Maaf, Untuk Lukamu!

Maaf, Untuk Lukamu!
Dia bukan bayimu


__ADS_3

Arumi masih betah dalam diam nya sudah 2 hari ini, sementara Keenan sedang berusaha menghubungi Jordan. Pria itu baru seminggu yang lalu menghubungi nya, lalu kenapa tiba-tiba menghilang.


"Sayang, apa kau masih marah padaku?" Keenan memberanikan diri nya untuk bertanya.


"Tidak, aku hanya sedang mengumpulkan sedikit bukti, jika bayi itu bukanlah milikmu." Arumi menjawab tanpa menoleh sedikit pun. Tangannya sibuk menggulir ponsel pintar nya.


Keenan tersenyum lega, lalu memeluk istrinya dari belakang. "Maafkan masa laluku yamg buruk, aku sungguh menyesalinya. Andai aku bisa memutar waktu, aku lebih memilih membatalkan keberangkatan ku ke Sidney waktu itu. Dan kita menikah lalu membesar kan anak-anak bersama. Maafkan aku sayang, aku bodoh." Keenan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Arumi, pria itu terisak pelan.


"Sudahlah, semua sudah berlalu. Sekarang hubungi temanmu itu, maka kita akan tau kebenaran nya." Ujar Arumi menenangkan suaminya.


"Terimakasih kasih sayang, terimakasih sudah mau mempercayai ku. Aku akan menghubungi Alek saja, kenapa aku bisa lupa jika mereka tinggal di apartemen yang sama." Keenan mengecup kening istrinya lalu kembali meraih ponsel nya untuk menghubungi Alek.


Dua kali panggilan tidak mendapatkan respon, Keenan mulai gelisah. Dia merasa teman-temannya mulai menjauhi nya.


Tak menyerah, Keenan kembali mencoba lagi dan langsung di angkat.


"Hallo Ken, ada apa?"


"Kenapa lama sekali?" Keenan bukan nya menjawab justru melempar kan kekesalannya pada Alek.


Terdengar helaan nafas berat di ujung sambungan, "Aku baru dari ruangan dokter, Jordan koma" ucapan Alek membuat Keenan terkejut, bagaimana bisa, Minggu lalu Jordan baik-baik saja.


"Apa yang terjadi? seminggu yang lalu Jordan menelpon ku, mengabari ku jika akan menikah dengan Letty." Cecar Keenan penasaran.


"Lettycia menusukkan pisau ke perut Jordan, dan mengenai organ dalam nya sedikit. Dan kondisi nya belum membaik, hanya aku dan Filip saja yang menjaganya bergantian. Kau tau kan Jordan itu yatim piatu." Jelas Alek panjang lebar.


Nafas Keenan naik turun tak beraturan, pantas saja Letty ada disini sekarang. Wanita itu pasti kabur dari sana, dan berlari padanya berharap mendapatkan perlindungan.


"Dasar ******!!" umpat Keenan tanpa sadar, Arumi sampai menghentikan aktivitasnya.


"Ya dia ******, ****** mu Keenan. Apa kau lupa, kalian bahkan sering making out di mana saja kalian mau. Tidak peduli jika ada kami di sekitar kalian." Alek menekan setiap katanya seolah Keenan juga ikut andil akan perbuatan Letty.


Keenan terdiam, tidak menampik tidak juga membenarkan. Lettycia selalu memberikan rangsangan tidak peduli jika mereka sedang duduk bersama orang lain di club.

__ADS_1


Dan nafsu bodohnya selalu terhanyut tanpa peduli keadaan. Kini dia benar-benar merasa sangat malu dan jijik pada dirinya sendiri. Dosa masa lalunya begitu menumpuk dan tak mungkin bisa dia tebus dengan mudah.


"Lettycia ada di sini sekarang, dia meminta ku menikahi nya. dan mengatakan jika itu adalah anakku, aku hanya ingin bertanya pada Jordan berapa usia kehamilan letty." Setelah terdiam dalam rasa bersalah akhirnya Keenan berujar kembali.


"6 bulan seingat ku, masuk 6 bulan. Dikamar Jordan ada beberapa lembar usg yang Jordan masukkan dalam figura. Aku akan memfoto nya dan mengirim padamu." Alek pun mulai melunak.


"Ya sudah, aku akan ke ruangan Jordan dulu


Filip baru saja kembali dan kini giliran ku. Semoga urusan mu cepat selesai, dan selamat atas pernikahan mu. Dan ya, jika urusan mu sudah selesai dengan nya, kirim wanita jahanam itu ke dalam penjara." klik


Keenan masih terdiam, namun dalam benaknya terbersit harapan yang besar.


"Bagaimana?" suara Arumi memecahkan lamunan Keenan.


"Ah? maaf sayang, aku terlalu bahagia. Alek Akan mengirim kan foto usg Letty dan dia bilang jika kehamilan letty baru memasuki usia 6 bulan." Jelas keenan menyampaikan apa yang di katakan oleh Alek padanya.


"Pantas saja, tidak seperti hamil 7 bulan," gumam Arumi namun masih bisa di dengar oleh Keenan. Ternyata istri nya sedang mencari referensi tentang usia kehamilan dan ukuran lingkar perut. Sangat cerdas, dia saja tidak berpikir sampai sejauh itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ting tong


Mata Letty berbinar, siapa lagi yang tau tempat tinggal nya selain Keenan.


klek


"Keen, akhirnya kau datang juga. Aku sangat merindukanmu" Letty memeluk Keenan erat bahkan sampai mendidih perut nya.


"Perutmu tertindih, Letty" ucap Keenan mengingat kan.


"Ah ya, maaf. Aku lupa ada anak kita disini." Cengir letty lalu menarik tangan Keenan ke sofa.


"Aku merindukan mu Keen, aku sama sekali tidak bahagia bersama Jordan walau aku sudah berusaha keras menerima nya." Lettycia terus memeluk lengan Keenan dan memainkan jari pria itu. Keenan hanya bergeming.

__ADS_1


"Aku buatkan minum, sebentar." Lettycia bernjak.


"Tidak perlu repot-repot Letty, duduk lah, aku ingin berbicara."


"Sebentar saja, duduk diam aku akan segera kembali." Lettycia memaksa lalu beranjak menuju dapur, apartemen itu hanya sebuah flat kecil.


"Ini, hanya itu yang ada. Aku belum sempat berbelanja, tadinya jika kau tidak sibuk, aku ingin mengajakmu membelikan kebutuhan bayi kita." Ujar Letty dengan senyum sumringah.


"Minumlah Ken, aku tidak menaruh racun di dalamnya." Kekeh Letty geli melihat Keenan yang seolah takut minum minuman nya.


"tidak ada racun memang, tapi ada obat lain yang kau masukkan ke dalamnya" gumam Keenan dalam hati.


"Aku ingin berbicara lebih dulu," Keenan menatap Letty yang nampak tenang, sungguh definisi psikopat sejati pikirnya.


"Dengar Letty dan jawab aku dengan jujur, kejujuran mu lah yang akan menentukan keputusan ku. Aku akan mempertimbangkan mu sebagai istri keduaku, asal kau tidak berbohong padaku. Aku tidak suka punya istri pembohong hal sekecil apapun itu, termasuk siapa ayah kandung anakmu ini. Aku hanya ingin tau saja, aku juga merasa bersalah telah meninggal mu dulu. Aku merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi padamu, meski pun bayi ini bukan milikku sekalipun. Asal kau mau jujur padaku" Sungguh Keenan ingin muntah darah sekarang, mulut nya sangat lancar berbicara.


Lettycia menelisik wajah Keenan mencari kebohongan dimata pria itu, dia mengenal Keenan selama empat tahun. Dan dia tau kapan Pria itu berbohong dan kapan Keenan berbicara serius.


"Kau yakin Ingin mendengar kejujuran ku? apa kau tidak akan berubah pikiran jika bayi ini bukan milikmu? kau yakin akan menikahi ku walau dia bukan anakmu?" Lettycia memberondong Keenan dengan pertanyaan menuntut kepastian.


Keenan mengangguk mantap, "sekarang katakan padaku, jujurlah, aku tidak akan memaafkan mu jika kau sampai berbohong padaku. Kau tau, jaman sekarang mudah untuk mengetahui hal seperti ini." Ujar Keenan diselingi sedikit ancaman di akhir kalimat nya.


Lettycia terlihat berpikir keras "Dia bukan bayimu, Ken" ujar Letty dengan suara pelan. Keenan menyeringai puas.


"Sekali lagi, katakan dengan jelas Letty" Keenan meraih dagu Letty yang menunduk. Wanita itu berbinar, mengira Keenan akan menciumnya seperti di masa lalu.


"Dia anakku dan Jordan, dan usia kehamilan ku sekarang baru masuk 6 bulan. Kau janji akan menikahi ku kan?" tuntut Letty menggenggam tangan Keenan.


Keenan bergeming. Lettycia mulai gelisah, "Ken?"


"Hah? maaf Letty, aku hanya sedang berpikir. Jadi benar ini bukan bayiku?" tanya Keenan kembali memastikan. "Padahal aku sangat berharap kau mengandung anakku" Keenan memperlihatkan wajah kecewanya, Letty merasa senang bukan main. Benar, Keenan tidak sedang menipu nya.


"Kita bisa menggugurkannya, lalu aku akan segera hamil anakmu Ken" hampir saja Keenan terkena serangan jantung dadakan mendengar perkataan Letty.

__ADS_1


"Tidak seperti itu juga Letty, aku tidak sejahat itu. Biarkan dia terus berkembang di perutmu. Kau harus membuat nya tetap sehat dan terlahir dengan selamat ke dunia ini. Aku berjanji akan menikahi mu, tapi nanti, setelah kau melahirkan." Ujar Keenan hati-hati, dia tau tempramen Letty sangat buruk. Dia tidak ingin wanita itu menyakiti anak sahabatnya, dia berhutang segalanya pada Jordan, yang sudah menahan Letty berbulan-bulan agar tak mengejarnya.


Kini dia akan membalas kebaikan Pria itu, tentu saja sudah dengan kesepakatan bersama sang istri.


__ADS_2