
"Oh, boleh, silahkah." Arumi bergeser sedikit memberi kan ruang lebih luas, karena wanita itu juga sedang hamil.
"Berapa bulan?" tanya wanita itu mencoba berbasa-basi.
" 4 bulan, anak ke dua, tapi yang nomor 3. Yang pertama kembar." Jelas Arumi tanpa di minta. Si wanita hanya manggut-manggut.
"Mbaknya?" Arumi balik bertanya.
"6 bulan masuk 7, perempuan." Balasnya dengan wajah berseri-seri.
"Wah selamat, anak pertama?" tanya Arumi terlihat mulai akrab.
"Ya, anak pertama" jelasnya dengan wajah sendu, Arumi jadi merasa tak enak hati, takut kalau kata-kata nya ada yang menyinggung perasaan wanita itu.
"Maaf, aku banyak nanya" ujar Arumi merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, hanya saja, ayah bayiku tidak tau tentang nya. Kami berpisah 6 bulan yang lalu, saat aku sendiri belum menyadari kehadiran nya." Jelas sang wanita dengan air mata yang sudah merembes keluar.
"Oh, maafkan aku. Aku tidak tau" ujar Arumi semakin bersalah.
"Tidak apa-apa, bukan salahmu. Pria itu menikahi mantan kekasih nya, setelah merasa bosan dengan ku. 4 tahun yang terlewati begitu saja, padahal aku sudah menyerahkan segalanya. Namun pria tidak pernah ada puasnya, bukan?" si wanita terkekeh lalu mengelap sudut matanya.
"Kami tinggal bersama saat sama-sama kuliah di Sidney. Aku selalu ada untuknya, kami sudah seperti suami istri jika itu di Indonesia. Tinggal bersama, kau pasti mengerti maksud kan" kekehnya lagi. Namun kali ini, Arumi merasa kan lain di hatinya.
Cerita wanita itu mengingat kan nya pada Keenan.
"Dulu suamiku juga berkuliah di sana, mungkin Sidney luas, tapi bisa jadi kalian satu kampus tanpa di sadari. Namanya Keenan, atau suamiku itu tidak terlalu Populer disana, jadi tidak terlalu terkenal." Kini giliran Arumi yang terkekeh, namun kekehan hambar yang mencoba menguatkan pikiran nya yang mulai neting.
__ADS_1
"Waw, nama kekasih kita sama yaa.. Nama kekasih ku Keenan Resar Sudibyo, lebih tepatnya mantan kekasih ku, ayah dari bayiku."
Deg!!
Jantung arumi berdetak ribuan kali lipat lebih cepat. Tangannya sampai gemetar, arumi mencoba bertahan dengan meremat ujung dress hamilnya.
"Oya siapa nama suamimu, siapa tau kami satu kampus yang sama." Ujarnya memecahkan keheningan.
"Namanya....."
"Sayang?" suara keenan membuat kalimat Arumi menggantung, kedua wanita itu menoleh ke belakang. Keenan mematung melihat siapa yang sedang duduk bersama istri nya, namun hanya sesaat. Pria itu segera menguasai keadaan.
"Ini es krim mu, sayang." Ujar Keenan setenang mungkin. Arumi bergeming, rasa nya dia ingin menangis, berteriak dan memaki sang suami sepuasnya. Namun lidahnya kelu.
"Hai Letty, apa kabarmu? Jordan tidak ikut bersama mu? Minggu lalu dia menghubungi ku, jika kalian akan segera menikah dan sebentar lagi memiliki bayi perempuan yang lucu. Selamat untuk mu, aku senang kalian akhirnya menikah. Jordan mencintai mu sejak awal masuk kuliah, hanya saja dia pikir kita memiliki hubungan. Hingga memilih memendam perasaan nya" kekeh Keenan setelah perkataan panjang lebar nya.
"Oya, ini istri ku, Arumi. Juga kekasih yang dulu aku tinggalkan dengan luka yang dalam. Kami sedang menanti kan kehadiran putri kami ke tiga kami." Keenan Kembali membuka suara karena tidak mendengar kan jawaban dari Lettycia.
Arumi tersentuh akan perkataan Keenan yang gamblang. Meski hatinya masih di landa rasa penasaran yang besar.
"Ken? aku datang mencari mu, aku sedang hamil anak kita juga. Kenapa kau jahat sekali padaku" isak Letty sambil mengelus perut buncitnya.
Keenan sama sekali tak terkejut, dia tau Lettycia luar dalam. Wanita itu adalah wanita yang nekat tanpa peduli apapun.
"Aku bingung, bagaimana seseorang yang hanya melakukan making out, bisa membuat seorang wanita hamil. Lihat istri ku, kami bercinta sekali saja waktu masih pacara dulu, langsung menghasilkan dua benih sekaligus. Lalu ini" Keenan mengelus perut istri nya. "Kami melakukan sekali di Villa, langsung tumbuh bayi di dalam sini. Lihatlah, kami menikah baru 4 bulan, istri ku sudah hamil 4 bulan lebih." Ujar Keenan bangga dan menyeringai melihat kegugupan Letty.
Sementara wajah Arumi sudah memerah menahan malu, akibat kalimat tak tau malu suaminya itu.
__ADS_1
"Tapi kita pernah melakukan nya di belakang gudang kampus kalau kau lupa, Ken!" seru Letty bergetar.
"Hampir Letty, hampir. Kita tidak benar-benar melakukan nya, aku bahkan tidak mengalami ejakulasi saat itu. Bagaimana kau bisa hamil?" Kata-kata vulgar Keenan semakin membuat Arumi ingin menghilangkan diri nya dari sana.
"Bisakah kita tidak membahas soal percintaan panas kaliam di masa lalu? di sini banyak telinga yang akan mendengar, tau malulah sedikit." Arumi bergegas meninggalkan Keenan dan Letty yang masih bersitegang.
Sadar istri nya pergi, Keenan segera menyusul. Namun Letty meraih tangan Keenan dan memohon untuk tidak di tinggal kan.
"Ken, jangan tinggalkan aku lagi. Bisa jadi ini anakmu, bukankah waktu itu kau juga sudah sangat bergairah. Aku tau kau sudah lama tidak mengeluarkan cairan mu, kita sudah lebih dua Minggu tidak melakukan making out. Kau sudah berada di puncak nafsumu saat itu, ujung milikmu sudah mengeluarkan cairan. Aku merasakan nya Ken, aku yang menyentuh nya saat itu." Lettycia berusaha menguatkan argumen nya.
"Kau juga sudah memasuki ku, dan kau sempat mendiamkan sejenak. Bisa jadi cairan m*a*nimu keluar sedikit, aku sedang sangat subur waktu itu. Aku tau kau tidak akan kuat berlama-lama aku sentuh milik mu, jika kau sudah lama tidak bermain. Kau akan cepat keluar " keenan terdiam, benar memang, dirinya memiliki libido yang tinggi, saat itu sudah hampir dua minggu Letty tidak memberikan pelayanan, pada adik kecilnya.
Biasanya hanya dengan beberapa kali mulut lincah Letty bermain dengan miliknya. Dia akan langsung keluar. Benarkah dia tidak sadar jika dirinya sudah membuat wanita itu hamil. Argumen Letty cukup kuat, dia mulai meragu.
"Jika itu memang anakku, aku yang akan merawat nya bersama istri ku. Dan jika istri ku menolak, kau boleh merawatnya. aku akan membiayai hidup kalian sampai dia dewasa. Tapi jangan sekali-kali mengganggu hidup tenang keluarga kecilku." Keenan melepaskan tangan Letty dengan kasar.
"Aku akan menggangu mu sampai kau menikahi ku, Ken. Kau tidak adil padaku, ini juga anakmu. Jordan bukan ayahnya, aku sudah hamil 1 bulan saat kami mulai berkencan." Teriak Letty tidak terima, keenan berbalik lalu menatap tajam Lettycia.
"Di mana kau tinggal? aku akan ke sana. Tapi jangan mengacau kan mood istri ku, aku mencintainya, sangat. Jangan membuat ku marah padamu" Keenan berbalik dan meninggalkan Letty dengan perasaan campur aduk.
Walau arumi sudah tau segalanya tentang dirinya saat tinggal di Sidney, Arumi tidak mempermasalahkan nya, karena itu sudah lewat. Meski dia tau, hati wanita itu pasti sakit, saat tau suaminya pernah di jamah oleh wanita lain.
"Apa yang kau katakan, seperti nya dia sangat marah'." Suami datar Arumi membuat nyali Keenan serasa berada di tepi jurang.
"Dia ngotot mengatakan jika itu anakku" aku bahkan tidak sampai bercinta dengan nya waktu itu." Jelas Keenan berusaha menghibur dirinya sendiri. Dia memang tidak merasa ejakulasi, lalu bagaimana bisa wanita itu hamil. Walau kadang pria seringkali kepas kontrol, saat mereka akan ejakulasi namun sayang menyudahi permainan. Hingga tanpa sadar mengeluarkan sedikit cairan mereka, namun dalam kasusnya. Dia baru akan memulai permainan, dan hanya sekali celup saja tanpa gerakan. Heran saja, jika sampai sp*er*ma nya bisa tumpah di rahim wanita itu dan dia tidak menyadari nya.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang terucap dari mulut keduanya, Keenan dengan pikirannya sendiri, dan Arumi dengan persepsi nya sendiri. Bagaimana pun dia mantan perawat.
__ADS_1
βHayy guys π€π₯° terima kasih sudah mampir, tolong tinggalkan komentar kalian jika menyukai cerita ini. Jika masih ada alur yang kurang greget dan tidak enak di baca, mohon komen yaa. Akan segera author revisi. Dukungan kalian akan membuat othor semakin semangat untuk berkarya π€π€ππππ