MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
81. Selamat Datang


__ADS_3

. Happy reading......


Dewa terus mengejar mobil di depannya hingga mereka memasuki sebuah gang kecil.


"Kenapa dia membawa mobil ke tempat seperti ini? Bodoh!" Ucap Dewa terus menancap gasnya.


Tapi karena perasaannya tidak enak ia mengambil ponselnya dan menelepon Aran.


"Apa lagi?!!!" Teriak seorang pria dari seberang telepon.


'Sepertinya aku kembali menelpon diwaktu yang salah.' Pikir Dewa dalam hatinya tapi ia juga tidak berniat untuk mematikan panggilan itu.


"Aku sudah menyelidiki racun yang digunakan pada Tuanku. Senya adalah otak dibalik keracunannya. Tolong bantu aku untuk memberitahu Nyonya Dita bahwa orang yang dia percayai telah membuka kembali farmasi yang menjadi awal mula pemberontakannya." Ucap Dewa.


"Jangan bercanda. Senya tidak mungkin melakukannya." Ucap Aran.


"Kau tidak percaya? Aku sudah menyelidikinya dan menemukan wakil CEO pergi ke anak perusahaan itu lalu berbicara dengan ilmuwan di sana. Dia mengatakan kalau semua yang ia lakukan telah disetujui oleh Senya. Juga, dia menginginkan tuan Lorano hidup-hidup karena Tuan Lorano mengetahui banyak hal tentang dunia obat-obatan. Saat ini aku sedang-" ucapan Dewa terhenti ketika tiba-tiba sebuah batu besar menggelinding di jalanan menghalangi mobilnya.


Ia mengerem mendadak sehingga membuat ponselnya terjatuh.


"Sial! Mereka sengaja memancingku kemari!" Ucapnya langsung memundurkan mobilnya.


Tapi baru beberapa meter mobilnya mundur saat menabrak sesuatu di belakang.

__ADS_1


"Hais! Sial!" Lagi gerutunya sebelum mengambil sebuah pistol yang ia sembunyikan di dalam mobil.


Dewa kemudian keluar dari mobil dan memperhatikan tempat itu.


"Sial!" Gerutunya lagi saat menatap jendela jendela bangunan.


Dewa bisa memperkirakan letak orang-orang itu. Tapi ia tidak bisa berbuat apapun selain tetap waspada sambil memegang erat pistolnya.


Tak ada suara apapun yang terdengar. Namun tiba-tiba seorang pria berjalan dari belakangnya.


Dewa langsung mengarahkan pistolnya pada pria bertubuh kekar itu "Siapa kau?!" Tanyanya.


"Hei Bro, selamat datang." Kata pria itu dengan tersenyum membuat Dewa mengalihkan perhatiannya.


Bruk! Dewa langsung jatuh ke tanah.


Pria bertubuh kekar itu kemudian membawa Dewa pada punggungnya.


Sekitar satu jam kemudian, Dewa tersadar dan mendapati dirinya sedang di kurung dalam sebuah jeruji besi.


Arga memandanginya dari luar Jeruji.


"Sialan!" Umpat Dewa pada Arga.

__ADS_1


"Berapa banyak informasi yang kau dapat?!" Tanya pria itu dengan dingin.


"Kau sialan! Beraninya kau menculikku!" Ucap Dewa yang tidak mau membuka mulut tentang apa saja yang ia ketahui.


"Wahhh, baiklah. Sepertinya ini hari terakhirmu menjadi manusia." Ucap Arga lalu ia menoleh pada orang-orangnya.


Dua orang pria langsung mendekati jeruji besi lalu mengarahkan 2 pistol pada Dewa.


Dor! Dor!


Masing-masing kaki dewa mendapat satu tembakan.


"Akkh!" Rintih Dewa.


"Tembak dia sampai mati." Lagi perintah Arga lalu suara tembakan kembali terdengar.


Setelah itu, Arga menelepon seseorang.


"Ada apa?" Suara seorang perempuan dari balik telepon.


"Asisten Lorano mengikuti kami. Tapi kami sudah membunuhnya, kami menemukan sebuah ponsel di dalam mobil pria itu. Panggilan terakhirnya bersama dengan Aran, asisten Saga." Kata Arga.


"Baiklah. Aku akan mengurusnya. Kau lanjutkan saja rencana kita seperti semula. Kalau besok belum ada orang yang mencari obat itu, cari kesempatan untuk menemui Lorano secara langsung." Jawab perempuan itu.

__ADS_1


"Baik Nona," Jawab Arga sebelum ia menutup panggilannya.


__ADS_2