
"Ba,, baik Pak." Ucap Resepsionist itu mendekatkan diri ke arah Saga.
"Apa yang di sukai wanita saat sedang bercinta?" Tanya Saga membuat gadis muda itu menjadi kalang kabut.
'Apakah Tuan Saga sedang menanyakan kesukaanku? Aku tidak menyangka hal baik seperti ini akan terjadi didalam hidupku!' pikir resepsionis itu dengan wajah yang sudah sangat memerah.
"Yang saya sukai?" Tanyanya gagap meski ia tak berani menatap mata Saga.
"Iya! Cepat katakan!" Lagi kata Saga dengan suara keras hingga menarik perhatian banyak orang.
"Itu,, itu Tuan, di sini banyak orang, bagaimana bisa saya mengatakannya di sini?" Tanya resepsionis perempuan itu.
Saga memperhatikan sekelilingnya lalu ia memberi kode pada gadis itu agar mengikutinya kedalaman.
"Ohh,,, lihat itu! Tuan Saga membawa Rika bersamanya!" Jerit seorang pelayan yang melihat kejadian itu.
"Apa Tuan Saga akan membawanya ke kamar hotel?" Kata mereka lalu mulai bergosip panjang.
Sementara dalam lift, Rika berdiri dengan gugup tak berani menatap sorot mata Saga.
"Cepat katakan." Ucap Saga melihat tajam ke arah Rika.
"Itu Tuan, saya belum punya pengalaman dalam hal sepeti itu, jadi saya,,".
"Cukup!" Ucap Saga merasa kesal karena sudah membuang waktunya bertanya pada gadis tak berguna itu.
__ADS_1
"Ta,, tapi Tuan. Saya bersedia melayani Tuan, jika Tuan menginginkannya." Ucap Resepsionist itu saat pintu lift tiba-tiba terbuka dan Dita berdiri di sana.
"Sayang, kamu,,"ucapan Dita terhenti saat ia melihat Saga bersama dengan seorang gadis di dalam lift.
Ia tahu pria itu tak pernah bersama dengan perempuan sembarang, satu-satunya perempuan yang selalu bersama dengannya adalah Topia.
"Apa yang kalian lakukan berdua disini?" Tanya Dita sambil mengeryit.
"Hmm.. Sayang aku hanya kebetulan bersamanya disini. Ayo kembali ke kamar." Ucap Saga langsung keluar dari dalam lift dan merangkul Dita agar mereka kembali ke kamar.
"Itu,," ucap Dita melihat bunga di tangan Saga.
Saga langsung tersenyum lalu memberikan bunga itu pada Dita "Bunga untukmu Sayang." Katanya membuat Dita segera tersenyum dan melupakan perihal perempuan di dalam lift.
"Sama-sama," jawab Saga.
"Oh, sayang, aku mau turun sebentar, aku ingin mendapatkan aromaterapi yang nyaman." Ucap Dita ketika ia ingat apa yang akan ia lakukan.
"Tidak usah turun biar pelayan yang membawanya kemari." Ucap Saga.
"Tidak bisa, Aku ingin memilih sendiri aromaterapi nya." Ucap Dita.
"Baiklah, cepat kembali " ucap Saga.
"Ya, pegang dulu bunganya." Kata Dita lalu gadis itu memasuki lift.
__ADS_1
Saat dia tiba di lantai dimana aromatherapy disediakan, ia sangat risih mendengar beberapa pelayan sedang bergosip.
Ia mendengar nama Saga jadi ia mendengarkan mereka dari tempat yang tak dilihat oleh pelayan-pelayan itu.
"Rika memasuki lift bersama Tuan Saga." Ucap sala satu dari mereka.
"Aku melihatnya, Tuan Sagalah yang meminta Rika masuk ke dalam lift.
"Ehh, itu Rika!" Ucap sala serang lalu mereka memangggil Rika mendekat.
"Ceritakan pada kami!" Ucap mereka mendesak Rika.
"Apa?" Tanya Rika dengan bingung.
"Itu, apa yang kau lakukan di dalam lift bersama Tuan Saga?"
'Hm,, mereka bertiga adalah senior yang sering menindasku. Kalau aku menceritakan aku dilirik oleh Tuan Saga, maka mereka pasti akan memperlakukanku dengan baik. Mereka tak akan berani menindasku lagi!' Pikir Rika laku ia tersenyum pada ketiga orang itu.
"Emhh, itu,, aku,," Rika gugup membuat ketiga orang itu semakin antusias.
"Hei, tak perlu malu sama kita. Kami tidak akan membocorkannya!" Ucap sala satu senior Rika.
"Iya, ceritakan, kalau kau punya hubungan dengan Tuan Saga. Kau tidak perlu menutupinya. Kalau sampai itu terjadi, maka hotel kita akan menjadi pusat perhatian Tuan Saga, dan kita tidak perlu ditindas terlalu jauh oleh para petinggi yang selalu mengesampingkan hotel kita!"
Rika malu-malu "Emmh, itu,, sebenarnya Tuan Saga menarikku ke dalam lift."
__ADS_1