MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
93. Mengapa berubah sikap?


__ADS_3

Kepulan asap semakin banyak memenuhi udara hingga pernapasan Aran semakin sesak dan jarak pandangannya menjadi lebih pendek.


Namun, pria itu tetap berusaha mencari apapun yang bisa membantunya untuk membuka gembok.


Sembari terus mencari, Aran mendengar suara Topia yang terus tertawa seperti orang gila yang sedang menyambut kematian.


"Ha ha ha.. datanglah kematian,," tawa Topia.


Setelah beberapa menit, Aran akhirnya menemukan sebatang besi panjang di sebuah sudut lalu kembali ke depan sel Topia.


'Sial!!! Perempuan itu benar-benar gila!!! Bisa-bisanya dia tidak bergeser sedikit pun. Apakah dia benar-benar menginginkan kematian?' pikir Aran saat ia melihat ke dalam sel tahanan lalu mendapati Topia yang masih berada pada posisi semula, bahkan jari-jarinya pun tidak bergerak sedikitpun.


Prang!!


Prang!!


Prang!!


Aren mulai memukul gembok menggunakan besi yang ia miliki.


Suara itu tak luput dari pendengaran Topia hingga perempuan itu kemudian berkata "Siapa itu? Apa yang kau lakukan disini?!"


Aran tidak menjawab pertanyaan Topia, pria itu hanya fokus merusak gemboknya hingga akhirnya pintu telah terbuka.

__ADS_1


Begitu masuk ke dalam, pria itu langsung membawa topia ke gendongannya tanpa melepaskan kain penutup di kepala Topia.


"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!!!" Teriak Topia berusaha meronta ronta di gedongan Aran.


Tidak menghiraukan Topia, Aran terus berlari menggendong perempuan itu hingga mereka tiba-tiba terjatuh karena sebuah kayu yang menimpa punggung Aran.


Buk!!


Keduanya tergeletak di lantai tetapi untungnya kayu yang terbakar itu tidak melukai Aran sebab jas yang ia kenakan cukup tebal untuk menahan apinya.


"Sial!!" Gerutu Topia sembari mengangkat wajahnya yang lebih dulu terbentur ke lantai daripada tubuhnya yang lain.


Dia berusaha menggelengkan kepalanya agar kain selubung yang menutupi kepalanya bisa terlepas, tetapi belum saja kain itu terlepas ketika dia kembali di gendong oleh pria yang menyelamatkannya.


"Itu Tuan Aran!! Mereka selamat!"


"Tuan, kemarilah!"


"Siapkan tempat istirahat bagi Tuan Aran!!"


Mendengar suara-suara itu dan terlebih nama yang mereka sebutkan, Topia akhirnya mengetahui siapa yang telah menyelamatkannya.


"Aran,, ini kau??" Tanya Topia dengan jantung berdegup kencang.

__ADS_1


Dia benar-benar tak menyangka kalau ternyata orang yang membawanya keluar dari bahaya adalah Aran yang menjadi orang yang tidak mempercayainya selama satu minggu ini.


Namun begitu, perasaannya menjadi lebih hangat sebab orang yang menyelamatkannya ternyata adalah orang yang ia cintai.


Topia langsung didudukkan pada sebuah kursi lalu Aran membuka penutup kepala Topia.


"Aran,," ucap Topia akhirnya bisa bernafas lega ketika melihat dan memastikan bahwa pria yang menolongnya benar-benar Aran.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Aran.


"Ya, tapi,, tapi mengapa kau menolongku?" Tanya Topia yang merasa bingung dengan sikap Aran, baru saja pria itu hendak melemparkannya ke dalam lubang buaya tapi begitu cepatnya lagi berubah pikiran?


Beberapa saat Aran terdiam memperhatikan wajah yang pucat dan berantakan milik Topia, kantong mata perempuan itu sangat besar dan beberapa luka terdapat di sudut bibir dan pipi nya.


Rasa bersalahnya menjadi lebih besar lagi hingga dia merasa gagal menjadi seorang teman untuk Topia.


"Baguslah," kata Aran tidak mau menjawab pertanyaan Topia, pria itu merasa bersalah, jadi dia mengalihkan perhatiannya dengan membantu melepas ikatan pada tangan dan kaki Topia.


Semua pengawal yang memperhatikan sikap Aran kini terdiam ditempatnya. Mengapa berubah sikap?


Bahkan Aran terlihat sangat lembut memperlakukan Topia, sangat aneh!!!


__ADS_1


__ADS_2