
'Cih! Orang-orang merepotkan ini!'
Topia hanya mengeluarkan setengah dari kekuatannya hingga semua penjaga-penjaga itu lumpuh di lantai, membuat Sita dan Merlin melototkan matanya.
"Ka,, ka,,kau!!!" Sita tergagap saat melihat Topia dengan mudah menghancurkan semua penjaga mereka.
"Ada apa? Apakah sekarang kalian merasa takut? Aku akan memberikan pengampunan kalau kalian berlutut sekarang dan meminta maaf padaku!" Ucap Dita dengan dingin disertai tatapan menakutkan dari matanya yang menggelap.
"Cih! Jangan bermimpi!" Ucap Merlin pada Dita lalu ia menoleh kearah Topia "Kau sebaiknya merubah Tuanmu sekarang! Kami bisa membayar mu dengan harga berapapun yang kau mau tapi dia! Dia adalah gadis buruk rupa yang tidak memiliki harta apa pun lagi!"
Sita kaget mendengar ibunya berbicara, ia langsung menoleh "Tapi Bu, dia berpacaran dengan Tuan Saga. Dia lebih kaya dari kita sekarang!" Katanya dengan cemas.
"Diam!" Bentak Merlin pada putrinya.
"Hahaha,, sepertinya anak tikus jauh lebih pintar dari ibunya!" Kata Dita sembari tertawa dingin.
"Diam kau!" Teriak Sita dan Merlin pada Dita.
"Kalian! Beraninya membentak Nona saya!" Teriak Topia membuat Sita dan Merlin sangat kaget.
Ia mendekat ke arah Sita untuk memberi mereka pelajaran, tapi sebuah tangan kekar tiba-tiba menghentikannya.
"Beraninya kalian!" Bentak Rana.
__ADS_1
Topia tidak diam saja, ia langsung berbalik dan berkelahi dengan Rana.
Kedua wanita yang berdiri di pojokan terlihat snagat takut melihat pertempuran itu.
Bagaiman lagi, Rana sepertinya tak cukup kuat menghadapi Topia.
Lagi, Topia sepetinya hanya mempermainkan Rana, entah apa tujuan gadis itu, tapi ia tak berniat melukai Rana dengan parah. Sepertinya ia hanya menganggap pertarungan itu sebagai seri latihan saja.
"Ibu, bagaimana ini, Kakak tak cukup kuat. Menghadapi wanita itu!" Ucap Sita dnegan cemas.
"Tenanglah, Senya akan tiba sebentar lagi." Kata Merlin dengan cemas juga.
"Kemana sih dia! Kok lama sekali!" Kesal Sita.
"Apa? Dari mana kau tahu?" Tanya Sita terkejut.
"Ini perusahaanku, aku mengatur semuanya." Kata Dita dengan santai.
"Gadis tengik memangnya kau pikir kamu siapa! Jelas sini adalah perusahaanmu!" Teriak Merlin lalu melompat ke arah Dita dan berusaha mencekik leher gadis itu.
Sayangnya, Dita lebih cekatan menahan tangan Merlin dan memelintirnya ke belakang. "Mari kita lihat siapa penguasa sebenarnya!" Ucap Dita lalu mendorong Merlin ke arah sofa hingga wanita itu terhempas keras.
"Ibu!" Teriak Sita membantu Ibunya berdiri.
__ADS_1
"Selama ini aku sudah memberi kalian keringanan! Kalian memperlakukan aku dengan buruk, bahkan setelah kematian ibuku kalian mengusirku dari rumah ibuku. Kalian beranggapan kalau rumah itu milik kalian, lalu menjalankan perusahaanmu dan membiarkan aku membiayai hidupku sendiri. Akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengambil semua milikku, tapi kalian masih menjadi parasit dalam hidupku, bahkan sekarang ingin menguasai semuanya lagi?" Dita menertawakan kedua orang itu.
Apa lagi Topia mungkin sudah muak bermain-main dengan Rana, jadi Topia memberi pukulan keras pada dada pria itu sebelum melemparkannya ke arah dua wanita tak tahu malu.
"Kalian bertiga, mulai hari ini aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi! Sekali aku melihat kalian, kalain akan berakhir menjadi debu!" Ucap Dita dengan kuat, tapi tiba-tiba ia merasa semakin lemah.
Keringatnya sudah semakin banyak, ia kemudian memegangi kepalanya lalu jatuh ke sofa.
"Nona!" Teriak Topia mendekati Dita.
"Tidak apa, kau urus saja mereka." Ucap Dita sembari memegangi kepalanya yang berdenyut.
'Aku menggunakan telalu banyak tenaga. Padahal aku sudah di peringatkan agar tidak terlalu lelah.'
"Baik Nona." Jawab Topia lalu melihat tajam ke arah tiga orang itu.
Ia baru akan mendekati mereka saat Senya memasuki ruangan.
"Senya! Cepat!" Ucap Sita langsung berjalan ke arah Senya yang membawa botol di dalam troli.
Sita langsung membuka tutup botol dan menyiram Dita dengan wajah puas.
"Kau!!!" Topia tak bisa menghalangi air itu menyentuh tubuh Dita yang masih lemas.
__ADS_1