MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
61. Saling tolak


__ADS_3

Sepanjang diskusi dengan Lorano, Saga hanya menjawab sangat singkat, lebih tepatnya ia selalu berkata iya terhadap semua usulan yang diberikan oleh Lorano.


"Baiklah, aku rasa pembicaraan kita Sudah cukup. Apa kau mau minum teh bersama?" Tanya Lorano merasa sudah puas membuat Saga sangat kesal padanya.


"Tidak perlu, Aku akan pergi sekarang." Ucap Saga dengan wajah datarnya lalu pria itu berjalan keluar meninggalkan Lorano dan asistennya.


Begitu tiba di depan pintu kamarnya, seorang penjaga berdiri di sana.


"Tuan, Nyonya menyuruh saya menyampaikan pada Tuan bahwa Nyonya sedang berada di taman melakukan olahraga bersama pengawal perempuan." Kata penjaga itu membuat Saga menggertakan giginya lalu ia kembali ke ruang kerjanya.


"Kau kembali lagi?" Tanya Lorano berpura-pura heran melihat pria itu sudah duduk lagi di depannya dengan wajah yang paling datar.


"Ulangi bahas rencana kita." Kata Saga.


"Oh sayang sekali, asisten ku sudah pergi dan aku tidak mau bekerja sendirian." Jawab Lorano dengan cuek.


"Baiklah, aku hanya mau kamu mengubah rencana terakhirnya. Aku tidak mau melibatkan Dita dalam rencana itu." Ucap Saga lalu ia keluar dari ruangan.


"Hais! Dia semakin tidak sabaran." Ucap Lorano.

__ADS_1


Sementara Saga yang keluar dari ruang kerjanya langsung bertemu dengan Senya.


"Tunggu." Katanya pada Senya lalu gadis itu menghentikan langkahnya.


"Masuk ke ruang kerja saya." Ucapnya sebelum melangkah pergi meninggalkan Senya.


'Hadiah untukmu!' gumam Saga sambil tersenyum mengejek Lorano.


'Hah, kenapa aku disuruh masuk ke ruang kerjanya?' Pikir Senya, tapi ia tetap mengikuti perkataan Saga dan masuk ke ruang kerja pria itu.


Begitu ia masuk ia disambut oleh tatapan datar seorang pria. "Tuan." Ucapnya.


Senya jadi kebingungan karena tidak tahu harus menjawab apa pada pria itu. 'Apa Tuan Saga sedang mengerjaiku ya?' pikirnya.


"Kenapa kau masuk kemari?" Lagi tanya Lorano saat ia melihat gadis di depannya tidak menjawabnya tapi malah sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Saya juga tidak tahu, Tuan Saga menyuruh saya masuk kemari tapi dia tidak memberitahukan apa yang harus saya lakukan." Ucapnya membuat Lorano tertawa sangat keras.


'Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa pria ini malah tertawa?' gumam Senya merasa sangat kesal karena ditertawai oleh Lorano.

__ADS_1


"Saga,,,, Saga,, Dia pikir aku akan tertarik pada garis datar sepertimu? Dia memilih perempuan yang sangat buruk untuk menghiburku." Ucap Lorano masih sedikit tertawa memikirkan ulah Saga yang benar-benar di luar tebakannya.


"Maksud Tuan apa ya?" Tanya Senya memastikan apa yang ia pikirkan.


"Masih kurang jelas? Saga menyuruhmu kemari untuk menghiburku, tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk bermain bersamamu. Apa yang akan disentuh pada tubuhmu? Begitu datar!" Kata Lorano sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir bisa menemukan seorang perempuan yang lebih datar dari seorang lelaki.


"Anda!" Senya menghentikan kata-katanya dan menggertakkan giginya sembari mengatur nafasnya yang sudah tersengal karena sangat marah pada Lorano.


'Sabar Senya, kau harus sabar demi senior Dita.' Gumam senya lalu ia keluar dari ruangan itu sambil membanting pintu ruangan.


"Hahaha.... Dia membanting pintu karena marah ditolak olehku? Ck! Dia pikir seleraku sangat rendah apa?!" Ucap Lorano menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan Senya yang terlalu percaya diri.


Tak diketahui Lorano bahwa diluar Senya juga sangat marah pada pria di dalam ruangan. Tapi bukan karena ia telah ditolak oleh pria itu, melainkan karena ia merasa direndahkan karena telah disuruh melayani Lorano.


'Memangnya Tuan Saga pikir aku ini apa? Hah! Kalau aku harus memanjakan seorang pria, maka aku tidak akan melakukannya pada pria membosankan seperti Lorano! Sama sekali bukan seleraku!' gumamnya.



__ADS_1


__ADS_2