
"Lois terkapar di lantai dan Saga duduk dengan santai di sofa.
"Mengaku sekarang, atau mau lanjut?" Tanya Topia mewakili Saga.
"Saya tidak melakukan apa pun!" Ucap Lois.
"Baiklah. Berarti kita akan melanjutkannya." Ucap Topia memberi kode pada orang-orang Saga.
3 alat berat sudah siap di halaman rumah Lois. Ketiganya langsung bergerak setelah mendapat aba-aba.
Sedikit demi sedikit tembok rumah di hancurkan, bunyi reruntuhan memenuhi rumah itu.
"Tuan, saya mohon, Anda bisa menghancurkan rumah ini, tapi tolong, selamatkan keluarga saya." Ucap Lois.
"Kau tidka diijinkan berbicara kecuali untuk sebuah pengakuan." Kata Topia.
Lois terdiam memegangi kakinya yang patah.
Kalau ia mengaku, makan ia dan keluarganya akan di bantai. Tapi kalaj ia tidak mengaku, maka selamanya Dita tidak akan di temukan, dan kemungkinan hanya dirinyalah yang akan mati.
"Gali tanah rumah ini sampai kedalaman 10 meter. Biarkan itu menjadi kuburan bagi mereka. " ucap Saga di sela-sela raut wajah kemalasannya.
Namun, kata-kata Saga langsung mengagetkan Lois. Itu berarti mereka akan tetap menemukan Dita. 'Ini gawat, tapi selama mereka berjalan dengan lambat, gadis itu akan tetap mati di bawah sana. Ini akan menjadi sejarah bagiku, meski aku sudah ada di lubang kubur. Lois berhasil membunuh orang terpenting dalam hidup Saga.'
"Sepertinya Tuan sangat bersikeras, tapi kalau tuan tidak mengaku, maka siapa yang akan diuntungkan dari smeua kejadian ini?
Mati sia-sia demi seseorang?" Ucap Topia berusaha menjatuhkan keyakinan Lois.
Lois kembali berpikir 'Benar, Afgan akan bermegah karena keinginannya tercapai. Tapi,, tapi aku akan mati meninggalkan gelar saja. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus membawa pria itu bersamaku!' pikir Lois.
__ADS_1
"Tuan! Saya berubah pikiran! Nona Dita memang ada bersama saya!" Teriak Lois kemudian.
"Dia ada di ruang bawah tanah. Tapi hanya bisa di akses dengan scan wajah saya." Kata Pria itu membuat Saga mengepalkan tangannya.
"Bawa dia." Ucap Saga lalu mereka bergegas ke rumah bawah tanah.
Setelah membuka pintu, didapatinya Seorang gadis terbaring lemah di atas tempat tidur.
"Sayang," ucap Saga dengan panik berjalan mendekat ke arha Dita dan memeluk gadis itu.
Dita tersadar, ia mengingat bau tubuh itu bau tubuh yang sangat ia rindukan.
Ia membuka matanya dan melihat Saga "Jangan mendekat." Katanya meski tubuhnya tak dapat menolak karena pengaruh obat.
Tapi Saga bukanlah pria yang mudah di perintah, ia langsung membawa Dita ke gendongannya lalu berjalan ke luar dari ruangan itu.
Dita menangis "Lepaskan aku!" Lagi ucap Dita.
"Aku bau." Ucap Dita yang merasa jijik dengan dirinya sendiri.
Tapi bukannya Saga menjauh, ia malah mencium bibir Dita lalu tersenyum sembari kembali melangkah.
"Aku juga bau." Kata Saga membuat Dita semakin terisak karena rasa harunya.
"Sayang, kenapa menangis?"
Dita menggelengkan kepalanya, "Aku hanya merindukanmu."
Mereka bergegas ke rumah sakit milik Saga. Dita langsung di periksa oleh dokter lalu Saga memandikannya.
__ADS_1
Dita menikmati guyuran air hangat di tubuhnya, itu sangat nyaman.
"Aroma apa yang ingin aku gunakan?" Tanya Saga saat akan meraih sabun.
"Apa pun," jawab Dita yang masih memejamkan matanya.
Saga merasa sangat cemas pada Dita, ia kembali menciumi Dita sebelum menyabuninya.
Setelah mandi, Saga membaringkan Dita di tempat tidur. .
"Aku lapar." Kata Dita.
Bangunlah dan makan." Ucap Saga memangku Dita dan menyuapi gadis itu.
"Kenapa kau jadi semakin gemuk?" Tanya Saga yang merasa aneh dengan hal itu.
Biasanya orang yang di sekap menjadi kurus, tapi Dita, mengapa dia berubah jadi gemuk.
"Aku tidak tahu. Dia terus memberiku obat, aku selalu lemah dan tak bisa bergerak." Ucap Dita di sela-sela suapannya.
Panggil dokter," kata Saga pada Topia yang sedari tadi berdiri di dlama kamar.
"Baik Bos." Jawab Topia.
"Bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Saga pada Dokter yang baru saja datang.
"Ini efek racun yang ia makan." Ucap Dokter itu membuat Saga menggelapkan tatapannya.
Racun!
__ADS_1