MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
73. Pertemuan Senya dengan Lorano


__ADS_3

Di dalam sebuah mobil yang sedang diparkir di depan sebuah hotel, Lorano sedang duduk memandang keluar jendela mobil.


Ia sedang memperhatikan seorang gadis yang masuk ke dalam hotel. Gadis itu datang sendirian tak ada pengawal.


'Sepertinya dia masih meremehkanku sama seperti dulu.' Gumam Lorano tersenyum meremehkan Senya yang terlalu ceroboh.


"Tuan," ucap asisten Lorano yang sedari tadi duduk dengan cemas.


"Ada apa?" Tanya Lorano tanpa mengalihkan perhatiannya dari Senya.


"Saya rasa bertemu dengan Nona Senya sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah. Mengapa tidak langsung meminta pada Nona Dita supaya menyuruh Nona Senya menghentikan langkahnya?" Tanya asisten Lorano yang sebenarnya merasa cemas kalau sampai Tuannya bernasib sama dengan Saga.


"Kau menggurui ku sekarang?" Tanya Lorano yang merasa kesal pada asistennya.


"Saya tidak berani Tuan."

__ADS_1


Lorano menghela nafasnya lalu ia melihat jam di tangannya. Sampai 10 menit kemudian barulah ia keluar dari mobil lalu masuk ke hotel.


Ia langsung pergi ke ruangan yang telah diberitahukan Senya padanya.


Ketika ia masuk, terlihat Gadis itu sedang duduk dengan tenang sambil menatap iPad di tangannya.


"Selamat datang Tuan Lorano." Ucap Senya langsung berdiri menyambut lorano.


"Hm," Lorano hanya berdehem lalu ia duduk berhadapan dengan Senya.


Lorano tidak menjawab, ia malah menoleh pada asistennya dan meminta supaya ia dan Senya ditinggalkan di dalam ruangan.


Setelah asistennya keluar, Lorano kembali menatap Senya "Kau seharusnya sudah tahu. Tapi aku cukup terpukau dengan keberanianmu." Ucap Lorano.


"Tidak perlu basa-basi. Aku hanya punya waktu 10 menit tersisa, setelah itu aku ada janji lain." Ucap Senya yang mulai bosan dengan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Ahh, 10 menit? Kalau begitu kita harus memanfaatkannya semaksimal mungkin." Kata Lorano langsung berdiri lalu ia mendekat pada Senya.


Pria itu lalu duduk di atas meja dan memandang Senya ke bawah.


Senya tersenyum miring lalu ia memundurkan kursinya dan menatap pria didepannya. "Waktu Tuan semakin habis, cepatlah berbicara atau Tuan mungkin tidak punya kesempatan lain lagi."


"Hah! Kau jadi lebih berani setelah menjadi CEO. Baiklah, aku akan bertanya dengan cepat. Apa tujuanmu mengambil semua klienku dan membuat perusahaanku menuju kebangkrutan?" Tanya Lorano sambil memandang tajam pada Senya.


"Mengambil klien Tuan? Haha,, tolong berpikir yang logis. Meski perusahaan Tuan sangatlah besar di bidang farmasi, tapi perusahaan kami masih jauh lebih besar. Jadi untuk apa kami baru urusan dengan perusahaan yang tuan kelola?


"Bahkan tidak ada satupun anak perusahaan kami yang bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan Tuan. Jadi apa untungnya mengambil klien dari perusahaan Tuan?" Ucap Senya lalu ia berdiri mengambil tasnya.


"Saya rasa ini bukan sesuatu yang perlu kita bicarakan secara pribadi seperti ini. Lain kali, tolong jangan membuang waktu saya untuk sebuah lelucon konyol." Kata Senya lalu ia hendak berjalan pergi saat lengannya dicekal oleh Lorano.


Senya terdiam dan tersenyum dengan sinis "Tuan, anda tahu bagaimana kemampuan saya dan Anda sama sekali tidak sebanding. Jadi tolong supaya tidak memancing saya untuk melakukan kekerasan." Ucap Senya memperingatkan Lorano.

__ADS_1


"Hm, kemampuan kita tidak sebanding?" Ucap Lorano lalu dengan cekatan ia menarik tangannya dan menekan gadis itu ke dinding. Ia menjepit tubuh mungil Senya dengan tubuh kekar nya hingga Gadis itu tidak bisa bergerak sedikitpun.


__ADS_2