
Setelah meninggalkan Tetua dan Topia, Aran langsung pergi ke kediaman Saga dan mendapati Dita sedang duduk menonton TV.
"Nyonya," katanya memberi hormat pada Dita.
"Hmm?" Tanya Dita tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar TV sebab dia sedang menonton serial kesukaannya.
"Ini masalah Senya," ucap Aran mengejutkan Dita.
"Ada apa dengannya? Apakah dia sudah sekarat?" Langsung tanya Dita mengejutkan Aran.
Bagaimana bisa Dita bertanya seperti itu?
Mungkinkah Dita sudah memperkirakan?
"Ya, asistennya baru saja menelponku, katanya akhir-akhir ini kinerja Nona Senya sangat menurun hingga membahayakan perusahaan. Nyonya Senya juga mulai menyentuh rokok dan alkohol dan keadaannya tidak terlalu baik." Ucap Aran.
"Begitu ya,, biarkan saja. Tunggu beberapa hari lagi lalu laporkan lagi perkembangannya." Ucap Dita dengan acuh tak acuh membuat Aran merasa sangat aneh.
Tidak masalah kalau perempuan itu jatuh sakit, tetapi bagaimana kalau yang jatuh adalah perusahaan?
__ADS_1
Akan sangat merepotkan kalau perusahaan sampai berada dalam masalah karena Senya yang lalai menjalankan tugasnya.
"Baik Nyonya." Jawab Aran lalu pria itu berbalik untuk meninggalkan Dita ketika sebuah suara yang muncul dari tangga menghentikan langkahnya.
"Bagaimana perkembangan kasus Tetua dan Topia? Apakah mereka sudah mengaku?" Tanya Saga sembari berjalan ke arah Dita dan duduk disamping istrinya.
Aran kembali berbalik menghadap dua orang yang kini melihat ke arahnya "Mereka tidak mau mengaku, kesaksian mereka berdua saling bertolak belakang sehingga sulit untuk mengetahuinya. Bukti juga menunjukkan kalau mereka berdua terlibat dalam masalah ini," Jawab Aran.
"Hmm,, tidak masalah tentang tetua, tetapi tentang calon istrimu, Bagaimana kau akan menangani Topia?" Tanya Saga.
Aran terdiam, lagipula dia tidak terlalu menyukai Topia, dia hanya menggunakan perempuan itu sebagai tameng dari Saga sebab pria itu memberinya perintah untuk menikah.
"Itu,, saya sudah memutuskan mereka berdua akan dibawa ke kandang buaya." Ucap Aran mengejutkan dua orang yang sedang duduk di sofa.
Apakah Aran lebih kejam daripada Saga?
Calon istri sendiri dilemparkan ke kandang buaya?
"Kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu?" Tanya Dita tak percaya.
__ADS_1
"Saya tidak pernah menolerir sebuah kesalahan, apalagi kesalahan fatal seperti yang sudah dilakukan Topia dan tetua." Jawab Aran membuat Dita tercengang.
Dia tidak menyangka ternyata Aran memiliki sisi yang tegas Samapi level ini, bahkan ini bukan tegas lagi sebuah kekejaman yang dilakukan pada orang yang dicintai!
"Baiklah, lakukan sesukamu, Tapi sebaiknya kau tidak menyesal atas keputusan yang kau ambil hari ini." Kata Dita memperingatkan Aran.
Karena baginya, jika Saga lah yang berada di posisi itu, dia tidak akan pernah tega mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh Aran.
"Saya mengerti Nyonya." Jawab Aran.
Setelah berbicara dengan Dita dan Saga, Aran keluar dari kediaman Saga dan menaiki mobilnya.
"Topia sudah dua kali menghianati Tuan Saga, tidak mungkin aku memaafkannya." Aran berbicara pada dirinya sendiri sembari bersandang dan memejamkan matanya.
"Tapi, bagaimana kalau yang dikatakan Topia itu benar dan yang dikatakan tetua ternyata salah?" Aran kembali menghela nafas dengan kasar, dia mengingat bahwa Topia yang mengatakan dirinya tidak tahu apapun dan hanya terjebak di sana, tetapi beberapa bukti mengatakan bahwa Topia sering melakukan panggilan telepon dengan Tetua.
Kepulangan Topia dari pulau juga terasa sangat aneh!
__ADS_1