
Di dalam mobil yang sedari tadi terparkir, Dita menghela nafasnya yang tersengal-sengal lalu duduk di samping Saga.
"Sekarang semua bajuku berantakan," gerutunya memperbaiki pakaiannya yang telah kusut di sana-sini.
"Ganti bajumu dengan ini." Ucap Saga meraih sebuah kotak di belakang mobil.
"Loh, dari mana kamu mendapatkan ini? Kau sudah merencanakannya ya?!" Kata Dita mencibir Saga.
"Aku memang merencanakan nya, tapi rencananya bukan untuk hari ini. Aku hanya memberimu hukuman karena kau sudah berani pergi dariku selama 2 hari dan tidak meminta izin pada aku lebih dulu!" Ucap Saga lalu ia membantu Dita mengganti pakaiannya.
"Hmmm," Gerutu Dita, tapi ia tetap mendekatkan diri ke Saga dan memeluk pria itu.
"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat lalu segera pulang menemuimu." Kata Dita sembari memejamkan matanya mengingat bunyi detak jantung Saga.
"Hmm, jaga dirimu baik-baik. Lagi, jangan menggunakan pakaian terbuka seperti yang kau kenakan di hotel M." Ucap Saga kembali mengingat kejadian dimana Dita hampir di manfaatkan oleh para pria tua.
"Siap Bos! Tapi aku dengar para pembelot itu belum di tangkap?" Tanya Dita.
"Ya, orang di balik semua rencana ini belum bisa di lacak. Entah kenapa dia menargetkan mu, tapi aku akan terus mencari tahu." Ucap Saga menenangkan gadisnya.
"Aku percaya padamu." Ucap Dita.
"Kau harus." Ucap Saga lalu ia mendekat ke kursi kemudi dan membunyikan klakson.
Dalma 30 detik, Aran dan Topia sudah kembali ke mobil.
Mereka semua berdiri di luar mobil. Dita mengamati wajah Topia yang memerah. 'Apa mereka juga pergi untuk melakukan hal seperti itu?' pikirnya menilai penampilan Topia yang agak kusut.
Sementara Topia hanya berdiri sambil berpikir liar tentang mobil yang bergoyang hebat.
__ADS_1
'Apakah mereka,,"
"Pergilah." Ucap Saga pada Dita.
"Ok sayang," kata Dita langsung mencium Saga di depan kedua orang itu, 'Memangnya kalian pikir hanya kalian yang bisa?' gumam Dita.
Setelah kecupan singkat itu, Saga tak puas dan kembali meraih pinggang Dita dan mencumbui gadis itu aga lama.
Wajah Dita memerah, ia sangat kesal pada Saga yang sangat lancang!
Awalnya Ia hanya berniat mengatakan pada 2 orang yang habis bermain api itu kalau ia dan kekasihnya juga tidak bisa dikalahkan.
Namun, siapa yang menyangka kalau Saga mala melakukan sesuatu yang lebih.
"Aku pergi." Ucap Dita dengan malu lalu berjalan meninggalkan Saga dan Aran.
"Sudah berapa lama kau bekerja dengan Saga?" Tanya Dita saat mereka sudah ada di dalam lift.
"Sudah lebih dari 10 tahun." Jawab Topia.
"Bagus kalau begitu, kau cukup bisa di percaya." Ucap Dita dengan wajah datarnya.
Topia hanya diam saja tapi dalam hatinya ia sangat tak menerima gadis di depannya. 'Dia benar-benar tidak layak untuk Bos.' Pikirnya.
Keduanya terus terdiam sampai akhirnya mereka tiba di ruangan Dita.
"Pergilah dulu ke toilet dan rapikan penampilanmu." Ucap Dita saat dia menghempaskan pokoknya di kursi kebesarannya.
Topi tidak menjawab apapun lalu pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"Sial! Dia pasti sudah memperhatikanku dari tadi. Ini semua karena Aran yang keterlaluan itu!" Umpat Topia mengingat kejadian di tempat parkir.
Setelah merapikan penampilannya, Topia kembali ke ruangan Dita "Apa yang bisa saya lakukan?" Tanya Topia.
"Temani aku menghadiri rapat." Ucap Dita lalu berjalan ke ruang meeting.
"Baik," ucap Topia lalu mengikuti Dita yang sudah berjalan ke ruang rapat.
Keduanya tiba di ruang rapat dan mendapati klien sudah menunggu mereka di sana.
"Maaf atas keterlambatan saya Tuan Radian." Ucap Dita.
"Haha,, Anda terlalu sopan. Bahkan janji kita masih 30 menit lagi." Kata Radian sambil tersenyum.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai saja sekarang. Supaya rapat ini juga berjalan dengan lancar." Ucap Dita.
"Tentu saja, saya suka orang yang bergerak cepat." Ucap Radian lalu mereka mulai membahas tentang apa yang akan mereka kerjakan di kota A.
Setelah kesepakatan mereka berdua selesai Dita dan Tuan Radian menandatangani surat perjanjian mereka.
"Sekarang semua yang ada di kota A saya serahkan kepada Nona Dita. Terserah Nona mengerjakannya kapan, yang penting tidak melewati dari tanggal yang sudah kita sepakati." Ucapan Radian merasa puas dengan hasil rapat mereka.
"Tuan tenang saja, kami akan memulainya besok."ucap Dita membuat Radian terkekeh dengan kecepatan wanita itu.
"Jangan bilang kalian sudah membuat persiapan." Tanya radian menatap Dita.
"Tentu saja Tuan, kami selalu bergerak cepat." Ucap Dita membuat pria paruh baya itu menjadi senang.
'Gadis ini walaupun masih muda dan memiliki penampilan yang cukup mengganggu, tapi kecekatannya membuat semua orang kagum. Pantas saja ada banyak perusahaan yang berkolaborasi dengan perusahaannya.' gumam Radian merasa sangat puas.
__ADS_1