MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
101. Cincin dan bunga untuk Topia


__ADS_3

Tidak ada perempuan yang mau menikah tanpa cinta?!


'Kalau begitu, mungkinkah Topia akan menderita ketika kami menikah dan perempuan itu tahu kalau aku tidak mencintainya?' Aran terfokus pada kata menderita, dia sudah melihat Bagaimana perempuan itu sangat menderita ketika dia menginterogasinya selama satu minggu penuh.


Bahkan sampai menyambut kematiannya sendiri karena saking menderitanya dia.


'Tidak itu tidak boleh,,' Aran memejamkan matanya untuk menenangkan diri.


"Tuan?" Terdengar suara pelayan yang berbicara dengannya.


Beberapa detik kemudian akan membuka matanya lalu berkata "Berikan aku cincin ini."


"Ah, baik!" Sang pelayan merasa sangat senang karena akhirnya Aran memutuskan untuk membeli koleksi terbaru mereka.


Setelah mengatakan ukurannya, pelayan membungkus cincin tersebut Lalu memberikannya pada Aran.


"Jangan lupa menyiapkan bunga untuk memberikannya bersama cincin ini. Kekasih Tuan pasti akan sangat bahagia." Ucap pelayan tersebut ketika hendak berbalik pergi.


Aran kembali ke mobilnya lalu duduk memandang kotak cincin yang ada di tangannya.


"Pergi ke toko bunga," kata Aran pada pengawalnya lalu mobil tersebut melaju ke arah toko bunga.


Setelah tiba di toko bunga, Aran melihat banyak bunga di sana.


"Apa yang bisa saya bantu Tuan?" Penjaga toko bunga bertanya pada Aran saat melihat pria itu kebingungan memilih bunga.


"Aku ingin bunga untuk calon istriku." Jawab Aran.


"Wah,, untuk calon istri ya, kebetulan sekali saya baru saja merangkai bunga yang cocok untuk Tuan." Ucap penjaga toko itu mengambil sebuah bunga Angelica yang terlihat segar.


"Tuan, ini adalah bunga Angelica, bunga ini melambangkan kemurnian dan niat yang tulus. Sangat cocok diberikan kepada calon istri yang akan menandakan kalau tuan bersikap tulus padanya." Ucap penjaga toko itu.

__ADS_1


Aran memperhatikan bunga di depannya lalu beberapa detik berikutnya ia menganggukkan kepala, "Berikan bunga itu," ucap Aran.


"Baik Tuan, silahkan ikuti saya," kata Sang penjaga tokoh lalu kedua orang itu berpindah ke kasir untuk membayar.


Setelah keluar dari toko bunga Aran langsung melaju ke apartemen milik Topia.


Pria itu berdiri di dalam lift sembari memegangi paperbag berisi cincin dan rangkaian bunga berwarna putih di tangannya.


"Wah, anak muda sekarang memang sangat romantis." Seorang kakek yang bersama Aran di dalam lift tersenyum ke arah Aran "Apa itu untuk kekasihmu?" Tanyanya.


"Ya," jawab Aran dengan singkat.


"Kekasihmu pasti perempuan yang cantik dan baik. Dia beruntung memilikimu," ucap pria tua itu tak digubris oleh Aran.


Ting!


Lift akhirnya berhenti di lantai tujuan arah pria itu segera keluar lalu berjalan ke pintu apartemen Topia.


Ding dong...


Ding dong...


"Aran?! Kau,, di sini?" Topia sangat terkejut.


Apalagi saat ia melihat pria itu membawa sebuah bunga di tangannya. Untuk siapa bunga itu?


"Masuklah," Topia kembali berbicara setelah melihat Aran hanya terdiam di depannya.


Arah duduk di dalam ruang tamu, sementara Topia pergi ke dapur untuk menyeduh kopi bagi pria itu.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Aran saat melihat Topia keluar dari dapur.

__ADS_1


"Ya, berkat obat yang kumakan, Sekarang aku merasa lebih baik." Jawab Topia meletakkan kopi Aran di meja.


"Baguslah, ini untukmu," Kata Aran melihat pada bunga dan paper bag kecil yang sudah ia letakkan di meja.


"Untukku?" Topia terkejut.


"Hm, kita akan menikah, jadi aku membeli cincin. Lihat dulu, apakah itu sudah cocok di tanganmu," kata Aran mengejutkan Topia.


Awalnya dia pikir mereka akan menikah tanpa cincin, tanpa apapun itu dan hanya mendaftarkan pernikahan mereka lalu memperlihatkannya pada Saga.


Tapi ternyata??


Jantung Topia berdegup sangat kencang saat ia mengambil paper bag kecil di atas meja lalu membukanya.


Cincin yang sangat indah....


Dengan hati-hati Topia mengambil cincin itu dari tempatnya lalu memasukkannya ke jari manisnya.


Sangat pas!


"Bagaimana kau tahu ukuranku?" Tanya Topia.


"Aku menebaknya." Jawab Aran.


Topia tersenyum "Kau sangat pandai menebak. Ini sangat pas." Ucap Topia tersenyum.


Senyum itu,,,, Aran tertegun melihatnya.


Setelah dia hampir membunuh Topia, perempuan itu masih bisa tersenyum seperti itu padanya..


Kegelisahan melingkupi Aran.

__ADS_1


__ADS_2