
"Kau sudah datang," ucap Saga saat melihat Dita memasuki ruangannya.
"Mm," jawab gadis itu sembari duduk di sofa. Ia melepas topi dan maskernya lalu menyalakan TV untuk menonton.
"Kenapa kau terlihat kusut?" Tanya Saga sembari duduk di samping gadis itu.
Dita langsung memeluk Saga "Aku rasa ada hal besar yang akan mengguncang perusahaanku." Ucap Dita.
Ya, ia mulai menerima Saga, sebab identitas pria itu telah terbongkar. Ternyata Saga adalah pria baik hati yang pernah menolongnya.
"Tidak perlu cemas, aku akan meratakan siapa pun yang menganggu gadisku." Ucap Saga sembari menciumi kepala gadis itu.
"Terima kasih Hito." Jawab Dita terus menikmati pelukan Saga.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.
"Masuk," ucap Saga.
Seorang manager memasuki ruangan Saga. "Saya ingin menyerahkan laporan dari departemen keuangan." Kata wanita itu sambil memperhatikan seorang gadis yang sedang dipeluk Bosnya.
Ia tidak bisa melihat tampilan gadis itu karena Saga dan Dita membelakanginya. Tapi ia bisa menebak kalau gadis itu pasti sangat cantik.
"Letakkan di mejaku." Jawab Saga sembari mengelus rambut hitam milik Dita.
__ADS_1
Setelah karyawan itu keluar, ia langsung di serbu beberapa karyawan lain yang sudah menunggunya.
"Bagaimana? Apa kau melihat wajahnya? Apa dia gadis yang sama dengan yang kemarin?"
"Iya, apa dia gadis buruk rupa itu? Apa kau melihat wajahnya?"
"Tidak, aku tidak melihat wajahnya, tapi dari belakang dia terlihat sangat cantik. Dan juga, Bos memperlakukannya dengan sangat baik." Ucap Menager itu.
"Benarkah? Kalau begitu ini masih belum pasti. Padahal aku berharap Bos memiliki gadis normal yang cantik." Ucap karyawan lain sebelum semuanya ke Bali bergosip.
"Aku rasa karyawanmu sedang membicarakanku." Ucap Dita yang memiliki perasaan tidak enak.
"Aku akan memecat mereka." Kata Saga.
"Aku tidak perduli, ada banyak orang yang mau bekerja denganku."
"Cih! Dasar sombong!" Ejek Dita lalu membungkam bibir Saga. Dorongan itu sudah muncul lagi, jadi ia perlu bantuan Saga.
Saga hanya bisa tersenyum dengan kelakuan Dita.
"Ayo pindah ke kamar." Ucap Saga lalu menggendong Dita ke kamar.
Kali ini, Dita yang pegang kendali. Saga sengaja duduk dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang.
__ADS_1
Ia membiarkan Dita duduk di atas tubuhnya dan melakukan belaian pada tubuhnya.
Pertama dari bibir lalu turun ke leher. Gadis itu bahkan semakin terampil dengan mencium sambil meliarkan tangannya ke balik tubuh Saga.
Di sentuhnya seluruh kulit Saga, incih per incih hingga membuat pria itu mengeram kenikmatan.
"Terus sayang. Ngghh,,," geram Saga sembari mengusap punggung gadis itu.
Mereka terus melanjutkan permainan mereka hingga akhirnya kedua orang itu berakhir lemas di tempat tidur.
Setelah beberapa saat, Saga bangun dan memakai bajunya kembali.
Ia melanjutkan pekerjaannya hingga Dita juga terbangun. Gadis itu menemuinya dengan keadaan kusut, Dita langsung duduk di pangkuannya dan memeluk Saga dengan erat.
Gadis itu melanjutkan tidurnya di pangkuan Saga.
'Dia benar-benar mengujiku!' pikir Saga dalam hati.
Saga terus bekerja hingga pintu ruangannya di ketuk seseorang. Itu adalah sekretarisnya, tampak gadis itu terkejut saya melihat posisi Saga dan Dita "Permisi Bos, Nona Topia datang mengunjungi Anda."
"Suruh di masuk." Jawab Saga membuat Sekertaris perempuan itu semakin bingung.
Tapi ia langsung mengangguk dan keluar mempersilahkan Topia memasuki ruangan Saga.
__ADS_1