MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
66. Keanehan Lorano


__ADS_3

"Kami akan memberi kesempatan pada tetua untuk hidup. Obat yang kami berikan pada dokter pribadi tetua adalah obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit Tetua. Namun segala sesuatunya harus dikembalikan ke tempatnya." Ucap Saga memberi kode pada pengawalnya.


Pengawal Saga langsung menerima kode dari tuannya dan menyerahkan sebuah map cokelat lainnya pada Tetua.


"Tandatangani surat pengembalian seluruh warisan itu pada istriku dan tetua bisa terus hidup." Ucap Saga dengan dingin.


Beberapa kali ketua menghela nafasnya, sama sekali tidak mau menerima kekalahannya.


Ia sudah bersusah-payah mengembangkan semua warisannya hingga bisa membentuk sebuah komunitas yang sangat besar di dunia. Tapi sekarang, hanya dalam sekejap ia akan menyerahkannya pada seorang gadis tak berguna?


"Tetua tidak usah repot-repot berpikir lagi karena Tetua tetap harus menandatangani surat itu. Kalaupun Tetua memilih untuk bunuh diri maka semua harta itu akan tetap kembali pada pemilik sebelumnya." Ucap Lorano masih dengan wajah puasnya.


"Kami tidak punya banyak waktu untuk menunggu Tetua berpikir. Karena setelah Tetua menandatangani surat itu kami harus pergi mengurus perusahaannya." Saga kembali berbicara dengan tak acuh sambil menikmati ekspresi pria tua di depannya.


"Kalian! Akan ku pastikan kalian menyesal karena telah menipuku!" Geram Tetua sebelum ia meraih pena dan menandatangani surat yang diberikan oleh Saga.


"Ambil suratnya." Ucap Saga pada pengawalnya.

__ADS_1


"Tetua tenang saja, tetua tidak akan hidup di jalanan Karena kami sudah menyiapkan sebuah toko untuk tetua kelola." Ucap Saga sebelum kedua pria itu berdiri dan meninggalkan tetua sendirian.


Begitu tiba di luar ruangan, Saga langsung menoleh pada semua pengawal yang sedang berdiri dengan senjata lengkap.


"Kalian boleh kembali ke posisi kalian." Katanya sebelum mereka meninggalkan villa itu.


"Penderitaan terbaik adalah menyaksikan orang yang paling dibenci bersenang-senang dengan semua hasil kerja keras kita." Komentar Lorano saat pikirannya terbayang-bayang akan perasaan Tetua melihat Dita menikmati semua kerja keras yang telah dilakukan Tetua selama bertahun-tahun hidupnya.


"Ia tidak akan semenderita itu. Mala Tetua itu akan merasakan bagaimana sesungguhnya hidup yang lebih baik." Kata Saga.


Saga tidak menjawab apapun karena ia sudah mengatur semuanya.


...


Ketika mereka berdua tiba di rumah, hanya ada Dita yang menyambut mereka.


Lorano sedikit menyipitkan matanya karena ia tidak melihat gadis sok tahu yang selalu bertengkar dengannya.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana?" Langsung tanya Dita sangat penasaran dengan hasil pekerjaan kedua pria itu.


Saga langsung tersenyum dan mendekap Dita ke dalam pelukannya "Semuanya berjalan lancar sesuai dengan yang kau harapkan."


"Baguslah. Aku juga sudah menyuruhnya Senya untuk pergi ke luar negeri dan menangani semua masalah di sana. Ia akan menjadi tangan kananku mengurus semua perusahaan." Ucap Dita sembari kembali berjalan bersama Saga ke dalam rumah.


Sementara pria yang mengikut di belakang kedua orang itu hanya bisa berhenti menatap punggung mereka 'Dia mengirim perempuan bawel itu ke luar negeri?' gumamnya tak percaya.


"Tuan, pelatih yang kemarin bersama Tuan mengusulkan untuk melakukan latihannya dengan lebih intensif lagi." Ucap asisten Lorano yang baru saja tiba.


"Batalkan janji dengan pelatih itu aku ingin pelatih pria." Ucap Lorano lalu ia pergi meninggalkan asistennya.


'Ada apa dengan Tuan?' pikir asisten itu yang sama sekali tidak mengerti dengan pikiran tuannya yang terus berubah ubah.


'Padahal dulu, Tuan tidak pernah seperti ini. Mengapa Tuan jadi berubah?' lagi gumamnya.


__ADS_1


__ADS_2