MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
86. Pernikahan


__ADS_3

"Senya!" Seru Dita sembari menghampirinya Senya.


"Senior," Senya memeluk perempuan yang sudah dibalut dengan gaun pengantin.


"Selamat atas pernikahan Senior." Ucap Senya.


"Makasih ya, padahal aku sudah berpikir kalau kamu tidak akan datang." Ucap Dita yang memang tidak menerima kabar dari Senya bahwa perempuan itu akan pulang.


"Tentu saja ku usahakan untuk datang. Tapi,, Apa gaunnya tidak berat?" Tanya Senya saat ia melihat gaun yang dikenakan Dita sangat besar dan panjang.


"Berat? Ini bahkan sangat ringan. Kau akan tahu nanti saat kau yang memakai gaun seperti ini." Ucap Dita membuat Senya tertegun di tempatnya.


"Nyonya, acaranya akan dimulai," kata seorang pelayan yang tiba-tiba datang lalu Senya segera membantu Dita.


Kedua perempuan itu kemudian keluar dari ruangan, langsung menuju balkon yang telah disediakan


Dari balkon, dapat terlihat kebawah seluruh aula pesta dengan semua orang sudah duduk di meja masing-masing.


Suara musik mengalun merdu membuat acara pernikahan itu menjadi lebih hidup.


Beberapa saat kemudian, suara seorang pria yang sedang menyanyi mengagetkan semua orang.


"Ini mikerofon-nya Nyonya," ucap salah seorang pelayan yang baru saja datang membawa naik yang akan digunakan oleh Dita.


Saga mulai bernyanyi.

__ADS_1


"Hari ini, adalah lembaran baru bagiku Ku di sini karena kau yang memilihku Tak perlu ku ragu akan cintamu, Inilah Diriku dengan melodi untukmu..."


Di sambung oleh Dita. "Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini. Bukan karena kuat dan tegar ku, semua karena cinta. Semua karena cinta, tak mampu diriku, dapat berdiri tegar, terima kasih cinta."


Semua orang mengamati kedua insan yang bernyanyi itu, ada 3 lagu yang mereka nyanyikan, sampai akhirnya Dita dituntun Senya untuk menghampiri Saga di altar.


Saga dan Dita terlihat sangat bahagia sampai akhirnya mereka bergandengan tangan dan mengucapkan janji suci mereka.


Semua orang bersorak ria, memberi selamat pada dua insan itu.


Setelah upacara pernikahan, kedua pengantin lalu berkeliling menemui satu per satu tamu.


Sementara di luar, Aran baru saja menerima telpon. "Ada apa?" Tanyanya.


"Kami sudah menangkap orang dibalik kematian Tuan Lorano."


"Tapi Tuan, sala satu orangnya adalah calon istri Tuan." Jawab orang dari seberang telepon membuat Aran begitu terkejut.


"Apa?!" Tanya Aran begitu terkejut.


"Ada apa?" Tanya Senya yang baru saja tiba di samping Aran.


"Tahan dulu, kita selesaikan nanti." Jawab Aran pada orang di seberang telpon lalu ia berbalik menatap Senya.


"Orang yang membunuh Tuan Lorano adalah Topia." Jawab Aran.

__ADS_1


"Apa?!" Senya tak kalah terkejut.


"Ya, dia bekerja sama dengan Tetua. Mereka punya dua rencana, membunuh Tuan Lorano dan juga Tuan Saga. Tapi sekarang semuanya sudah selesai." Ucap Aran meski ia tahu kalau masalahnya jadi semakin rumit.


"Jadi,, jadi memang Lorano sudah meninggal?" Ucap Senya menyapu air matanya.


"Kamu yang sabar,," ucap Aran menepuk pundak Senya.


"Tapi,, tapi pria itu belum bertanggungjawab padaku! Dia,, dia Tidak mengembalikan semua hal yang dia curi dariku!" Isak Senya membuat Aran merasa prihatin pada gadis itu. Dia kemudian memeluk Senya, memberi kekuatan pada Senya.


"Kau berani juga menangis di pernikahan Tuan Saga dan Nyonya Dita." Ucap Aran terkekeh.


"Kau benar, kalau begitu, aku,, Aku akan pergi sekarang. Tolong sampaikan pada mereka berdua kalau aku memberi mereka selamat." Ucap Senya lalu ia melepaskan pelukannya dengan Aran dan pergi dari tempat itu.


Setelah semua acara selesai, Dita kemudian mencari Senya yang sedari tadi tidak terlihat.


"Apa Nyonya mencari Senya?" Tanya Aran saat melihat Dita celingak-celinguk di aula pernikahan


"Ya, dimana dia? Aku memiliki kejutan untuknya." Ucap Dita.


"Kejutan? Tapi dia sudah pergi, katanya ada hal mendesak. Dia menyuruhku menyampaikan ucapan selamatnya pada pernikahan kalian." Jawab Aran.


Dita menghela nafasnya lalu menarik suaminya dan berbisik "Senya sudah kabur."


"Biarkan saja." Jawab Saga.

__ADS_1


'Apa yang direncanakan oleh Tuan dan Nyonya? Mengapa mereka merahasiakannya dariku?' Gumam Aran yang merasa dikhianati oleh tuannya.


__ADS_2