
"Aku akan menderita seumur hidupku." Jawab Aran memikirkan penderitaannya, akan selalu tertekan oleh Saga.
"Penderitaan itu mungkin sebanding dengan apa yang sudah kau raih selama ini. Aku bermaksud untuk tidak pernah menikah lagi seumur hidupku. Aku sudah nyaman di tempat pengasingan, di sana tidak ada banyak hal yang merepotkan ku." Jawab Topia yang masih setia melihat keluar jendela. Sepertinya awan diatas langit begitu menarik perhatiannya.
"Aku tidak membuatmu menikah sungguhan, hanya untuk mendapatkan sertifikat pernikahan saja. Setelah itu kau bebas melakukan apapun seumur hidupmu tanpa perlu memikirkan kalau kita sudah menikah." Kata Aran menjelaskan.
"Hah! Baiklah, kau bisa mengaturnya." Jawab Topia langsung diikuti oleh ponsel Aran yang kembali berdering.
"Kau sudah setujuh ya, aku akan mengangkat panggilan ini dulu." Ucap Aran lalu ia mengangkat panggilannya.
"Kenapa lagi menghubungiku?!" Katanya dengan kesal pada pria di seberang telepon.
"Aku punya hal yang penting untuk dibicarakan denganmu, Mengapa sangat lama mengangkat teleponku?!"
"Kau gila! Terakhir kali kau menelponku aku mendapat hukuman paling kejam! Apa kau tahu hukumannya? Aku disuruh menikah dalam waktu 10 hari sementara aku sama sekali tidak mengenal seorang gadis!" Kata Aran dengan kesal membuat Topia menahan senyumnya karena ini pertama kalinya ia melihat pria didepannya sangat marah pada seseorang.
__ADS_1
"Haha,,, Aku turut berduka cita atas penderitaanmu kawan. Tapi kamu juga harus berdukacita karena sebentar lagi aku akan melalui hari-hari seperti itu." Ucap asisten Lorano yang memikirkan masa-masanya ketika Tuannya sudah sembuh lalu kembali berurusan dengan Senya.
"Aku bukan orang yang bisa kau tempati curhat. Cepat saja katakan apa yang kau perlukan!" Gertak Aran yang merasa sangat marah dengan pria di seberang telepon.
"Ah, baiklah. Aku hanya ingin meminta saran, soalnya Tuan Lorano terkena racun yang diberikan oleh Nona Senya. Tapi dia tidak mau mengatakannya pada siapapun, sementara perusahaan sangat membutuhkan dia."
"Apa?! Senya meracuni Tuan Lorano?" Aran begitu terkejut sampai kedua bola matanya membulat sempurna menatap Topia dengan perasaan tak percaya.
"Kenapa kau malah melototiku?" Kesal Topia yang dilototi oleh Aran lalu Gadis itu membuang mukanya. Tentu saja karena ia juga merasa malu tentang kejadian masa lalu yang pernah ia lakukan.
"Aku akan berbicara dengan Nyonya Dita sekarang." Jawab Aran lalu ia mematikan panggilannya dan menoleh pada Topia.
"Kita akan bertemu besok dan segera mengurus pernikahan kita. Aku akan menghubungimu." Ucap Aran sebelum pria itu meninggalkan Topia sendirian.
"Hm! Tidak kusangka selain aku yang pernah berkhianat, ternyata Senya juga mengikuti jejakku. Padahal dia sudah diberi kepercayaan yang luar biasa untuk memimpin sebuah perusahaan yang sangat besar." Ucap Topia sambil tersenyum memikirkan jalan pikiran perempuan yang masih muda.
__ADS_1
Topia kemudian bergegas meninggalkan tempat itu dan pergi menemui seorang tetua yang mengelola sebuah toko.
"Tuan," katanya menyapa Seorang Pria tua yang sedang menyiram bunga di depan toko.
"Kau, Topia?" Tetua begitu terkejut melihat kedatangan Topia.
"Lama tak jumpa." Ucap Topia dengan senyum ramahnya.
"Hm,, masuklah." Kata Tetua lalu mereka duduk bersama di dalam toko.
"Kebetulan sekali kau datang kemari. Apakah masih mau bekerja sama denganku?" Tanya Tetua.
"Bekerja sama? Tentang apa?" Tanya Topia.
__ADS_1