Maaf, Untuk Lukamu!

Maaf, Untuk Lukamu!
Aku sudah memaafkan mu!


__ADS_3

Klek


"Sia...." Kalimat Arumi menggantung, matanya membulat sempurna. Wanita itu menggeleng cepat, seakan tak percaya apa yang sedang dia lihat di hadapannya itu.


Begitupun halnya dengan Keenan, pria itu mematung, menatap nanar pada wanita yang sangat di rindukan nya itu. Wanita nya semakin cantik saja, begitu lah pikirnya.


"Hai.. Apa kabar?" Keenan menyapa Arumi dengan perasaan rindu yang membuncah, juga gugup disaat yang bersamaan. Merasa tak mendapat jawaban, Keenan kembali membuka suara. "Apa kabarmu dan anak-anak." Saat menyebut kata anak-anak, hati Keenan merasakan desiran aneh, ada perasaan hangat menjalar dalam hatinya. Juga perasaan malu pada wanita di hadapannya itu.


"Anak-anak ku baik. Terimakasih sudah bertanya, silahkan pergi dari sini sebelum anak-anak ku melihat mu." Setelah mengucapkan kalimat yang mengiris hati kecil Keenan, Arumi bersiap untuk menutup pintu rumah nya. Namun tangan kokoh Keenan menyelip hingga tak sengaja terjepit daun pintu tersebut.


Arumi melotot tak percaya, apa pria itu sudah gila. Bisa-bisanya melakukan hal senekat itu, Arumi mendorong pelan handle pintu agar tangan Keenan segera terlepas. Di liriknya tangan pria itu, memerah dan sedikit mengeluarkan darah di celah luka lecetnya.

__ADS_1


"Apa kau gila? Jangan membuat masalah di rumah ku. Pergilah, bukan kah aku sudah menjauh dari hidupmu. Apa lagi yang kau ingin kan sekarang. Anak-anak ku bahkan tidak pernah mengganggu mu, atau meminta pengakuan mu. Berhenti menghancurkan hidupku, Keenan."Arumi berkata tanpa memberi celah pada Keenan untuk mengatakan apapun. Napas wanita itu memburu, di balik wajah teduh nya, air matanya mengalir deras di sana. Arumi menyimpan amarah yang tak terhingga pada pria di depannya itu, yang tega menyuruh nya membunuh kedua anaknya, yang sedang dia kandung 3 bulan lebih.


Bisa Keenan lihat luka yang dia berikan pada Arumi begitu besar, dari cara wanita itu menolak kehadiran nya. Sudah cukup menjelas kan, bahwa kebencian di hati Arumi, sangat dalam pada nya. Keenan bersimpuh di kaki Arumi, memeluk erat kaki wanita itu dan menciumnya tanpa perasaan jijik sedikitpun. Dia hanya ingin Arumi mengampuni segala kesalahannya pada wanita itu. Berharap ada sedikit celah untuk dirinya, bisa meraih kembali hati Arumi dan anak-anaknya.


"Ampuni aku, maafkan pria bodoh ini. Maaf untuk kebodohan ku di masa lalu, maaf untuk semua lukamu, maaf telah meninggal kan mu bagai sampah dan maaf, karena sudah meminta mu... Membunuh anak-anak kita." Keenan tergugu dengan tubuh bergetar hebat, namun Arumi masih tak bergeming. Penyesalan pria itu bisa Arumi lihat dengan jelas, namun hatinya sudah mati rasa. Dia tidak ingin jatuh pada lubang yang sama, biarlah jika dia di katakan tak berperasaan. Dia hanya tidak ingin hidup tenang nya dan kedua anaknya, kacau balau hanya karena kehadiran seorang Pria dari masa lalunya. Pria yang susah payah dia lupakan, pria yang sudah menorehkan luka paling menyakitkan dalam hatinya, pria yang sudah membuatnya bagai sampah bagi keluarga nya.


"Pulanglah, calon suami ku sebentar lagi akan datang. Aku tidak ingin dia salah paham padaku." Seperti nya sudah saatnya dia membukakan hati untuk Mike. Dengan begitu, dia bisa benar benar menjauh dari gangguan seorang keenan.


"Tolong, berikan aku kesempatan untuk bisa meraih hati kalian bertiga. Kamu dan anak-anak kita." Air mata Keenan sudah tak tau berapa banyak, dia teteskan demi mendapatkan pengampunan dari Arumi. Tak peduli dengan harga dirinya sendiri, dan masa bodoh dengan pandangan orang lain.


"Aku sudah memaafkan mu, Ken. Tapi untuk kembali padamu, aku tidak bisa. Jika kau ingin meraih hati anak-anak ku, maka lakukan lah, tapi jangan pernah memaksa mereka untuk mengikuti apa yang kau inginkan. Jika Mike saja bisa menghargai keputusan anak-anak ku, aku harap, kau pun bisa melakukan nya. Sekarang pergilah, aku tidak ingin membuat seseorang terluka meski tanpa aku sengaja." Arumi melepaskan genggaman tangan Keenan, kemudian berputar kembali memasuki rumah nya. Dia tidak ingin hatinya lemah dan kalah jika berlama-lama berhadapan dengan Keenan.

__ADS_1


Sementara Keenan masih mematung ditempatnya, kalimat terakhir Arumi menyentil hati kecil nya. Dia sadar, dia sudah banyak menabur garam di atas luka yang dia toreh kan di hati wanita itu. Meski Arumi tidak memberi nya kesempatan, namun dia akan tetap memperjuangkan wanita nya dan juga anak-anak nya. Biarlah dia di katai egois, cinta itu memang egois, karena perasaan cinta, membuat seseorang memiliki hasrat untuk memiliki seutuhnya. Begitupun juga dengan nya, akan dia buktikan bahwa dirinya layak untuk di beri kesempatan dan di pilih.


Keenan berjalan gontai menuju mobilnya, perasaan nya campur aduk. Mengingat nama pria yang Arumi katakan sebagai calon suaminya, mengingat kan Keenan pada pria yang dia jumpai secara tak sengaja di bandara waktu itu. Mungkinkah mereka adalah orang yang sama, artinya, gadis kecil itu adalah putri nya. Hati keenan berdesir hebat, pantas saja wajahnya tak asing. Saat akan menjalankan mobilnya, Keenan melihat sebuah mobil memasuki pekarangan rumah itu.


Tak lama keluar pria kecil dengan tas karakter di punggung kecilnya, lalu kemudian di susul oleh seorang gadis kecil yang sudah bisa Keenan tebak siapa. Ya, gadis itu, gadis yang sama dengan yang dia jumpai di bandara. Berarti pria kecil itu juga adalah anaknya. Keenan mencengkeram kemudi mobilnya, saat melihat bagaimana kedua anaknya begitu manja pada pria lain. Sayup-sayup Keenan mendengar keduanya begitu riang memanggil pria itu dengan sebutan daddy. Hatinya sakit, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Terlihat sekali ketulusan dari sikap pria itu, membuat Keenan semakin merasa tidak nyaman. Bagaimana bisa dia menyingkirkan pria itu dari kehidupan anak-anak nya, jika mereka saja terlihat sangat menyayangi pria itu.


Tak ingin berlama-lama menyaksikan kebahagiaan anak-anak nya dengan rivalnya itu, keenan memutar mobilnya pergi dari sana. Hari ini cukup sampai disini dulu, besok anak dia mulai misi perjuangan nya untuk mendapatkan kembali Arumi dan anak-anaknya.


Di mulai dari mendekati kedua anaknya, mengenali apa yang menjadi hobby dan kesukaan keduanya, membuat anak-anak nya terbiasa dengan kehadiran nya, lalu mengambil hati keduanya berikut ibunya juga. Begitulah rencana yang akan Keenan susun dengan sedemikian rupa mulai besok. Akan dia serahkan semua urusan pekerjaan nya pada Candra dan Nina, dia ingin fokus memperjuangkan Arumi dan anak-anaknya, tanpa di ganggu oleh urusan pekerjaan.


Dalam perjalanan pulang, Keenan tak henti-hentinya menguntai bait-bait doa dalam hatinya. Agar Tuhan sedikit bermurah hati padanya, dengan mengetuk pintu hati Arumi untuk nya, dan membuat wanita itu kembali menoleh padanya.

__ADS_1


__ADS_2