
Begitu Senya masuk ke dalam kamar Lorano, didapatinya pria itu sedang melepaskan kemejanya hingga dadanya terasa menyesakkan mata Senya.
"Sial! Kenapa Anda belum menggunakan baju anda?!" Ucap Senya langsung berbalik sembari mengatur nafasnya.
Sementara pria yang sudah membuang kemejanya ke atas tempat tidur memandangi gadis yang terlihat malu-malu itu.
"Kenapa kau di sini?" Tanya Lorano.
Senya dengan kesal berbalik menatap Lorano, di tempatnya Ia hanya tersenyum "Saya yang harusnya bertanya, Mengapa tuan tidak membayarkan teman saya yang baru saja memberikan servis pada tuan? Apakah uang Tuan sudah habis hingga tak mampu membayarnya?" Tanyanya pada Lorano.
"Kemarilah dan ambil uangnya." Ucap Lorano.
"Silakan pakai kemeja Tuan lebih dulu." Ucap Senya.
"Baiklah." Kata Lorano meski ia sama sekali tidak berniat untuk memakai kembali kemejanya.
__ADS_1
"Sudah." Jawab Lorano lalu ia berjalan mendekati gadis itu.
Senya langsung berbalik dan betapa terkejutnya ia ketika melihat lorano sedang berdiri di depannya dengan jarak yang sangat dekat.
"Sial!" Gerutu Senya lalu ia mundur beberapa langkah. "Tolong pakai baju tuan!" Ucap Senya.
"Ada apa? Apa kau terpukau dengan tubuhku sehingga kau begitu takut kalau kehilangan kendali dan menyerangku? Aku belum mendapatkan service-nya jadi aku tidak akan membayar siapapun." Ucap Lorano dengan santai.
"Haha! Jangan bercanda!" Ucap Senya Tak mau percaya dengan pria pembohong di depannya.
"Kau pikir kalau aku mendapat service akan melakukannya hanya dalam waktu sebentar? Wanita yang kau kirim itu sama sekali tidak memenuhi kriteria untuk menjadi seorang wanita. Dia lebih pantas menjadi babi yang diambil minyaknya!" Ucap Lorano mencibir.
"Aku menginginkan gadis dengan tinggi 168cm, berat 47kg, memiliki rambut hitam yang panjang sampai ke pinggangnya dan di kuncir kuda, dan memiliki kulit putih yang halus, dan yang tak kalah penting adalah lekuk tubuhnya sempurna." Ucap Lorano membuat senyap semakin mengering karena semua ciri-ciri yang dikatakan oleh pria itu ialah ciri-ciri tubuhnya sebelum ia mengkonsumsi terlalu banyak cemilan untuk menaikkan berat badannya.
Namun detik berikutnya ia malah tertawa "Tuan, sepertinya Anda menaruh patok terlalu tinggi. Dengan tubuh Tuan seperti ini tidak ada perempuan seperti yang Tuan katakan yang mau melayani Tuan."
__ADS_1
"Kau menghinaku?" Ucap Lorano sambil menatap tajam pada Senya.
Namun Senya sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu Jadi ia sama sekali tidak gentar "Tuan hanya memiliki tinggi 175 cm dengan berat badan 85 kg, tubuh yang tidak berotot perut tanpa roti sobek, dada tanpa otot, dan hmm, aku harus menebak kalau milik tuan tidak lebih panjang dari 10 cm. Apa yang harus dibanggakan?" Ucap Senya sambil tersenyum menyengir.
"Kau!" Lorano sangat marah karena baru kali ini perempuan menghinanya seperti itu. Tentu saja baru kali itu karena ia Baru kali ini menangani seorang gadis.
Awalnya ia berniat untuk menjatuhkan mental Senya, tapi ya tak menyangka dirinya lah yang terluka secara mental oleh gadis itu.
"Ada apa? Tuan ingin membantah? Haha, sayang sekali apa yang Baru saja saya katakan semuanya adalah fakta. Lihat saja sekarang Tuan bahkan memamerkan tubuh lemah itu di depan seorang gadis? Haha! Konyol! Tubuh lemas seperti itu tidak akan bertahan dalam permainan! 1 menit pun tidak!." Ucap Senya lalu ia berbalik meninggalkan kamar Lorano dengan perasaan puasnya.
'Cih! Tidak ada perempuan yang mau dengan lelaki berperut buncit seperti dia! Betapa memalukannya memperlihatkan wajah menakutkan tapi tidak sebanding dengan kemampuannya!' Gumamnya dengan wajah puas.
"Gadis sialan! Beraninya dia menghina tubuhku!" Umpat Lorano lalu ia meraih ponselnya dan menelepon asistennya.
"Carikan aku ahli terbaik untuk membentuk otot." Ucapnya pada orang di seberang telepon membuat orang itu merasa keheranan karena selama ini Tuannya tidak pernah menyentuh olahraga.
__ADS_1
Tentu saja hal tersebut terjadi karena Lorano hanya mengandalkan semua racun yang ia miliki untuk melakukan pertempuran.
24 jam waktu yang ia miliki dalam sehari digunakan berada di laboratorium untuk melakukan penelitian terhadap banyak virus dan berbagai racun-racun lain yang digunakan sebagai senjata.