MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
34. Terlalu santai


__ADS_3

"Dari mana kau tahu tentang Kakak ke-7 Bos?" Tanya Aran yang merasa curiga dengan Topia.


Selama ini tidak ada yang pernah tahu pergerakan semua bersaudara itu, bagaimana bisa Topia mengetahuinya begitu muda?


"Aku yang harusnya bertanya padamu. Mata-mata kita sudah menghubungimu berkali-kali dan kau tidak pernah mengangkat teleponmu!" Ucap Topia dengan kesal.


Aran langsung mengambil ponselnya, tapi tak ada panggilan tak terjawab di ponselnya.


"Jangan-jangan!" Keduanya langsung sepikiran.


"Cepat reset ponselmu!" Kata Topia.


Benar saja, ponsel Aran di bajak seseorang.


"Periksa juga milik Bos, mungkin mereka juga melakukan hal yang sama." Ucap Topia lalu keduanya kembali menemui Saga.


"Tuan, biarkan saya memeriksa ponsel Tuan." Ucap Aran pada Saga.


"Ada apa?" Tanya Saga.


"Saya yang dihubungi oleh mata-mata kita tentang kakak ke-7 Bos yang akan datang kemari, padahal harusnya Aran lah yang mendapat kabar itu. Kami sudah memeriksa ponsel Aran dan ternyata ponselnya sedang dibajak oleh seseorang." Ucap Topia.


Saga tidak membuang-buang waktunya dan segera menyerahkan ponselnya pada Aran.

__ADS_1


"Ceritakan kembali apa keanehan yang kalian alami di hotel?" Tanya Saga yang masih memiliki firasat aneh.


"Saya sudah menceritakannya sebanyak 5 kali. Saya bahkan sudah mengingatnya berulang kali tapi saya tidak melewatkan apapun yang tidak saya ceritakan pada Bos." Jawab Topia yang sudah merasa kesal juga Saga terus menanyakannya.


Saga memijat keningnya, ia mengerti Kalau Topia yang menjadi kesal. Tapi ia terus bertanya semata-mata karena ia terlalu khawatir pada gadisnya.


"Tenanglah Tuan. Besok setelah Kakak ke-7 Tuan datang kemari kita akan menyelidikinya." Ucap Aran berusaha meyakinkan Saga.


"Kalian periksa CCTV," ucap Saga lalu ia keluar dari ruangan itu dan menghisap sebatang rokok. Sebenarnya ia bukanlah pria perokok dan seumur hidupnya ini Ini pertama kalinya ia menghisap rokok, semua itu karena kepalanya yang sudah terlalu pusing memikirkan keadaan Dita.


"Sayang, bagaimana kabarmu?" Ucapnya pada angin.


...


Keesokan harinya tepat pada pukul 10 pagi sebuah pesawat mendarat di bandara nasional.


Mereka mulai memantau dari saat orang itu turun dari pesawat hingga akhirnya pergi ke sebuah hotel yang tak jauh dari bandara.


"Target berada di hotel Jk." Ucap Aran di tengah penyamarannya.


"Lanjutkan." Jawab Topia yang sat ini bersama Saga memantau dari layar laptop.


Aran menyamar menjadi seorang pria biasa dan memasuki hotel. Ia langsung berjalan ke arah resepsionist dan menyerahkan beberapa lembar uang.

__ADS_1


Ia mendapat informasi mengenai nomor kamar yang di sewa oleh kakak ke-7 Saga yang bernama Afgan.


"Kamar 1143." Lagi kata Aran pada alat komunikasi mereka.


Di seberang hotel itu, beberapa anak buah Saga bergegas memanjat jendela pada kamar 1143 dan bersiap memasang alat sadap di luar jendela kamar.


Setelah merasakan para pengawal Afgan selesai mengecek kondisi kamar itu, orang-orang Saga langsung menaruh penyadap di luar jendela.


Setelahnya, situasi menjadi tenang. Beberapa pasukan ditarik kembali, kini Saga dan Topia yang bertugas mendengarkan pembicaraan Afgan yang mereka sadap.


"Apa scedule-ku hari ini?" Tanya Afgan yang didengarkan Saga dari komputernya.


"Jam 12 siang, meeting dengan pemimpin perusahaan AK di hotel R. Jam 1 Siang makan siang bersama Nona Arita di restoran M. Jam 3 sore berkunjung ke kediaman Tuan Lois. Jam 6 sore mengunjungi adik ke-9." Ucap sang Sekertaris.


"Keluarlah, aku akan istirahat." Ucap Afgan.


Topia yang mendengar percakapan itu langsung menatap Saga.


Pria itu tampak tenang, seolah mereka sedang menikmati pemandangan di pantai.


Hanya satu saja yang mengganggu pemandangan, yaitu wajah pucat dan kantung mata Saga yang tercipta karena kelelahan.


"Tarik semua pasukan utama." Ucap Saga setelah lama berpikir.

__ADS_1


"Baik Bos." Jawab Topia.



__ADS_2