MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
50. Penghianatan


__ADS_3

"Saya akan membawa pelayan ini." Kata Topia lalu memberi kode pada beberapa orang pelayan lalu semua pelayan itu bubar.


"Bagaimana menurutmu?" Tanya Lorano pada Saga, tapi pria itu hanya diam.


"Haha,,, sepetinya kau tidak mau mengakui kalau pengawal kebanggan mu itu sudah menghianati mu. Ck,, lihat bagaimana ia langsung menyeret pelayan itu. Sebaiknya kau selidiki dia lebih jauh atau kau akan menyesal nanti." Kata Lorano lalu pria itu berdiri.


"Aku kan pergi ke suatu tempat, kita bicarakan masalah Ayah nanti siang." Kata Lorano.


Dita bahkan terkejut dengan apa yang terjadi, bagaimana mungkin Topia tega melakukannya?


"Sayang? Apa kau percaya yang dikatakan kakakmu?" Tanya Dita pada Saga.


"Kau tenang saja, aku akan mengirimnya untuk misi yang panjang." Jawab Saga.


"Kau tidak menyelidikinya?" Lagi tanya Dita yang merasa tak puas dengan jawaban Saga.


"Aku akan mengurusnya. Hari ini aku akan menyuruh Senya menemanimu di rumah. Semua pelayan juga kan ku ganti." Kata Saga lalu ia mencium Dita sebelum pergi meninggalkan rumah.


Ia baru saja tiba di perusahana saat Aran langsung menghampirinya.


"Tuan," kata Pria itu dibalas tatapan datar Saga.


Saga berjalan ke ruangannya diikuti Aran. "Katakan," katanya pada Aran.

__ADS_1


"Orang tua itu telah mengetahui kedatangan Tuan Lorano ke mari. Kemarin kami menemukan maya-mata mereka mengawasi rumah Tuan." Ucap Aran.


"Jadi mereka sudah tahu. Apa Mereka tahu kalau kita tahu?"


"Tidak, kami belum melakukan apa pun pada mata-mata itu." Ucap Aran.


"Baguslah. Biarkan saja mereka memata-matai kita. Kau urus saja rencana kita, juga persiapkan Topia ke pedalaman, aku mau dia bertanggungjawab untuk semua persoalan di sana." Ucap Saga.


"Tapi Tuan, kita memerlukannya untuk menghadapi Orang Tua itu. Apa lagi saat ini mereka sepertinya mengundang beberapa pembunuh bayaran. Saya takut mereka akan menargetkan Nona." Ucap Aran.


"Lakukan saja perintahku. Kau atur tambahan keamanan untuk Dita." Ucap Saga mengakhiri pembicaraan mereka.


"Baik Tuan." Jawab Aran sebelum keluar dari ruangan pria itu.


Sementara Saga kembali fokus pada pekerjaannya. Ia perlu mengembangkan bisnisnya supaya bisa berdiri teguh untuk melawan perusahaan utama.


...


Dita memandangi pelayan baru yang di pekerjakan Saga. "Kalian sudah menandatangani kontak di sini. Jika sala satu dari kalian melakukan kesalahan, maka semua orang akan ikut menanggungnya. Juga, jangan coab-coba menutupi sesuatu dari saya, apa lagi memiliki niat buruk."


"Kami mengerti Nona." Kata Mereka serempak lalu dita mengayunkan tangannya memberi syarat agar para pelayan itu agar segera mengerjakan tugasnya.


"Senior!" Panggil Senya yang baru saja tiba.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanyanya pada gadis yang begitu panik di depannya.


"Apakah terjadi sesuatu? Mengapa diluar sangat ramai? Bahkan aku di periksa selama 30 menit sebelum masuk ke ke sini." Kata Senya.


"Oh,, bukan masalah besar, kakak suamiku membuat masalah, jadi Saga memperketat keamanan untuk menghindari kakaknya datang kemari." Ucap Dita.


"Bukankah?"


"Oh yang datang kemarin, dia cukup menyenangkan, tampan dan,, kau bisa melihatnya nanti. Kau pasti menyukainya." Ucap Dita lalu berdiri dan berjalan ke lantai 2.


"Aku akan mandi," kata Dita.


Senya berdiri di tempatnya sebelum berjalan ke dapur dan memasak makanan untuk dirinya sendiri.


Baru beberapa menit ia menikmati maknannya saat seorang pria mengejutkannya.


Pria itu dengan wajah datar dan kaos hitam bersama celana pendek. Banyak sekali pengawal di belakangnya.


Senya langsung berdiri dalam posisi siaga dan memandangi Lorano dengan wajah tak kalah datar dari pria itu.


"Siapa kau?" Tanya Senya mengamati Lorano dengan waspada.


'Apakah ini kakak ipar Senior yang sudah menerobos ke kediaman? Aku harus melindungi Nona,' pikir Senya.

__ADS_1



__ADS_2