MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
51. Pria bertopeng


__ADS_3

"Siapa kau?" Tanya Senya mengamati Lorano dengan waspada.


"Apakah ini kakak Ipar Senior yang sudah menerobos ke kediaman? Aku harus melindungi Nona," pikir Senya dalam kewaspadaannya.


Sekertaris Lorano yang berdiri di samping pria itu langsung mendekat ke arah Lorano dan membisikkan sesuatu.


Hal itu membuat Senya semakin waspada dan menatap pria di depannya dengan tajam.


Tangannya sudah memegang senjata yang diselipkan di pinggulnya. ’Apa yang mereka bicarakan?' Lagi pikirnya.


"Siapkan maknannya." Ucap Lorano saat Sekretarisnya selesai berbisik. Pria itu kemudian duduk di ujung meja menunggu pelayan menyiapkan makan siangnya.


Sementara Senya yang berdiri menjadi semakin bingung di buat pria itu, apa lagi saat Lorano terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya tanpa memperdulikan Senya.


'Apa dia ke sini hanya untuk makan? Hmm, sebaiknya aku tanya Senior. Dia tidak terlihat seperti pria yang mencurigakan." Dita kemudian berbalik dan berjalan keluar dari dapur.


Ia melihat seorang pengawal lalu menghampirinya "Apa kau kenal pria di dapur?" Tanya Senya.


"Dia Tuan Lorano, kakak ke-7 Tuan Saga." Ucap pengawal itu.


"Kapan dia datang?" Tanya Senya lagi.

__ADS_1


"Kemarin malam. Dia bahkan membongkar kasus keracunan makanan pada Nona, pokoknya dia sangat hebat!" Puji pengawal itu membuat bibir atas Senya berkedut.


'Cih! Bahkan dia tak bisa dibandingkan dengan seniorku!' Gumam Senya lalu ia berjalan pergi.


Senya duduk di samping rumah, dimana ada sebuah kursi ayunan.


"Kenapa aku selalu kepikiran kata-kata Senior? Apakah aku harus mencari seorang pria juga?" Ucapnya.


"Siapa kau?" Tanya Lorano yang baru saja tiba di dekat Senya.


Pria itu ingin melihat beberapa obat di samping rumah, apakah ada yang cocok dengan Dita.


Tapi ia malah diganggu oleh Senya yang sedang duduk di sekitar sana.


"Lalu kenapa kau di sini?" Lagi tanya Lorano sembari mengamati penampilan Senya dengan seksama. Tentu saja karena ia sedang membaca apakah gadis itu bersih atau tidak.


"Tidak perlu memperhatikan saya seperti itu. Lagi pula ini bukan rumah Anda, jadi kenapa saya harus melapor untuk setiap kegiatan saya di rumah ini?" Ucap Senya lalu ia berbalik meninggalkan Lorano.


'Pria itu, aku merasa aneh dengannya. Jangan-jangan dia bermuka dua seperti Topia. Sengaja membantu Senior Dita, tapi pada akhirnya ia diam-diam melakukan hal buruk dengan halus.' Gumam Senya sembari berjalan ke ruangan lain di rumah itu.


Tapi ia baru akan melewati ruang keluarga saat mendengar kegaduhan di luar. Dengan cepat ia berlari ke arah pintu utama dan ia di sambut seorang pria yang mendorong pengawal dari luar.

__ADS_1


"Siapa kau?!" Tanya Senya senbari mencabut pistolnya lalu mengulurkannya pada pria bertopeng di depannya.


"Haha,, gadis muda, cantik, seksi dan menggiurkan. Aku akan senang bermain denganmu sebelum membunuh Tuanmu." Kata pria itu dengan suara mengerikan.


"Sialan! Kau baru saja membangkitkan amarahku!" Bentak Senya lalu ia menarik pelatuknya, tapi pelurunya dihadang oleh pedang pria bertopeng itu. Segera peluru itu merubah arah dan menancap ke tembok.


"Sia-sia saja. Kau tidak akan menang melawanku." Kata Pria itu sambil tersenyum di balik topengnya.


Plok... Plok... Plok...


Lorano muncul dengan suara tepuk tangannya. Senya tak punya waktu mengalihkan perhatiannya pada Lorano, ia hanya fokus membaca gerak-gerik pria bertopeng di depannya.


"Kau,," suara pria bertopeng itu tampaknya mengandung keraguan.


"Ya ini aku, kau berani mengusikku di rumahku sendiri?" Tanya Lorano pada pria itu.


"Kalian saling kenal?" Tanya Senya dengan kewaspadaan yang tak diturunkan.


"Tentu saja, tapi anak kecil seperti kau tak pantas bergabung di antara pembicaraan kami." Ucap pria bertopeng di depan Senya lalu kedua pria itu mengejutkan Senya dengan saling berpelukan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Lorano pada pria bertopeng.

__ADS_1



__ADS_2