MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
67. Lorano yang tersiksa


__ADS_3

Malam hari di ruang keluarga.


Lorano, Saga dan Dita sedang duduk bersama di ruang tamu. Dita terus bertanya bagaimana kedua pria itu menyelesaikan masalah dengan tetua.


"Jadi kalian menyiapkan sebuah toko untuk ia kelola? Itu sangat bagus. Padahal aku sudah berpikir kalian akan bersikap kejam dengan cara menyiksanya." Komentar Dita yang tidak percaya bagaimana kedua orang itu menyelesaikan masalah dengan tetua.


"Sudah jangan membahas ini lagi."ucap Saga langsung berdiri dan menarik Dita lalu membawa perempuan itu ke kamar.


Saat ia menutup pintu, ia langsung menarik perempuan itu kepelukannya. "Kau semakin ramping." Puji Saga dengan tangan yang diliarkan di sekujur tubuh Dita merasakan halusnya kulit perempuan itu.


"Apakah aku menjadi semakin cantik?" Tanya Dita sembari mengulurkan tangannya dan melingkarkannya di leher Saga.


"Kau tidak semakin cantik." Jawab Saga menatap mata Dita dengan perasaan dipenuhi cinta.


"Tidak?" Tanya Dita sembari mengerutkan keningnya sangat tidak percaya dengan ucapan pria di depannya.


"Kau tidak semakin cantik, karena dari dulu kau selalu sangat cantik, batas maksimalnya sudah tercapai." Jawab Saga lalu ia menundukkan kepalanya memberi cumbuan lembut di bibir Dita.

__ADS_1


Karena Dita baru saja dipuji ia menjadi lebih bersemangat membalas ciuman pria itu. Ia bahkan sedikit menjinjit supaya bisa meraih ciuman yang lebih dalam.


'Dia mengatakan dari dulu aku sudah cantik. Berarti meskipun tubuhku gemuk dia tetap mengatakan aku cantik? Kecantikanku memang berasal dari dalam!' gumam Dita merasa sangat percaya diri.


Tak mau membuat Dita tersiksa, Saga kemudian membantu perempuan itu dengan menarik kedua kaki Dita supaya melingkar di pinggangnya.


Saga lalu berjalan ke ranjang dan menaruh Dita perlahan-lahan ke bawah sambil mengikuti gadis itu. Keduanya saling tindih dengan ciuman yang tak terputus, tangan Saga sudah liar kemana-mana membuat Dita meracau tak jelas.


"Sayang, malam ini harus panjang." Saga memberi menjeda pada ciuman mereka lalu meraih sabuknya.


"Aku takut seseorang tidak akan bisa tidur." Kikik Dita mengingat Lorano yang sudah pindah kamar ke samping kamar mereka.


Keduanya bersikap tidak sabaran dengan Saga yang terus meliarkan tangannya di sekujur tubuh Dita, sedangkan Dita melingkarkan kaki dan tangannya di pinggang dan leher pria itu.


Dita berusaha mengangkat tubuhnya sekaligus menarik tubuh Saga agar keduanya semakin merapat.


Kulit halus Dita begitu terasa lembut saat bersentuhan dengan permukaan kulit Saga. Hal itu membuat Saga semakin merasa tidak sabar hingga ia menarik sebuah bantal dan mengganjal bokong Dita dengan bantal itu.

__ADS_1


"Sekarang Sayang!" Perintah Dita ketika ia sudah begitu siap namun Saga masih bermain-main dengan jarinya.


"Sebentar dulu Sayang. Aku ingin kita menikmatinya dengan sempurna." Ucap Saga semakin membuat Dita semakin mengeram.


"Ahh! Kau membuatku menjumpai kematianku!" Rintih Dita saat Saga masih terus mengerjainya.


"Kau akan mati di dalamku!" Suara Saga sangat berat disertai nafas yang memburu lalu pria itu.


"Akkhh!" Rintih kenikmatan Dita menyambut penyatuan mereka.


"Ohh, Kenapa kau selalu sempit sayang?" Saga kenikmatan merasakan Dita sembari ia berjuang dengan semangat.


"Ahhhkkk!! Asssh!" Keduanya terus membuat suara-suara aneh yang yang menembus dinding kamar mereka membuat seseorang di sebelah kamar mereka jadi tidak bisa tidur.


"Sial! Mereka berdua sengaja melakukannya!" Umpat lorano sembari menahan kekesalannya menutupi telinganya dengan bantal.


Semua ini karena hujan lebat yang membuat jendela kamarnya rusak. Ia jadi harus pindah di sebelah kamar pasangan menyebalkan itu dan tidak bisa tidur karena suara berisik yang menjijikan dari kamar Dita dan Saga.

__ADS_1


Kalau ada yang bertanya-tanya Mengapa Lorano tidak latihan malam ini, itu karena Lorano mengganti pelatihnya menjadi seorang pria. Asistennya perlu mengatur janji baru lagi.



__ADS_2