MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
47. Tamu dari luar negeri


__ADS_3

"Tuan, Tetua telah tiba di bandara. Asistennya baru saja menghubungi saya bahwa ia ingin tinggal bersama Tuan." Ucap Aran.


"Bawa dia ke villa utama. Perketat keamanan di rumah dan suruh Topia segera kembali dari misinya." Ucap Saga.


"Baik Tuan, juga Tuan Ke-3 akan tiba nanti malam." Lagi kata Aran.


"Biarkan dia pergi ke rumah. Sekalian ia bisa memeriksa istriku " ucap Saga.


"Baik Tuan." Jawab Aran lalu ia keluar mempersiapkan segalanya.


Ia juga mengantar Saga untuk menyambut Tetua di villa. Tapi ia hanya diam saja saat Saga turun dari mobil. Ia hanya bertugas mengikuti Saga dan mengamati keakraban palsu dari ketiga orang di hadapannya.


"Apa yang membuat Ayah datang kemari?" Tanya Saga meski ia tak pernah menganggap orang di depannya sebagai ayahnya.


"Hmm, aku harus memeriksa keadaan putra ke-9 ku. Bagaimana perkembangan bisnis?" Tanya Tetua.


"Baik, sama seperti sebelumnya." Jawab Saga.


"Hahaha,, aku sudah menduganya. Kau pasti melakukan yang terbaik.


Kalau begitu kita tidak perlu kuwatir lagi dengan bisnis di di sini." Ucap Roni, kakak pertama Saga.


"Kau benar, sekarang aku bisa tenang dan memastikan perusahaan di negara ini tidak akan goyah meski Saga sudah di pindah ke negara C." Kekeh Tetua.


"Apa maksud Ayah?" Tanya Saga yang kini mengerti akan kedatangan kedua orang itu.


"Ayah berencana membangun kerajaan bisnis di negara C, tapi tidak ada kandidat yang bisa melakukannya sebaik dirimu." Ucap Tetua.


"Aku tidak akan pergi." Ucap Saga langsung menolak.

__ADS_1


"Kau tidak bisa menolak." Ucap tetua sambil tersenyum.


"Apa maksud Ayah?" Tanya Saga dengan cemas.


"Kami tahu segalanya tentangmu, kalau kau menolak tugas ini, gadis itu mungkin akan segera mati." Ucap Roni.


"Kalian!" Bentak Saga sangat marah.


"Kau berani membentak Ayah demi seorang gadis?!!" Balas Roni membentak Saga.


Saga terkekeh "Cih! Ayahku sudah lama meninggal!"


"Anak kurang ajar! Kalau bukan karena Ayah, kau sudah mati bertahun-tahun yang lalu!" Ucap Roni merasa sangat kesal.


"Oh ya? Dan aku sudah membalas hutang itu. Atau Ayah lupa kontraknya? Ayah menyelamatkan aku dan aku membuat organisasi kalian berkembang sampai sebesar ini. Jadi sekarang, kita tak punya hutang apa pun. Tapi karena kalian berani menyentuh orangku, maka jangan salahkan aku kalau terjadi sesuatu!" Ucap Saga lalu ia berjalan pergi meninggalkan kedua orang itu.


"Ayah! Apa yang terjadi?" Tanya Roni pada Ayahnya.


...


Saga tiba di rumah.


Ia langsung mencari Dita di kamar dan memeluknya.


"Sayang," katanya penuh kehawatiran.


"Ada apa?" Tanya Dita seraya berbalik menghadap Saga.


"Bagaimana perasaanmu hari ini? Apa kau,,"

__ADS_1


"Apa yang kau bicarakan? Aku baik-baik saja!" Ucap Dita memandang heran pada Saga membuat pria itu semakin merasa bersalah.


Ia kembali memeluk Dita dan berusaha menahan emosinya. "Nanti malam kakakku akan datang ke mari. Semoga dia bisa menyembuhkanmu." Ucap Saga.


"Apa?! Kakakmu akan datang dan kau tidak mengatakan apa pun?" Dita menjadi panik.


"Memangnya kenapa?" Tanya Saga sembari memperhatikan Dita yang sudah berlari keluar kamar.


"Pergi mandi! Aku akan mengurus sisanya." Teriak Sembari sembari berlari ke lantai bawah langsung berjalan kearah dapur.


"Ada yang bisa kami bantu nona?" Tanya pelayan.


"Siapkan makan malam yang sangat spesial dan juga tata dengan rapi di atas meja.


Perhatikan seluruh sudut rumah jangan sampai ada debu yang tertinggal. Terus jika nanti ada tamu yang datang kalian harus melayaninya dengan sangat baik.


2 pelayan ikuti aku ke kamar tamu." Ucap Dita lalu ia berjalan ke salah satu kamar tamu yang paling besar di lantai 1.


"Bersihkan kamar ini dan tata dengan rapi. Aku mau meja yang di sana ditaruh bunga segar di atasnya, lalu kamar mandinya juga isi dengan tanaman segar. Ganti gordennya menjadi warna,,," Dita berhenti ketika ia tidak tahu apakah yang akan datang adalah kakak perempuan atau Kakak laki-laki Saga.


"Kalian kerjakan yang kuperintahkan dulu Aku akan kembali sebentar." Kata Dita lalu ia berlari ke lantai atas menemui Saga yang sedang mandi didalam kamar mandi.


"Sayang, kau belum bilang kakakmu perempuan atau laki-laki." Tanyanya pada pria yang sementara telanjang di bawah guyuran air hangat.


"Tidak usah merepotkan dirimu sendiri, dia tidak akan memuji nanti." Jawab Saga.


"Aku tidak perduli! Katakan saja dia perempuan atau laki-laki?"


"Laki-laki." Jawab Saga dengan pasrah.

__ADS_1



__ADS_2