaosnya yang sobek.


Suara dering hp Arumi mengalih perhatian mereka, Maura bergegas terseok-seok menuju arah tas Arumi, yang terlempar dekat tong sampah dipojok ruang tamu.


__ADS_2