MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
100. Tidak perempuan yang mau menikah tanpa cinta


__ADS_3

"Akhirnya happy ending." Dewa yang berdiri di depan pintu kamar tersenyum mendengarkan percakapan dua orang dari dalam kamar.


"Bagaimana menurutmu? Apakah ini sudah menjadi akhir yang bahagia?" Dewa kembali berbicara sembari melihat pada Aran yang sedari tadi terdiam di sampingnya.


"Aku pergi," ucap Aran mengabaikan pertanyaan Dewa lalu pria itu pergi meninggalkan Dewa sendirian.


"Dasar pria itu, padahal aku serius bertanya padanya." Gerutu Dewa memandangi punggung yang terlihat sombong menjauh darinya.


Sementara Aran, pria itu melangkahkan kakinya sembari memikirkan percakapan Lorano dengan Senya.


'Jadi, perempuan yang cintanya bertepuk sebelah tangan merasakan hal seperti itu? Seperti Topia??' Aran kembali mengingat Bagaimana suara tawa Topia menyambut kematiannya ketika perempuan itu hampir terjebak dalam kebakaran.


Setiap langkah yang ia ambil menuju mobil yang akan membawanya ke bandara seperti menambah rasa bersalahnya pada Topia.


Perempuan itu hampir meninggal karena kelalaiannya, dan terlebih,, ternyata perempuan itu mencintainya.


'Haruskah aku benar-benar bertanggung jawab seperti Lorano pada Senya? Menikahinya lalu berusaha mencintainya?' Aran terus memikirkannya sepanjang perjalanan sampai pesawatnya mendarat di bandara ibu kota.

__ADS_1


"Tuan," seorang bawahan yang menjemputnya membangunkan Aran dari lamunan panjangnya.


"Ayo jalan," kata Aran melangkahkan kakinya keluar dari bandara dengan beberapa pengawal mengelilinginya.


Mereka menaiki mobil yang akan membawa mereka ke kantor.


Tepat ketika mereka hendak melewati pusat perbelanjaan, tatapan aran tertuju pada sebuah iklan layar yang memperlihatkan sepasang cincin pernikahan.


'Siapkah kau menghabiskan sisa hidupmu bersama orang yang kau cintai?' kata-kata itu tertulis di bagian bawah gambar cincin.


Sang pengawal yang melihat Aran memperhatikan iklan dari salah satu perusahaan yang memproduksi cincin tak bisa mengendalikan dirinya untuk bertanya "Pernikahan Tuan dengan Nona Topia, apakah tanggalnya sudah Tuan tentukan?"


"Putar balik mobilnya." Ucap Aran.


"Eh? Ahh, baik," jawab Sang pengawal lalu memberi kode pada sang supir.


Mobil kembali berbalik, mereka memasuki pusat perbelanjaan terbesar di kota mereka.

__ADS_1


Aran melangkahkan kakinya memasuki sebuah toko perhiasan lalu melihat sepasang cincin yang tadi dilihat di luar.


"Tuan sedang mencari cincin pernikahan? Ini adalah koleksi terbaru kami, kekasih Tuan pasti akan sangat menyukainya." Seorang pelayan memperlihatkan satu set cincin keluaran terbaru dari toko mereka.


Aran menhan perhatikan perempuan yang terlihat Rama di depannya "Apakah cincin bisa menumbuhkan cinta?" Tanyanya.


"Eh?" Pelayan itu terkejut dengan pertanyaan Aran.


"Cincin ini, apakah dengan memakainya bisa membuat orangnya saling jatuh cinta?" Tanya Aran.


Sang pelayan terdiam beberapa saat, "Cincin hanyalah benda mati yang melambangkan cinta tetapi cinta akan muncul dari hati, orang yang spesial di hati kita akan kita cintai. Apakah Tuan sedang mempertanyakan perasaan kekasih Tuan?" Tanya pelayan itu.


"Hmm," jawab Aran dengan singkat sembari memandangi cincin yang ada di hadapannya.


Apakah dengan mengikat perempuan itu dalam sebuah pernikahan maka nantinya dia bisa mencintai Topia seperti Topia mencintai dirinya?


"Tuan, cinta tak bisa tumbuh dengan cara seperti itu. Kalau kekasih Anda sudah menerima cincin ini maka itu artinya dia mencintai Tuan. Tidak ada satu pun perempuan yang mau terikat dalam pernikahan tanpa cinta." Ucap Pelayan itu membuat Aran tertegun.

__ADS_1


Tidak ada perempuan yang mau menikah tanpa cinta?!


__ADS_2