MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
41. Tangkap mereka


__ADS_3

Topia langsung tersenyum ke arah penghianat itu, tapi Senya hanya berwajah datar melihatnya.


"Sepertinya kalian sudah cukup bersenang-senang." Kata Dita sambil tersenyum lalu ia berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.


"Hmm, kau benar-benar selamat dari mereka ya?


Padahal aku hampir mati untuk menyingkirkanmu. Dasar tengik!" Ucap Merlin menggertakkan giginya sembari menyusul Dita ke sofa.


"Ibu benar, untuk tutup mulut saja Ibu sudah harus mengurungku di ruang bawah tanah.


Pokoknya aku tidak mau perjuangan kita sia-sia!


Aku mau, sekarang juga dia dibasmi dari dunia ini!" Sambung Sita yang menyusul ibunya duduk di sofa.


"Sayang kamu tenang saja sebentar lagi kakakmu akan datang kemari.


Ia akan memutuskan perkara ini dengan baik." Ucap Merlin sembari mengusap rambut Sita.


Sita mengangguk, "Iya Bu aku tidak peduli dengan yang namanya Tuan Saga itu!


Ia sudah menyiksa ibu dan Kak Rana, Jadi sekarang biarkan kita membalaskan dendam itu pada gadisnya yang buruk rupa ini!"

__ADS_1


"Tenang saja sayang." Kata Merlin pada putrinya.


"Senya, ini saatnya kau membuktikan kesetiaanmu pada kami." Kata Merlin lagi melihat ke arah Senya.


"Apa yang bisa saya lakukan nyonya?" Tanya Senya.


"Sederhana saja, Aku ingin mantan bos kamu yang buruk rupa ini kamu buat menjadi semakin mengerikan.


Aku ingin bukan hanya sebelah wajahnya saja yang rusak tapi seluruh wajahnya harus rusak!" Kata Merlin penuh kebencian menatap Dita yang duduk dengan diam sembari memainkan kukunya.


"Cara bagaimana yang Nyonya inginkan?" Lagi tanya Senya.


Jangan hanya wajahnya saja bu, tapi seluruh tubuhnya! Akan sangat menyenangkan kalau kita memandikannya dengan air keras!" Kata Sita sangat bersemangat memberi usul.


"Putriku sangat pintar! Kalau begitu Senya cepat pergi siapkan air kerasnya." Kata Merlin pada Senya.


"Ia, pergi siapkan, kalau perlu siapkan itu sebanyak 1 gumbang!" Kata Sita pada Senya dibalas anggukan senya lalu Gadis itu berjalan keluar dari ruangan.


Topia hanya tersenyum melihat penghianat itu benar-benar mematuhi dua orang menjijikan di depan mereka.


Namun ketika ia melihat kearah Dita yang terlihat tenang dan santai, ia mengeryit saat melihat bulir-bulir keringat sebesar biji jagung memenuhi wajahnya.

__ADS_1


'Gawat, sepertinya Nona sudah kelelahan.' pikirnya.


Ia langsung mendekat ke arah Dita dan menunduk berbisik di telinga Dita 'Apa yang harus saya lakukan Nona?" Tanyanya.


Merlin berdecak melihat kelakuan Topia, "Tidak perlu berbisik-bisik seperti itu! Kalian sedang berada di kandang singa jadi tidak perlu berpikir, apa lagi merencanakan sesuatu untuk kabur."


"Aku baik-baik saja." Jawab Dita pada Topia.


"Cih! Kau baik-baik saja sekarang, tapi dalam beberapa menit kedepan kau mungkin akan berteriak minta tolong pada kami karena siraman air keras di seluruh tubuhmu!" Hina Sita yang sudah tidak sabar Senya segera pulang membawakan air keras untuk Dita.


"Anjing tidak pantas menggonggong di depanku!. Topia, bantu aku menyingkirkannya." Kata Dita pada Topia saat ia mulai risih dengan kelancangan saudara tirinya.


"Baik Nona," ucap Topia lalu berjalan mendekat ke arah Sita untuk menyeret gadis itu.


"Sialan! Beraninya kau menghinaku! Kaulah yang seekor anjing di sini." Teriak Sita dengan panik sembari ia berdiri untuk menghindari Topia.


"Kalian! Mengapa diam saja? Cepat tangkap kedua wanita ini dan ikat mereka!" Teriak Merlin pada penjaga-penjaga yang berada di ruangan itu.


10 penjaga yang telah disiapkan oleh Merlin langsung menyerang Topia secara bersamaan.


__ADS_1


__ADS_2