MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
64. Kekasih baru Lorano


__ADS_3

Keesokan harinya masih pagi sekali saat Dita bangun dan dan berjalan ke arah taman untuk olahraga.


Tapi ia begitu terkejut begitu melihat Senya malah mendahuluinya di sana sambil memegang memakai sarung tangan.


"Kau akan olahraga?" Tanya Dita kebingungan.


"Ya, aku rasa beberapa hari ini berat badanku terus naik karena jarang berolahraga dan terus-menerus makan cemilan." Ucap Senya.


"Aah, kan kemarin aku sudah memperingatkanmu. Ayo kita bertarung, lihat siapa yang sudah lebih baik sekarang." Dita memberi tawaran.


"Baik." Jawab Senya lalu mereka mulai memasang pengaman sebelum akhirnya memulai pertarungan mereka.


'Aku harus membakar semua lemak yang kudapat dari cemilan. Aku akan membuat pria itu terkejut saat aku kembali ke tubuhku yang dulu, langsing dan proporsinal. Dengan begitu, ia tidak akan berani menghinaku lagi sebab aku sudah melihat tubuhnya yang terlalu jelek itu.' Gumam Senya sambil menyengir mengingat bagaimana ekspresi Lorano ketika ia mengejeknya.


"Kau mengejekku? Jangan kira aku sudah serius." Ucap Dita lalu ia meningkatkan intensitas serangannya hingga keduanya terus bergulat.


Tanpa keduanya sadari, di balkon samping rumah dua orang pria sedang memandangi mereka.


"Istriku tidak akan mudah di kalahkan." Komentar Saga memamerkan kehebatan istrinya pada pria di sampingnya.


"Ya, ya,," jawab Lorano dengan cuek, memangnya siapa yang akan dia banggakan seperti Saga?


"Bagaimana tugasmu mengembalikan identitas istrimu? Apakah sudah selesai?" Tanya Lorano sembari mengalihkan perhatiannya dari kedua garis yang masih saling Serang di bawah taman.

__ADS_1


"Hm, Aku pastikan akan selesai hari ini." Ucap Saga dengan acuh.


"Baiklah. Kita akan menjalankan rencana terakhirnya besok." Ucap Lorano.


"Hm," jawab Saga kembali fokus melihat kedua perempuan yang belum menyerah untuk saling serang satu sama lain.


"Bagaimana tawaran ku padamu? Apa kau sudah mempertimbangkan senya untuk menjadi kakak iparku?" Tanya Saga.


"Ha! Dia? Sama sekali tidak! Aku mencari perempuan yang lebih pandai darinya." Jawab Lorano.


"Benarkah? Sayang sekali kau tidak akan menemukannya karena perempuan yang lebih pandai darinya hanya istriku saja." Jawab Saga.


"Cih! Terserah padamu." Jawab Lorano lalu ia masuk ke dalam kamarnya.


"Perempuan bernama Dita itu sama sekali tidak cantik. Tapi bagaimana caranya perempuan itu bisa merubah Saga yang awalnya dingin menjadi Saga yang lebih hangat seperti sekarang? Cih! Sampai dia berani menjodohkanku dengan Senya? Menyebalkan!" Ucap Lorano.


"Tuan." Ucap asistennya yang baru saja masuk ke kamarnya.


"Katakan." Ucap Lorano.


"Pelatih yang Tuan maksud sudah saya temukan. Apakah saya harus mengatur jadwalnya hari ini?" Tanya Asistennya.


"Hm, atur jadwalnya untuk malam nanti. Oh aku juga ingin pelatihnya seorang perempuan." Ucap Lorano.

__ADS_1


"Baik Tuan." Jawab asisten itu dengan ragu-ragu.


...


Malam hari.


Dita dan senyawa sedang berada di ruang keluarga melakukan yoga ringan mereka. Tapi mereka terkejut saat seorang perempuan tiba-tiba saja datang bersama asisten Lorano.


"Siapa dia?" Ucap sayanya sambil memandangi perempuan cantik yang sudah berjalan menjauhi mereka.


"Mungkin itu kekasih kakak ipar." Jawab Dita tak acuh.


"Kekasih? Itu tidak mungkin!" Ucap Senya sangat tidak mempercayai omongan senior Dita.


"Kau begitu yakin? Kenapa?" Tanya Dita yang masih sibuk dengan yoganya.


"Aku hanya berpikir saja Kalau tuan Lorano tidak mungkin memiliki kekasih karena sepanjang waktu ia terus berada di rumah." Ucap sayanya sambil menggigit bibirnya.


"Kau mungkin salah, ingat beberapa hari yang lalu dia selalu pulang larut malam? Menurutmu apa yang dikerjakannya di luar sampai larut malam?" Ucap Dita mulai menghentikan yoganya dan memperhatikan ekspresi gadis didepannya.


"Senior benar, gadis itu memiliki spesifikasi yang cocok dengan selera Tuan Lorano." Ucap Senya sambil berpikir dalam hatinya.


'Apa kemarin ciri-ciri yang disebutkan oleh Tuuan Lorano bukanlah ciri-ciri ku, melainkan ciri-ciri perempuan yang baru saja pergi ke kamar Tuan Lorano?' gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2