MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
76. Lamaran Aran


__ADS_3

Setelah tiba di rumahnya, Lorano langsung dibaringkan di atas ranjang. Pria itu terlihat tak berdaya sambil menahan sesak nafasnya.


"Tuan, apa yang harus saya lakukan?" Tanya asisten Lorano yang merasa sangat cemas.


"Tinggalkan aku sendiri dan urus urusan perusahaan." Jawab Lorano dengan nafas tersengal nya sambil menahan rasa sakitnya.


"Tapi Tuan," asisten itu hendak memprotes tapi Lorano menghentikannya dengan gerakan tangan lalu terlihat berusaha mengumpulkan tenaganya untuk berbicara.


"Jangan beritahu siapa-siapa tentang ini." Kata Lorano.


"Baiklah saya akan menurut, tapi Tuan harus mau diberi obat penawar racun." Lagi kata asisten Lorano yang tidak mau mengambil resiko atas keselamatan tuannya.


"Obat itu tidak akan berfungsi padaku. Tubuhku telah menjadi objek penelitian selama bertahun-tahun, dan tidak ada racun yang bisa menembus tubuhku. Tapi sepertinya racun itu telah dimodifikasi dengan campuran bahan itu." Kata Lorano sambil menahan rasa sakitnya.


"Bahan itu? Apa maksud Tuan?" Kembali asisten Lorano bertanya karena tuannya penuh dengan teka-teki.


"Pergilah, perusahaan membutuhkanmu." Ucapan terakhir Lorano sebelum pria itu memejamkan matanya memberi tanda pada asistennya kalau ia tidak mau diganggu.

__ADS_1


Asisten Lorano langsung keluar dari kamar Tuannya dan menutup pintu dengan rapat.


Ia bolak-balik di depan pintu memikirkan keputusan yang tepat yang harus diambilnya.


Tak berapa lama ponselnya berdering.


"Ada apa?" Tanyanya pada rekan kerjanya yang sedang menangani perusahaan.


"Para klien meminta pembatalan kerjasama kontrak dan meminta kita membayar sejumlah denda. Bukan hanya satu atau dua, hampir semua klien melakukannya." Ucap pria dari seberang telepon.


"Apa kau bodoh? Selesaikan semuanya seperti yang tertera di kontrak kalau mereka yang pertama membatalkan kerjasamanya maka merekalah yang akan membayar denda!" Jawab asisten Lorano dengan kesal sebelum menutup telepon itu.


"Tidak, aku tidak bisa menuruti keinginan Tuan. Aku belum sekuat Tuan untuk mengendalikan semuanya.' lagi kata asisten itu lalu ia segera menelpon Aran.


Panggilan itu berdering beberapa kali, tapi tak ada tanda-tanda orang di seberang akan mengangkat teleponnya, Karena pada saat itu Aran sedang berbicara dengan seorang gadis.


"Teleponmu berdering, angkatlah lebih dulu." Ucap Topia.

__ADS_1


Aran menghela nafasnya lalu ia meraih ponselnya dan melihat nama pemanggil ialah asisten Lorano.


"Ini panggilan tidak penting." Kata Aran mematikan panggilan itu lalu ia kembali fokus pada gadis di depannya.


"Tuan Saga tidak mengetahui kalau aku menarikmu kembali dari tempat jauh itu. Aku membutuhkan bantuanmu, tapi sebelum itu aku ingin bertanya satu hal."


Topia segera menghela nafas lalu ia menjawab "Aku sudah dibutakan oleh rasa suka kepada Tuan Saga sehingga melukai istrinya. Aku tidak pantas berada di sini lagi, tapi kalau kau membutuhkan bantuan ku aku akan membantu sebisaku lalu kembali ke tempat pengasingan ku."


"Hah! Tuan Saga menyuruhku menikah dalam waktu 10 hari." Kata Aran membuat Topia begitu terkejut.


"Jangan bilang kau bermaksud menikah denganku?" Tanya Topia sambil mengerut tak mau mendapatkan jawaban ia.


"Apa salahnya? Kita hanya menikah lalu kau bebas pergi kemanapun. Hanya sertifikat pernikahan yang kita perlukan." Ucap Aran membuat gadis di depannya terdiam lalu menatap keluar jendela memikirkan kata-kata Aran.


Setelah beberapa saat, ia kembali menghela nafasnya lalu berkata "Apa yang akan terjadi kalau kau tidak menikah dalam waktu 10 hari?" Tanyanya.


"Aku akan menderita seumur hidupku." Jawab Aran memikirkan penderitaannya, akan selalu tertekan oleh Saga.

__ADS_1



__ADS_2