
"Menurutmu? Apa yang akan kulakukan sekarang?" Tanya Lorano yang sementara menahan Senya dengan tubuhnya. Tangan pria itu pun mencekal dagu Senya dan memaksa Gadis itu menatap matanya.
Seketika jantung Lorano langsung berpacu dengan cepat. 'Sial! Gadis ini benar-benar mempengaruhiku!' gerutu Lorano.
"Kau!" Senya begitu marah dan langsung mengambil kekuatan untuk mendorong pria itu. Tapi kekuatannya sama sekali tidak sebanding dengan tekanan yang diberikan oleh Lorano.
'Sial! Sepertinya dia sudah mempersiapkan semuanya. Tapi mengapa jantungku berdegup sekencang ini? Apakah ini rasa takut atau perasaan yang lainnya?' Gumam Senya sembari menggertakkan giginya.
"Sayang, kau salah, 1 bulan bukanlah waktu yang singkat untuk belajar menaklukkan gadis sepertimu." Kata Lorano sambil tersenyum.
'Apa maksudnya? Menaklukan aku? Untuk apa?' pikir Senya.
"Apa mau Tuan?" Tanya Senya setelah ia berjuang keras untuk melepaskan diri dari Lorano, tapi kekuatannya sama sekali tidak bisa mengalahkan pria itu.
"Mudah saja, cukup kembalikan kestabilan perusahaanku seperti semula. Kalau tidak, hari ini juga aku akan membuatmu menyesal. Bagaimana?" Tanya Lorano sambil menatap tajam mata Senya.
"Saya sama sekali tidak tahu apa yang Tuan katakan. Perusahaan saya sama sekali tidak pernah berurusan dengan perusahaan Tuan." Ucap Senya.
"Aah, kau tidak mengerti? Atau pura-pura tidak mengerti untuk mengulur waktu?" Ucap Lorano mendekatkan wajahnya pada Senya.
__ADS_1
'Aku harus memastikan apakah jantungku berdetak karena menyukai gadis ini atau karena hal lain.' Gumam Saga menatap lekat mata Senya.
"Apa yang Tuan lakukan?!" Senya menjadi panik. Itu adalah kali pertamanya ia berada dalam situasi terjepit dan tidak bisa berbuat apapun.
"Yang kulakukan? Menurutmu apa?" Tanya Lorano yang masih mengamati dua bola mata hitam milik Senya.
Jantung kedua orang itu terus berpacu dengan kencang. Keduanya terus berusaha menahan diri dan mencari jawaban atas jantung yang tiba-tiba menjadi aneh saat berhadapan satu sama lain.
'Haruskah aku menanyakannya?' Gumam Lorano yang begitu penasaran Apakah gadis di depannya juga mengalami hal yang sama pada jantungnya.
"Ck? Bunyi apa itu?" Tanya Senya saat Lorano menekan dadanya ke arah tangan Senya hingga Gadis itu bisa merasakan degup jantung yang berpacu dengan kencang.
"Saya tanyakan, mengapa jantung Tuan berdegup sangat kencang seolah sedang ketakutan berhadapan dengan saya?" Tanya Senya meski dirinya juga mengalami hal yang sama namun berusaha ia sembunyikan.
'Sial! Dia mengetahuinya!' Gerutu Lorano dalam hati lalu semakin menekan Senya ke dinding.
"Itu karena aku menyukaimu!" Kata Lorano lalu ia menundukkan wajahnya mencium Senya.
"Mmh!" Senya protes, tapi ia tidak bisa berbuat apa pun. Ia hanya melototkan matanya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Lorano.
__ADS_1
Ia berusaha menghindarinya, namun tangan pria itu menahan dagunya hingga ia tidak bisa melakukan apapun selain menerima ciuman Lorano.
Setelah beberapa menit, Lorano menghentikan aksinya dan memandang wajahnya yang merah padam.
"Itu adalah ciuman pertamaku. Saatnya nanti, aku akan menagih pertanggungjawabanmu." Katanya sebelum melepaskan gadis itu.
"Brengsek!" Umpat Senya sebelum keluar meninggalkan Lorano yang sedang terpaku di tempatnya.
Beberapa detik kehilangan pikirannya, kemudian Lorano menyentuh bibirnya.
"Rasanya sangat mengagumkan." Ucapnya yang merasa kagum dengan apa yang baru saja ia lakukan bersama Senya.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari adik angkatnya.
"Halo?" Jawabnya masih setengah linglung.
"Hahah... Bagaimana rasanya berciuman?" Tanya Saga dari seberang telepon membuat Lorano langsung kaget dan berbalik mengawasi ruangan tempat ia berada.
"Haha, tidak perlu mencariku. Aku tahu kamu masih menikmati sensasi berciuman untuk pertama kalinya. Oya, Kalau kau mau tahu, hal yang dilakukan setelah berciuman berasa jauh lebih menakjubkan. Apalagi jika melakukannya bersama orang yang dicintai." Ucap Saga sebelum nada sambungan terputus terdengar di telinga Lorano.
__ADS_1