Maaf, Untuk Lukamu!

Maaf, Untuk Lukamu!
Kebimbangan hati Alisya


__ADS_3

"Al? Sayang? beri aku kesempatan, aku tidak bisa hidup tanpa mu. Aku kacau, aku menyesal. Sungguh, demi apapun di dunia ini, aku rela menukar nya dengan mu. Aku mohon sayang, demi perjuangan kita selama 7 tahun ini. Aku yakin kau tidak akan melupakan nya begitu saja. Perjumpaan dan perjuangan kita penuh dengan banyak harapan. Ijin kan pria bejat ini memperbaiki diri, tolong." Rentetan panjang ungkapan penyesalan Handaru mantan kekasih Alisya, tidak membuat wanita itu tersentuh.


"Apa kau sudah selesai ?" Daru menatap perih ke arah Alisya, wanita yang sangat dia cintai. Dia tau tatapan mata penuh cinta itu sudah tidak terlihat lagi di sana, namum juga tidak ada tatapan kebencian. Membuat hati nya semakin sakit. Semudah itu kah Alisya melupakan nya?


"Aku sibuk, hari ini aku harus melakukan fitting baju pengantin bersama calon suami ku. Jadi, jika sudah tidak ada lagi yang penting, aku permisi." Alisya melanjutkan langkah nya tanpa menoleh lagi. Tidak ada lagi getaran yang dia rasakan saat bersitatap dengan mantan kekasih nya itu. Yang ada hanya rasa iba, entahlah, mungkin karena mereka sudah mengenal selama bertahun-tahun lamanya. Sehingga dia bisa begitu mudah menilai, jika kehidupan Handaru tidak lagi sama setelah berpisah dengan nya.


Sementara Handaru terduduk di lantai sambil menangis terisak, tanpa peduli tatapan aneh orang-orang yang melihat nya. Penyesalan memang selalu muncul di belakang, niat hati tak ingin merusak kekasih nya sebelum mereka menikah. Malah mengantar kan nya pada akhir hubungan nya dan Alisya.


Dia benci diri nya sendiri, orang tua nya pun membenci nya. Semua kesalahan di limpahkan pada nya, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya semakin kurus dan tak terawat, perusahaan yang dia bangun dari uang Alisya mulai goyah. Bukan karena perbuatan wanita itu, melainkan karena diri nya mulai tidak lagi bersemangat untuk menjalankan perusahaan tersebut.


Semua harapan besar dia bangun saat membangun perusahaan itu, agar kelak Alisya dan anak-anak mereka tidak kekurangan apapun. Namun kini semua hanya tinggal mimpi. Dan apa katanya tadi? fitting baju pengantin ? disaat diri nya masih terpuruk selama berbulan bulan, Alisya sudah akan membangun hubungan baru dengan pondasi yang lebih kokoh. Daru meraung meratapi nasibnya, di sudut lain, seorang wanita menatap nanar pada pria yang diam-diam dia cintai itu.


Seberat ini kah karmanya, menghancurkan hubungan sahabat nya tanpa perasaan. Dan kini dia terjebak dalam situasi tak menguntungkan. Anak sialan itu hadir di saat tak satupun yang menginginkan nya. Tekad nya sudah bulat, janin itu akan dia abo*rsi saja. Maka dia tidak akan pusing membesar anak yang tak di inginkan oleh ayahnya sendiri.


Daru sudah menolak nya berkali-kali, bahkan pria itu meragukan anak yang di kandung nya. Diri nya mungkin wanita kotor, Daru pria ke sekian yang menikmati tubuh nya. Namun selama berhubungan dengan pria itu, dia sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan siapa pun.

__ADS_1


Sita memutar langkah nya, rasa sakit menyeruak hingga ke tulang-tulangnya. Saat melihat bagaimana Daru rela menjatuhkan harga diri nya demi seorang Alisya, hati nya sakit dan tak rela, namun tak bisa berbuat apa-apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Handaru berjalan gontai menuju kamar nya, kamar laknat yang membuat hubungan nya dan Alisya berakhir. Pria itu tertawa terbahak-bahak, namun terdengar menyedihkan. Jiwa nya semakin tergoncang hebat saat tau Alisya nya akan menikah. Tatapan nya tertuju ke arah balkon, di mana dulu Alisya sering duduk bersantai bersama nya mengobrol ringan sambil merancang masa depan mereka.


"Kau ingin aku melepaskan mu bukan? aku akan melepaskan mu, seperti yang kau inginkan. Tenang saja, setelah ini, aku tidak akan menggangu mu lagi. Maaf atas luka yang ku torehkan, aku menyesal. Aku hanya tidak bisa merusak mu, akan lebih baik jika wanita lain, karena aku tidak menggunakan perasaan ku. Namun aku salah, aku lupa. Tidak satupun wanita yang rela berbagi kekasih nya, meski hanya sekedar perhatian." Daru kembali tergugu, bahu nya berguncang keras.


Di tatapnya lampu kerlap kerlip di bawah sana, sungguh indah. Alisya sangat menyukai momen di mana mereka selalu menatap langit malam juga jalanan padat malam hari. Dengan banyak lampu menyala di mana-mana.


Panggilan pertama tersambung namun tidak di angkat, Daru tersenyum miris. Sebesar itu kah dosa nya sampai untuk berbicara pun sudah tak bisa.


Tak ingin menyerah, Daru kembali menekan panggilan kedua, tersambung dan kali ini di angkat. Senyum terbit di bibir nya.


"Al, ini aku, Daru. Jangan di matikan, bisa jadi ini panggilan terakhir ku." Handaru menarik nafas nya dalam lalu melanjutkan kalimatnya. "Aku minta maaf untuk segala dosa-dosa ku pada mu, maaf untuk lukamu. Aku tidak tau bagaimana cara menebus nya, hidup ku hancur berantakan tanpa mu. Maaf tidak mengurus perusahaan dengan baik belakangan ini, aku tak tau caranya berjalan normal tanpa kau yang selalu peduli padaku. Hari-hari ku sudah tak sama lagi, segala hal yang ku kerjakan semua mengingat ku akan dirimu. Aku bodoh karena melakukan Kesalahan yang sangat fatal, namun satu hal yang bisa ku bangga kan dalam hidup ku." Daru kembali menekan sesak di dada nya. Sakit sekali rasa nya.

__ADS_1


"Aku bangga karena tidak merusak mu, meski hanya sekedar Ciuman. Satu-satunya hal yang tidak aku sesali, semoga pria yang akan menjadi suami mu bisa menjaga mu lebih baik dari ku. Mencintai mu tanpa pernah menyakiti hati mu. Hidup lah dengan baik, aku tidak akan menggangu mu lagi. Berbahagia lah, jika mungkin, dan suami mu tidak keberatan. Beri salah satu anakmu menggunakan namaku. Bukan kah kau selalu menyukai namaku?" Kekeh Handaru dengan air mata yang semakin deras mengalir.


Tangan kirinya menekan dadanya kuat-kuat, sakit, sangat sakit.


"Maaf terlalu lama menyita waktu mu, sampai kan salam hangat ku pada calon suamimu. Katakan padanya, aku sudah ikhlas, aku tidak akan mendatangi mu lagi meski dalam mimpi sekalipun. Aku senang kau menemukan pria yang baik, aku akan mendoakan mu di manapun aku berada." Daru tak kuat lagi, pria itu terduduk di sisi pagar balkon. Melepaskan separuh jiwa yang selama ini dia jaga sepenuh hati. Nyatanya, kini jiwa raga itu akan menjadi milik orang lain karena kebodohannya sendiri.


"Al? Titip kedua orang tua ku, aku percaya kan mereka padamu. Kau tau seberapa besar mereka mencintai mu melebihi mereka menyayangi ku sebagai seorang putra tunggal. Katakan aku menyesal telah melukai hati mu juga hati keduanya. I love you Alisya Agam, always and forever." Klik


Air mata Alisya mengalir sama derasnya, 7 bulam berpisah dengan Handaru memang telah memudarkan perasaan cinta nya. Namun kedekatan keduanya selama bertahun-tahun, telah menumbuhkan rasa sayang sebagai seorang sahabat yang begitu dalam. Kalimat demi kalimat panjang Handaru telah menggetarkan hati nya. Rasa iba menelusup tanpa bisa dia cegah.


Ditatapnya Mike yang masih menatap nya dengan tatapan tak terbaca. Pria itu mengangguk pelan kemudian tersenyum begitu tulus. Hati Alisya sakit melihat nya.


Setelah berpamitan, Alisya mengendarai mobil nya seperti orang kesurupan. Dia tau arti kata-kata yang Handaru ucapkan. Pria itu sedang sangat putus asa dengan hidup nya. Demi menjaga kehormatan nya, Handaru menempuh jalan yang salah. Entah siapa yang lebih dulu menggoda atau tergoda, Alisya lupa mengoreksi nya. Kesalahannya yang selalu meminta Handaru menjemput sahabat nya meski pria itu sering menolak.


Kesalahannya yang selalu memaksa Handaru bersikap baik pada Sita, hanya karena wanita itu sahabat baik nya. Ini juga salah nya, salah nya karena memberikan kesempatan dan peluang bagi keduanya untuk sering menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


Suara decitan ban mobil Alisya membuat penjaga apartemen keluar dari pos nya.


__ADS_2