Maaf, Untuk Lukamu!

Maaf, Untuk Lukamu!
Akhir Bahagia


__ADS_3

"Boleh ya? nyicil sedikit buat persiapan malam pertama.." ujar Eiden terkekeh pelan. Sonia mendelik kesal.


"No, nanti kebablasan bagaimana ? apa kau masih bisa menahan nya?" dapat Sonia rasakan milik Eiden yang sudah sangat mengeras menyentuh paha nya yang tak tertutup kain. Karena celana yang dia gunakan hanya sebatas paha atas.


"Lihat saja nanti... lanjut ya, masih haus.." Eiden tersenyum miring kemudian melanjutkan aktivitas nya. Bermain-main dengan kedua benda bulat itu bergantian. Tubuh Sonia serasa terbakar, hawa panas mulai menjalar. Sungguh sensasi yang aneh, namun menuntut lebih.


Tanpa sadar kedua tangan nya menarik jaket yang di pakai oleh Eiden hingga terlepas. Kini posisi ke-dua nya setengah naked bagian atas.


Eiden semakin bersemangat, merasa mendapat respon positif dari sang kekasih. Tangan nya mukai gencar mencari bagian lain dari tubuh sintal Sonia. Hingga berakhir di sebuah lembah, tangan itu mulai berhenti. Namun tidak dengan gerakan nya, tubuh Sonia menggeliat tak karuan saat jari Eiden bermain aktif di bawah sana.


"Sakit ?" bisik Eiden di telinga Sonia, gigitan kecil dia berikan di daun telinga kekasih nya.


Sonia menggeleng pelan, Eiden memasukkan lebih dalam hingga akhirnya Sonia memekik.


"Sakit sayang?" tanya Eiden khawatir. Di tariknya dua jarinya dari sana, saat mendengar suara rintihan tertahan Sonia.


"Sedikit. Perih..." ucap Sonia jujur, deru nafas nya masih memburu.


"Padahal baru make jari loh sayang, gimana kalo junior yang masuk. Pasti kau langsung berteriak." Goda Eiden menatap manik Sonia penuh hasrat.


"Ya jangan di masukin, katanya nyicil kan? udahan yuk, aku risih.." ujar Sonia malu.


"Tangung yang, baru mulai kau bahkan belum keluar. Coba lagi ya, tidak akan di masukkan terlalu dalam. Sedikit saja seperti tadi, bukankah sangat nikmat. Kau menikmati nya tadi..." Eiden kembali menggoda sang kekasih hingga Sonia benar-benar malu. Di peluknya tubuh Eiden untuk menyembunyikan wajahnya. Eiden tertawa renyah kemudian mulai memberikan ciuman kecil di tubuh sang kekasih. Ini pengalaman pertama nya, hasil tutorial akun terpercaya.


"Aku masuk ya sayang ? tidak kuat lagi, sesak pengen muntah dia...," pinta Eiden mengiba. Sonia yang sudah di landa hasrat menggebu hanya bis mengangguk pasrah. Dia baru saja mencapai puncak nya, tubuhnya pun masih menyisakan getaran yang tak biasa.


Pergumulan panas pun terjadi, suara rintihan tertahan dan de*s*ahan kedua nya tersamarkan oleh suara hujan. Setengah jam lebih pergulatan penuh peluh, membuat tubuh Eiden ambruk di atas tubuh Sonia.


"Makasih sayang, sudah menjaganya untuk ku." Eiden mencium kening Sonia dengan perasaan penuh.


"Kita menikah minggu depan, aku tak ingin kau hamil sebelum kita menikah. Karena setelah ini, aku akan meminta jatahku dengan rutin. Kau benar-benar membuat ku candu sayang, pengen lagi boleh?" tanpa menunggu persetujuan Sonia Eiden kembali mengulangi nya. Hingga tak terasa, ke-dua nya telah menyatu beberapa kali.


Eiden melirik ponsel nya yang terus berkedip, rupanya pesan dari orang tua nya.


Entah apa yang di ketik oleh pria itu, yang jelas kalimat yang membuat kinerja jantung Keenan menjadi tak kondusif setelah membacanya.


"Euunghhh..." lenguhan Sonia mengalihkan perhatian Eiden.


"Sayang, kita balik yuk. Malam ini nginap di apartemen ku saja." Eiden merapikan rambut kusut kekasih nya dengan jari.

__ADS_1


"Emang udah pukul berapa?" suara serak Sonia terdengar begitu merdu di telinga Eiden.


"Pukul 2 dini hari.." Sonia sontak bangun kemudian meringis menahan nyeri di area sensitif nya.


"Ya ampun, mami bisa bunuh aku kalau gini." Ucap gadis itu panik.


"Udah, tenang dulu. Besok aku antar, biar aku ngomong langsung pada orang tua mu. Aku bukan pria brengsek, yang setelah menghisap madu lalu ku tinggalkan begitu saja. Ayo bersiap, di dalam air nya mengalir. Tadi aku sudah mengeceknya." Eiden mengangkat tubuh polos Sonia untuk membantu kekasih nya membersihkan diri.


Kini mereka dalam perjalanan menuju apartemen, Sonia duduk dalam posisi menyamping. Miliknya masih sangat ngilu, dan Eiden menyarankan posisi terbaik untuk nya.


Setibanya mereka di apartemen, Eiden segera membuka pintu. Membawa Sonia masuk untuk melanjutkan istirahat.


"Mau langsung tidur ? tidak mau makan dulu? aku bikinkan spaghetti mau?" tawar Eiden menarik pelan selimut Sonia.


"Ngantuk, nanti aja sekalian sarapan.," tolak Sonia. Dia selalu takut makan malam, mengingat jika tubuhnya gampang melar.


"Makan, dikit aja, ya.." Eiden sedikit memaksa, dia tau Sonia mengidap penyakit maag karena kebiasaan menahan lapar. dia tau jika kekasih nya takut terlihat gemuk. Padahal dia menyukai nya, walau dulu sering mengejek kekasih nya ketika mereka masih sekolah.


"Maksa ih, dikit tapi ya...tar aku jadi babon kalo banyak makan, malam pula. Aduh...meresahkan." Keluh gadis itu. Sebenarnya dia juga tengah menahan lapar sekarang. Namun urung makan saat mengingat bobot nya bisa saja naik oleh makanan yang akan dia makan.


"Gemuk pun aku tetap cinta, mau gimana lagi. Udah terlanjur sayang ini, udah mentok. Mana pas lagi, bisa jepit pula.." ujar Eiden mulai keluar jalur. Sonia menghadiahi cubitan gemas di perut pria itu.


"Auw sayang, jangan di cubit dong.. Di elus di celupin trus di ****." Seloroh pria itu tergelak.


"Aku masak dulu tidak akan lama, jangan tidur oke." Setelah di tinggal keluar, Sonia mulai memejamkan kedua matanya. Dia sungguh sangat lelah dan ngantuk bercampur menjadi satu kesatuan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒน


Waktu berlalu begitu cepat hari ini waktu yang di tunggu telah tiba. Eiden dan Sonia telah resmi menikah di usia Yang ke dua puluh tahun.


Kebahagiaan luar biasa telah mereka rasakan, apa lagi setelah beberapa bulan pernikahan. Ini adalah bulan yang sangat mendebarkan. Hasil cinta di rumah kosong mereka akan segera launching.


Bayi kembar yang sangat cantik dan tampan kini telah menyempurnakan pernikahan kedua nya.


Belajar menjadi orang tua adalah hal wajib, karena tidak ada kelar nya.


Beberapa tahun terlewati hingga kini Eiden merasa kan bagaimana menjadi seorang ayah yang sesungguhnya. Rasa was-was ketika anak gadis nya belum kunjung pulang meski sudah menunjukkan pukul 11 malam.


"Belum di angkat?" tanya Sonia duduk di samping sang suami.

__ADS_1


"Belum, aku khawatir akan ku terkena karma. Dulu aku melakukan nya sebelum kita menikah." Ujar Eiden penuh nada kekhawatiran.


"Sudah, Nessy akan baik-baik saja. Anak kita bisa menjaga dirinya dengan baik, percaya lah." Hibur Sonia menenangkan sang suami tercinta.


Begitu lah keseharian Eiden, selalu di terpa kegelisahan dan dan rasa bersalah akan masa lalu.


Hingga suatu hari, sang anak menghadap nya dan mengatakan akan segera menikah dengan kekasih nya. Sudah Eiden duga, anak nya sering pulang larut malam meski gadis manis itu tidak sedang dinas.


Namun dugaan nya meleset, Nessy selama ini merawat kekasih nya yang sedang sakit keras. Dia ingin menikahi pria itu untuk memberikan kebahagiaan di sisa umur nya yang tak lama lagi.


Sungguh Eiden tersentuh, diapun merestui pernikahan putri nya meski hanya di lakukan sederhana di ruang rawat rumah sakit.


Suami putrinya anak yatim piatu yang di buang oleh orang tuanya ke panti asuhan. Namun pria gigih itu berhasil menjadi seorang dokter berkat ketekunan nya belajar untuk mendapatkan beasiswa.


1 bulan menikah, Farhan berpulang. Nessy berduka, tentu saja. Siapa yang tak sedih di tinggal oleh orang terkasih nya.


Namun duka itu sedikit memudar, berganti dengan suka cita. Nessy di nyatakan hamil. Dan beruntung nya, Farhan berhasil menabur benih unggul. Bayi kembar tiga.


Waktu terus berjalan. Eiden telah resmi menjadi seorang kakek dari tiga orang cucu sekaligus. Hidup nya sempurna karena kehadiran cucu-cucu nya.


Tahun demi tahun Nessy tak kunjung menikah. Cinta nya telah di bawa pergi oleh sang suami. Kini anak-anak nya telah remaja. Ketiganya baru saja lulus SMA. Hatinya menghangat. Memuji kesetiaan nya pada sang suami.


Hidup tak ada yang tau. Alur cerita selalu membuat segala hal tak terduga terjadi begitu saja.


Namun akhirnya sang bahagia menyapa walau harus kehilangan salah seorang yang kita cintai.


**Terimakasih banyak atas atensi kalian terhadap novel remahan ini.


Ini hanya kisah penuh kehaluan hakiki, namun terselip banyak kisah yang bisa kita petik hikmahnya.


Akhir kata author sekali lagi ingin mengucapkan banyak-banyak Terimakasih dan rasa syukur. Semoga kita semua memiliki kisah hidup yang berbahagia seperti ending kisah novel ini.


Sehat selalu para readers ku, jangan lupa mengucap syukur atas nikmat yang telah kita miliki.


Luv yuu kalian semua, silahkan mampir di novel othor yang lain nya yaa๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿค—๐Ÿค—


#RosySanders


#DarkestDream

__ADS_1


#BelovedMyAna


...END**...


__ADS_2