
"Hanya apa? Hanya menjaga perasaanya?" Kata Dita dengan suara sensual menggoda, tapi menekan pria itu.
Dita lalu membungkan bibir Saga dengan erat dan memainkan tangannya di dada pria itu.
Saga awalnya tak merespon, tapi setelah melihat gadisnya begitu menggoda, ia tak mau memikirkan rencananya lagi.
Langsung saja ia membalas menciumi Dita lalu menarik pinggang gadis itu agar mereka semakin rapat ke tubuhnya.
Sangat jarang Dita menggodanya lebih dulu, apa lagi setelah pengaruh virus di tubuh Dita menghilang.
Keduanya terus berciuman sambil meliarkan tangan mereka di tubuh pasangannya.
"Ahhh,," gurau Saga saat Dita mengambil alih
"Oh,, sayang, sepertinya kau begitu bersemangat hari ini!" kembali Rintih Saga.
Plop!
"Ahhhh!" Seru Dita merasa kenikmatan.
Mereka terus melakukannya sampai suara kepuasan keduanya memenuhi ruang kamar mandi.
Suara penyatuan mereka tak luput menambah kegaduhan dalam kamar mandi hingga ke tempat tidur.
Plak,,, plak,, plak,,
Pelayan yang sedari tadi berdiri dengan cemas mendengarkan pertempuran dua orang itu merasa tubuhnya tegang.
Ia sudah pernah melakukan itu beberapa kali, jadi ia bisa menilai bagaimana kehebatan dua orang itu di dalam kamar mandi.
Wajahnya memerah menahan keinginannya sendiri, tangannya meliar ke seluruh bagian sensitifnya.
Suara erotis dari kamar mandi memacunya hingga ia mengeluarkan kebasahannya di selatan.
Ia tersengal-sengal saat mencapai puncak kenikmatan dari Solonya sendiri, ya meski ia di bantu oleh dua orang yang sedang bermain panas di kamar mandi.
__ADS_1
'Gawat, rokku basah.' pikirnya saat ia tak lagi mendengar suara dari kamar mandi, ia pun sudah puas dengan permainannya sendiri.
Tiba-tiba, terdengar suara pintu di buka, Dita keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di dadanya.
Gadis itu tersenyum ke arahnya.
"Nona," ucap Gadis itu merasa ketakutan.
Dita meniti gadis itu dan melihat pakaian Rika berantakan, "Putar badanmu." Ucap Dita membaut Rika menegang di tempatnya.
Ia sudah bisa memastikan kalau roknya di belakang sangat basah. "Ada apa Nona?" Tanyanya penuh kegugupan.
"Aku hanya ingin melihat, cepat!" Sentak Dita membuat Rika semakin gugup. Tapi ia tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Dita.
"Hahah,, bagus sekali kamu ya. Bagaimana suara kami tadi?" Tanya Dita sembari berjalan pelan ke arah Rika.
"No,, nona, saya minta maaf." Ucap pelayan itu yang kini semakin mengerti betapa besar kesalahannya.
"Hmmm, maaf, itu tak sebanding bagaiman caramu memanfaatkan priaku untuk mencapai keinginanmu. Kau tidak puas dengan posisimu sekarang, jadi kau memanfaatkan priaku untuk memanjat semakin tinggi? Kau pikir kau siapa dan apa hakmu melakukan itu pada priaku!? Kau lupa akan statusmu sekarang?" Tanya Dita dengan suara menekan hingga membaut gadis itu bergetar dan kakinya melemas.
Ia sudah mendengar kabar pelayan yang dihukum karena menaruh racun di makanan Dita.
Pelayan itu di potong tangannya lalu di bawah entah kemana.
"Sa,, saya tidak akan melakukannya lagi!" Ucap Rika dengan wajah di penuhi keringat.
"Aku akan memaafkanmu kalau kau sekarang pergi mengundurkan diri dari tempat ini, dan juga,, jangan pernah berpikir untuk menginjakkan kakimu di kota! Hiduplah di hutan selamanya!" Ucap Dita membuat gadis itu semakin ketakutan.
"Nona,, saya,, saya minta maaf! Saya tidak akan melakukan kesalahan seperti itu lagi!" Ucap Rika senbari bersujud meminta kemurahan Dita.
"Ckk, jadi kau tak mau menerima hukumanmu?" Tanya Dita lagi.
"Nona,, saya,, saya tak bisa hidup di hutan, ada banyak hewan buas di sana. Bagai,, bagaimana bisa saya ke sana?" Isak gadis itu.
"Baiklah, karena kau berani membantah,,
__ADS_1
"Saya,, minta pengampunan! Saya tidak akan membantah, tapi tolong beri saya hukuman yang lain."
"Haha, baiklah. Pergi dan temui seorang pengawal di lantai bawah." Ucap Dita lalu ia meninggalkan Rika ke kamar mandi.
Dilihatnya Saga masih duduk dalam bath up, pria itu melihatnya dengan senyuman.
Dita tersenyum lalu melepas handuk di tubuhnya dan bergabung dengan Saga.
"Kau suka gadis seperti itu? Sayang sekali dia akan hilang malam ini juga!" Ucap Dita memainkan air di dalam bath up.
Saga semakin tersenyum lalu menarik Dita ke pangkuannya "Apakah gadisku sedang cemburu? Jadi begini caranya membasmi saingan cintanya?" Goda Saga.
"Cih! Saingan cinta? Sama sekali tak layak di sebut seperti itu!" Ucap Dita dengan dingin.
Saga sangat gemas pada Dita dia memeluk erat tubuh Dita, "Tadinya aku mengajaknya masuk ke lift untuk bertanya tentang gaya bercinta yang disukai perempuan. Sayang sekali dia mengaku masih perawan, lalu ia menggodaku untuk menjadikannya wanitaku.
Ia pikir seleraku begitu rendah!" Ucap Saga.
"Oh,, jadi aku membiarkan dia menggodanu?! Bagus sekali!" Ucap Dita melototkan matanya ke arah Saga.
"Sayang, aku justru akan membunuhnya seandainya kau tidak muncul tadi. Tapi untunglah kau sekarang membalaskan dendam ku." Ucap Saga berusaha menenangkan gadisnya yang sedang marah.
"Kau! Sekali lagi aku melihatmu digoda oleh perempuan asing! Aku akan membuat semua perempuan di dunia ini berakhir menjadi mayat!" Ucap Dita.
"Hal itu juga berlaku untukmu sayang!" Kata Saga lalu ia kembali membawa Dita ke pelukannya.
"Tapi kenapa kau membiarkannya mendengar kita melakukan itu hmmm?" Tanya Saga yang masih kesal dengan gadis itu, meski ia berterima kasih pada Rika yang telah membuat hubungan mereka menjadi lebih dekat.
"Aku hanya ingin lihat, apakah gadis itu masih suci atau tidak. Seandainya iya, aku akan memaafkannya dan hanya memberi hukuman kecil. Sayang sekali, ia sudah melepaskan kehormatannya." Ucap Dita.
"Gadisku begitu nakal!" Komentar Saga.
Dita hanya diam saja. Sudah cukup ia memberi peringatan pada semua gadis, bagaimana mereka akan berakhir kalau berani menggoda prianya.
Jelas ketiga orang yang sudah bergosip dengan Rika akan menceritakan kejadian ini pada semua gadis. Apa lagi ia sudah menyuruh pengawalnya untuk memperlihatkan hukuman itu pada semua pelayan di hotel.
__ADS_1