
Sementara Daru, menuju ke sebuah apartemen yang dulu pernah dia tinggali. Setelah mengecek rekaman cctv, Daru mengetahui dengan jelas siapa manusia biadab yang telah hampir saja melecehkan juga membuat nya kehilangan istri dan anak-anaknya.
Daru tersenyum miring saat mendapati password apartemen lama nya sama sekali tak di ganti. Wanita gila itu rupanya masih sangat terobsesi pada nya. Perlahan Daru melangkah masuk untuk mencari keberadaan sang pemilik baru apartemen nya.
Langkah kaki nya membawa nya ke sebuah pintu kamar yang sedikit terbuka. Bibir nya tersenyum miris saat melihat dua insan yang tengah bergelut di atas ranjang, berbagi peluh dan lenguh seolah tak melakukan kesalahan apapun. Terlihat pria seorang pria muda tengah menunggangi wanita di depan nya dengan penuh semangat. Ponsel Daru sudah terarah sempurna untuk merekam adegan live tersebut. Dengan langkah pelan Daru duduk di sofa di belakang ranjang kedua insan yang tengah di mabuk lendir surgawi itu. Daru duduk di sofa dalam posisi ternyaman.
Sejenak Daru berpikir, beginikah cara Alisya memergoki nya dulu, sungguh dia sangat malu mengingat kebejatan nya di masa lalu. Dalam posisi yang sama, dan wanita yang sama. Daru pun pernah mencicipi wanita ja*l*ang itu. Suara erangan dari kedua makhluk fana itu menutup sesi bercinta penuh gelora, Daru terkekeh pelan. Saat melihat bagaimana pria muda itu mencapai puncak dengan tubuh bergetar hebat. Tanpa pengaman apa pun, dulu dirinya memang brengsek, namun benda keselamatan pertama para pria itu selalu dia pakai.
Sita dan Rendy terlonjak kaget, lalu saling melepas kan diri. Wajah panik Rendy membuat tawa Daru pecah. Bagaimana tidak, pria itu menggunakan baju nya sebagai penutup bagian vital nya. Di gunakan seperti memakai rok. Sementara celana pria itu teronggok persis di kaki Daru. Sita menutupi tubuh nya menggunkan selimut, wajah nya pucat pasi.
Bukan perkara takut karena terpergok oleh Daru tengah bercinta dengan seorang berondong. Namun keyakinan nya memastikan, jika Daru mengetahui dalang dari apa yang menimpa istri kampungannya itu.
__ADS_1
"Apa kalian sudah selesai? jika masih ingin melanjutkan nya ke sesi kedua, silahkan. Aku masih punya banyak waktu untuk menunggu. Ah ya, kau! kurasa sebentar lagi dunia perpolitikan akan heboh. Sebuah berita akan menayangkan berita skandal seorang pria muda berusia 19 tahun, menjadi simpanan seorang tante-tante kesepian. Ah salah, seorang pria muda menjadi budak se*ks seorang wanita ja*l*ang!" Ujar Daru menekan setiap kalimat nya. Seringai licik nya membuat Rendy bergetar ketakutan.
"Aku mohon, jangan lakukan itu....ayah ibu ku bisa mati karena menanggung beban rasa malu..tolong maafkan perbuatan ku paman, aku melakukan nya karena desakan dia!" telunjuk Rendy mengarah penuh emosi pada Sita, yang kini melotot tajam menatap pasangan ranjang nya. Ayah nya seorang politikus, ibu nya seorang dokter saraf. Perbuatan nya bisa membuat kedua orang tua nya menanggung malu seumur hidup. Dia tak ingin itu terjadi.
"Kau!?" Sita kehabisan kata-kata saat mendengar suara kletak. Mata nya semakin melotot sempurna. Daru tengah memegang sebuah pistol. Nafas kedua nya turun naik ketakutan
Rendy menjatuhkan diri nya dalam posisi yang menyedihkan. Tak peduli dengan harga diri dan rasa malu, keselamatan nya jauh di atas harga diri tersebut.
"Dan kau bangga pernah menjadi penghangat ranjang ku? astaga! kau sungguh versi wanita murahan yang sesungguhnya. Lihatlah! kau bahkan memanfaatkan seorang pria muda untuk kepentingan juga kepuasan mu. Ku pikir kau sudah berubah, nyata nya kau tetap lah seonggok sampah!" Daru melepaskan satu tembakan ke arah Sita, beberapa detik kemudian wanita itu terkulai lemah di atas ranjang dengan darah mengalir deras dari perut nya.
Rendy berteriak histeris, biar bagaimanapun. Dia sudah mengenal Sita sejak usianya 17 tahun. Wanita itu adalah hadiah dari teman-teman nya untuk membuka segel keperjakaan nya kala itu. Dan dari sana lah Rendy mulai mengenal se*ks bebas. Namun hanya dengan Sita saja, wanita itu membuat nya tergila-gila oleh hubungan penuh dosa tersebut. Rendy semakin terikat, selama dua tahun ini. Tentu saja tersimpan rasa di hati nya meski usia mereka terpaut hampir 13 tahun. Namun pesona Sita di atas ranjang selalu membuat nya tak bisa berpaling.
__ADS_1
Imah hanya lah obsesi nya, karena hanya gadis itu yang menolak nya di kampus. Dia memang nakal, namun hanya dengan Sita lah dia melakukan nya. Yang lain hanya sebatas ciuman, meraba dan oral.
Senjata di tangan Daru kini beralih ke arah Rendy, mata pria itu terpejam sempurna. Seuntai doa dia panjatkan agar dosa nya sedikit terampuni. Suara letusan membuat darah memanas menahan ketakutan. Hawa panas menjalar di paha kiri nya, mata nya terbuka untuk melihat keadaan. Rupanya Daru menembak paha nya, tak lama letusan kembali bergema. Tangan kanan nya mengeluarkan darah segar yang tak sedikit. Rendy menjerit tertahan menahan rasa sakit di tangan juga kaki nya.
"Kau tau kenapa aku tak melakukan apa yang aku lakukan pada ja*l*ang itu. Aku tau kau anak tunggal, walau kau sudah mencoreng arang di wajah kedua orang tua mu. Namun kematian mu pasti akan menjadi sesuatu yang akan mereka usut hingga tuntas. Bukannya aku takut. Aku bisa saja melenyapkan mu hingga tak berbekas seperti debu. Tapi sisi kemanusiaan ku masih berempati pada mu. Cukup kau belajar dari kesalahan mu saat ini. Tangan dan kaki mu sudah berani menyentuh dan menyakiti istri ku. Maka kau harus ku beri sedikit pelajaran." Nafas Daru memburu menahan dorongan ingin melenyap kan pria muda itu.
"Telepon lah polisi, katakan kalian di serang oleh orang tak dikenal. Katakan ada beberapa orang datang dan meminta sejumlah uang untuk melunasi hutang-hutang wanita ja*l*ang itu. Bersaksi lah seperti seorang korban yang sepatutnya. Aku tau kau bisa ku percaya, kau tau apa akibatnya jika bermain-main dengan ku." Daru bergegas meninggalkan tempat laknat itu.
Seseorang suruhan Keenan yang mengikuti Daru, memanipulasi rekaman cctv dengan cara meretas nya. Sehingga kehadiran Daru di sana tak ada yang mengetahui nya. Bahkan sekuriti pun telah mendapatkan bagian nya. Meski pria itu menolak tegas, karena dia mengenal cukup baik Daru. Juga keluarga Sudibyo yang terkenal di kota itu. Dia bekerja di sana juga atas rekomendasi pria itu. Dengan gaji di atas rata-rata seorang sekuriti. Tidak lupa putri nya yang kini tengah menempuh pendidikan kedokteran, semua berkat kemurahan hati keluarga Sudibyo.
Daru kembali ke rumah sakit setelah membersihkan dirinya di rumah, Arumi menelpon nya jika Imah sudah di pindah kan ke ruang ICU. Namun kondisi nya sudah stabil. Itu sedikit membuat nya lega. Terlebih orang yang menjadi otak kejahatan tersebut, sudah dia kirim ke neraka. Orang seperti Sita, tidak akan pernah mengenal kata jera. Begitu lah yang dia pelajari dari orang-orang bermental baja seperti Sita. Jadi lebih baik di lenyap kan saja
__ADS_1