MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
29. Aku percaya


__ADS_3

Rika malu-malu "Emmh, itu,, sebenarnya Tuan Saga menarikku ke dalam lift. Dia bilang ingin memberiku bunga, tapi kami kepergok oleh serang kliennya, jadi ia bilang kalau aku harus menunggu." Ucap Rika dengan malu.


"Benarkah!? Ini berita bagus! Kalau begitu, sekarang kau tidak perlu bekerja di depan lagi. Aku akan mengangkat posisimu sekarang." Ucap Sala satu senior itu merasa sangat senang.


'Kalau aku memperlakukan Rika dengan baik, maka Tuan Saga juga akan melirikku. Mungkin aku akan mendapat beberapa bonus dari perusahaan!' pikirnya.


'Bagus! Mereka tidak akan pernah sadar dengan kenyataan yang sesungguhnya karena mereka akan selalu berpikir bahwa aku harus menunggu Tuan Saga." Gumam Rika penuh kemenangan.


Sedangkan Dita yang sedang sedari tadi menguping mereka hanya bisa mengepal tangannya dan menggertakkan giginya melihat keempat orang itu.


Dita kemudian berjalan mendekati keempat orang itu.


"Nona, ada yang bisa kami bantu?" Tanya mereka serempak, tapi Rika terlihat agak takut karena ia ingat jelas bahwa Dita yang memergoki mereka di dalam lift.


"Kau," tunjuk Dita pada pelayan bernama Rika "Bantu aku memilih aromaterapi yang menenangkan." Ucap Dita lalu ia berjalan ke ruang aromaterapi.


"Pergilah. Kau sangat beruntung hari ini! Dia adalah salah satu klien Tuan Saga!" Ucap salah satu senior, sedikit iri dengan keberuntungan Rika.


Rika mengangguk lalu berjalan dengan sedikit ketakutan di belakang Dita 'Apa dia mendengar apa yang sudah kukatakan pada para senior itu?' pikirnya gugup.

__ADS_1


"Aku ingin aroma terapi yang menenangkan dan bisa membuatku tidur dengan nyenyak." Ucap Dita pada Rika.


Rika meraih lilin lavender "Ini adalah aroma lavender. Di hotel kami ada lilin beraroma lavender dan ada juga minyak esensial yang bisa diteteskan pada bantal atau ke dalam bak untuk berendam. Ini bisa membantu Nona tidur nyenyak." Ucap Rika menahan kegugupannya.


"Benarkah," ucap Dita mengambil lilin dan minyak esensial dari tangan Rika.


"Sepertinya kau memiliki pengetahuan yang luas tentang aromaterapi." Lagi kata Dita.


'Dia memujiku, jadi dia tidak mungkin mendengar pembicaraanku dengan para senior. Ini artinya, hari ini memang hari keberuntungan ku.' gumam Rika tersenyum lalu ia kembali menjawab Dita "Saya hanya tahu sedikit."


"Kau sangat rendah hati. Kalau begitu bantu saya membawa ini di kamar saya." Ucap Dita lalu ia berjalan keluar dari ruangan itu diikuti oleh Rika.


"Nyalakan lilinnya, jangan pergi sebelum aku suruh." ucap Dita lalu ia berjalan ke dalam kamar mandi.


Ia langsung di tarik Saga didorong ke dinding. "Mengapa kau membawa orang lain ke kamar kita?" Tanya Saga.


Dita menatap wajah Saga "Mengapa? Kau tidak suka?" Tanya Dita.


"Tentu saja aku tidak suka! Ini kamar pribadi kita! Kau tahu kan aku benci dengan para wanita!" Kata Saga.

__ADS_1


"Kau benci, tapi kau berduaan dengannya di lift?"


"Itu hanya kebetulan!" Ucap Saga.


"Kebetulan?" Ucap Dita lalu ia berjinjit mencium bibir Saga.


'Kebetulan, atau kau hanya tidak suka kalau dia tahu hubungan kita?' gumam Dita terus menciumi Saga dan meraba dada bidang Saga.


"Sayang, apa yang kau lakukan? Ada wanita lain di kamar kita!" Ucap Saga merasa kuwatir kalau rencananya malam ini akan gagal karena pelayan itu.


"Hmm, kenapa? Kau tidak mau dia mendengar kita? Kau tidak mau ia menyaksikan apa yang kita lakukan?" Tanya Dita yang kini terus bermain di bibir dan dada Saga.


"Sayang, tidak seperti itu, aku hanya,,"


"Hanya apa? Hanya menjaga perasaanya?" Kata Dita dengan suara menggoda tapi menekan.


Dita lalu membungkan bibir Saga dengan erat dan memainkan tangannya di dada pria itu.


'Aku percaya kau tidak akan bermain api. tapi ini hanya pelajaran supaya kau jangan dekat-dekat lagi dengan perempuan mana pun!' Gumam Dita meneruskan aksinya.

__ADS_1


__ADS_2