
Setelah segala prosesi acara selesai berlangsung, kini pengantin baru rasa sewindu, sedang misuh-misuh dengan gaun pengantin Arumi yang kancing nya macet.
"Ini gimana sih, susah bener." Keluh Keenan untuk ke sekian kalinya. Arumi hanya bisa menarik nafas panjang. Sebenarnya tidak akan macet, jika saja Keenan membuka nya perlahan. Hingga akhirnya kancingan gaun tersebut tersangkut printilan nya dan macet.
"Minta tolong Keyra aja gih, kaya gini tidak bakal lepas. Aku juga tidak lihat bagaimana posisi nya di belakang situ." Ujar Arumi memberikan solusi.
"Tidak, apaan. Yang ada aku malah di ledek habis habisan sama mereka." Tolak Keenan tegas.
Arumi hanya bisa pasrah, punya suami yang kepala keras melebihi batu karang.
Kreessss kressss
Arumi melongo mendengar suara asing di belakang gaunnya, kemudian dia merasa kan tubuhnya terasa ringan dari gaun yang ketat tadi.
"Bereskan, ini gunting juga kenapa baru keliatan sih, pas lagi butuh-butuhnya" ujar Keenan enteng tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Mata arumi melotot tajam, gaun pengantin impian nya, yang rencana akan dia rawat penuh kasih sayang sebagai kenangan. Kini benar-benar tinggal kenangan. Dasar suami laknat batin nya kesal.
Wanita itu pergi ke kamar mandi lalu menutup nya dengan kencang, Keenan sampai terjengkit kaget. Istrinya galak bener batin Keenan takut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Loh? kok pengantin baru kelayapan, ada yang tidak bener ini" ujar Jevier menelisik wajah kusut Keenan, yang ikut duduk di sofa terlihat seperti habis di talak tilu.
"Lagi M mungkin" timpal Aldo sok tau.
"Kenapa muka nya gitu amat, balik ke kamar gih. Tar ending film nya tidak sesuai harapan lagi" Gerutu Dean mengusir Keenan dari samping nya.
"Eh! kanebo! sejak kapan mood seseorang mempengaruhi ending sebuah film?!" balas Keenan ngegas.
"Diam diam, berisik! anak-anak lagi pada tidur" ketus Keyra dari arah dapur membawa termos kecil dan toples kue dikedua tangan nya.
"Loh? kok bisa ikut nongkrong di sini? abis di talak Arumi, kasiaan" Sadis nya adik perempuan Keenan yang satu itu, untung sayang.
"Masuk kamar!" seru para pria itu bersamaan, namun tidak dengan Al. Dia kalem aja, sekarang nasibnya sama seperti Keenan. Terdampar bersama para pria menyebalkan ini.
__ADS_1
"Idih, pada sensian" ujar Keyra cuek kemudian berlalu ke kamar.
Rumah besar Reegan malam itu penuh sesak dengan kehadiran para sahabat dan kerabat. Keenan memutuskan mengadakan pesta pernikahan di rumah saja, biar nuansa kekeluargaan nya berasa, katanya. Kalau di hotel, semua kerabat dan sahabat berasa tamu undangan semua. Akhirnya yang pulang jadi tidak ketahuan, padahal masih ingin bercerita banyak, tapi karena situasi yang serba VVIP, semua jadi canggung.
"Sialan kalian, istri ku kenapa di sentak sih" Ujar Al yang baru mulai keluar taring sepeninggalan sang istri ke kamar.
"Cuma nyuruh masuk, anak-anak nanti nyariin. Ini lagi, bapaknya malah nonton Drakor, ini kita memang udah seputus asa ini apa gimana? kaya tidak punya tontonan lain saja" Aldo mulai bersungut-sungut.
"Nonton aja jangan berisik, ini ending nya, aku harus tau cerita nya jangan sampai ada yang terlewati." Omel Dean yang sedang fokus ke layar besar di hadapan mereka.
"Ganti!" titah sang pengantin gagal unboxing.
"Berantem ya, kalau sampai berani ganti channel." Sanggah Dean tak terima.
"Remote mana remote" seru Al kompor.
"Tuh, dalam celana boxer Dean" tunjuk Jevier anteng. Pria itu sibuk makan, di atas meja mereka, di penuhi berupa macam makanan.
"Iyyuuuuhh" Aldo bergidik ngeri.
"Kudu di ganti baru nih remote control nya bunda. Dasar keponakan tak berakhlak" sungut Keenan menggeplak kepala Dean. "Aku lapar, yang pada mau makan berat tidak, truk pasir, container, buldozer. Acungkan jari" Keenan menghitung jumlah yang sedang butuh karbo.
"Kok? lebih banyak dari jumlah kita yang ada di sini ya?" ujar Keenan membuat keempat pria itu terkejut panik.
"Jangan main-main dong, ini bentar lagi kelar. Kalau sampai aku kelewatan, alamat malam pengantin mu yang akan jadi taruhan nya." Sewot Dean jengkel.
"Coba acungi jari lagi, apa aku salah hitung ya." Keenan meragu sendiri pada ucapannya.
"1,2,3,4,5... eh?kok masih lebih sih.." Keenan menggaruk pelipisnya kebingungan.
"Sini aku hitung" Dean mulai dongkol, acaranya sebentar lagi mulai setelah iklan.
"1,2,3,4.... nah! pas kan" Sidney nya dimana sih?" sungut Dean melanjutkan tontonan nya.
"Jangan bawa-bawa Sidney dong, Arumi denger, aku nya bisa kelar." Sewot Keenan tak terima, kredibilitas pendidikannya di pertanyakan, belum lagi cerita di balik itu, nyesek. "Aku kok lebih ya..." Al menatap malas kakak ipar bo*dohnya.
__ADS_1
"Ya jelas lebihlah, yang kau hitung lebih itu jari mu sendiri, geblek!" Seru Al dengan wajah bete.
"Gitu yaa.." cengir Keenan menuju dapur. Alamat membangun kan bi Surti nih kalau gini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Umii? masih marah nih ceritanya..." namun wanita itu masih tak menggubris nya. "kita ke butik lagi yuk, bikin gaun yang sama persis seperti yang kemarin." Bujuk Keenan tak menyerah.
Arumi menghentikan kegiatan sok sibuk nya, lalu menatap sang suami dengan wajah datar.
"Beneran?" tanya Arumi memicing matanya.
"Benar, masa sih aku bohong. Yuk, bersiap gih" titah Keenan penuh semangat.
"Ya udah, aku bawa gaun yang semalam kau rusak, kan lumayan dapatnya jadi dua. Itu masih bisa diperbaiki, bentar ya!" Arumi berubah dalam sekejap, wajah nya ceria berbanding terbalik dengan wajah Keenan yang menekuk sempurna.
"Tau gitu tadi, aku ajak perbaiki aja gaun yang ada." Sungut Keenan kesal. Bukan soal harga, namun jika saja tau hanya dengan mengatakan akan memperbaiki gaun yang dia rusak semalam. Mood istri nya langsung membaik, dia tidak perlu bergadang ria sambil merusak matanya menonton Drakor. Yang didalamnya pemain nya pada tidak ada akhlak. Bisa-bisa nya mereka berciuman tanpa memikirkan perasaan nya sebagai pengantin baru.
"Aku sudah siap, ayo!" ajak Arumi bersemangat, Keenan hanya bisa mengangguk pasrah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kok kesini, tidak langsung pulang saja? nanti anak-anak nyari" ujar Arumi sedikit keberatan. Pasalnya tadi dia bahkan tidak pamit pada anak-anak nya.
"Aman, bunda bilang mereka mau ngemall hari ini sekeluargaan. Kita lanjutkan yang tertunda tadi malam" 'gara-gara gaun laknat itu' lanjut Keenan dalam hati tentunya.
"Iisshh dirumah kan bisa" sungut wanita itu membuang pandangan keluar karena malu akan ucapannya sendiri.
"Di rumah tidak bebas, kau kan suka berisik kalau aku gagahi, ouchhh ken ya.. terus di si....." Arumi membekap mulut tak berfilter suaminya.
"Fokus nyetir, aku belum mau jadi janda. Yang ngantri banyak, bikin repot milih" ketus Arumi kesal sementara Keenan terbahak-bahak puas, telah berhasil menggoda sang istri.
∆Aldo(Sulung Bastian-Marissa"Alfan")_ Jevier (Sulung Revan-Nabila"Jason")_ Dean(Sulung Bintang-Sinta"Dion-Daniel")
∆Untuk papa Satria anak-anak masih cilik semua ya😅😅
__ADS_1