MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
12. Memalukan bagimu


__ADS_3

"Siapa nama kakakmu?" Tanya Dita.


"Kak Rana. Dia seorang pemimpin grup, tapi aku lupa nama grupnya." Ucap Sita berusaha menyenangkan hati Dita.


"Kau boleh pergi," ucap Dita setelah mendapat informasi yang ia butuhkan.


"Kak! Bagaimana dengan jabatanku?" Tanya Sita lagi.


"Aku akan mengaturnya lagi." Ucap Dita lalu ia masuk ke dalam kantor.


"Makasih Kak! Aku tidak akan mengecewakanmu!" Ucap Sita dengan perasaan bahagia.


Setelahnya, ia mencari tempat sepih lalu menelpon Rana "Kak! Aku berhasil! Ia memindahkan ku ke bagian lain." Ucap Sita dengan senang.


"Hmm, apa yang kau lakukan hingga dia mau menurutimu?" Tanya Rana.


Sita tersenyum 'Aku tidak mungkin bilang kalau aku telah memfitnah Kak Rana dan ibu. Lebih baik mengatakan sesuatu yang lain.'


"Aku hanya menangis didepannya dan mengancam akan membuat keributan kalau ia tidak menurutimu." Katanya pada Rana.


"Hm, itu aneh, tapi lakukan saja semua yang diinginkannya." Ucap pria dari seberang telpon lalu menutup telponnya.


"Kaka Rana keterlaluan! Bagaimana bisa ia mematikan panggilanku begitu saja? Lihat saja nanti, setelah aku berhasil memanfaatkan Kak Rana mendapatkan perusahaan Kak Dita, tidak ada lagi yang bisa memperlakukanku secara sembarangan!" Ucap Sita.

__ADS_1


Sita kemudian beranjak dari tempatnya lalu naik ke ruangan Dita. "Kak, apa Kakak sudah memutuskan posisi baruku?" Tanyanya saat ia memasuki ruangan Dita.


"Pergilah ke bagaian keuangan." Ucap Dita.


"Bagian keuangan? Eh,, ya,, ya,,," ucap Sita dengan senang.


'Bagian keuangan, berarti aku akan mengatur keuangan perusahaan. Hmmm,,, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, beberapa uang untuk berbelanja!' Ucap Sita penuh kesenangan.


Pengawal yang melihat kelakuan Sita langsung menjadi kuatir. Ia segera melihat ke arah Dita, "Senior," ucapnya.


"Biarkan saja." Ucap Dita yang sudah memperhitungkan semuanya.


Dita menyelesaikan banyak pekerjaannya hingga ia lupa akan waktu yang ia butuhkan untuk berpisah dengan Saga.


Ia menuju lift dan menahan keringat dingin serta halusinasinya dalam lift.


Untunglah lift itu hanya khusus untuknya, jadi ada beberapa lift di perusahaannya, dan ia punya lift tersendiri.


Diar menyandarkan kepalanya ke dinding sembari menahan diri. Ia tidak membawa apa pun, jadi ia tidak bisa menghubungi siapa pun.


CCTV dalam lift itu juga tak bisa di akses sembarang orang, hanya dari ruangannya sajalah.


'Hito,,' Gumamnya sembari mengepalkan tangannya berusaha menahan dirinya agar tidak berbuat macam-macam.

__ADS_1


Saat lift sudah berhenti dan terbuka, beberapa karyawan terlihat memandangi Dita yang sedang terjatuh dalam lift.


"Senior!" Ucap mereka berusaha mendekat ke arah lift.


Dita memandangi mereka dengan tatapan tak berdayanya. 'Jangan mendekat,' gumamnya mengatupkan rahangnya.


Sayangnya apa yang di harapkan Dita tak bisa terjadi.


Dua orang perempuan sudah mendekat ke arah Dita dan memegangi masing-masing lengan Dita.


"Senior, kami akan membantumu." Ucap sala satu dari mereka.


"Cepat! Panggil unit kesehatan!" Teriak yang lain.


"Senior, apa Anda bisa berdiri?" Tanya kedua karyawan itu saat mereka tak mampu mengangkat Dita.


Jelas saja, Dita sengaja menahannya, tapi kesadarannya semakin menipis, dan ia benar-benar takut kalau ia mempermalukan dirinya sendiri.


Lagi pula, beberapa karyawan pria terlihat sedang memandanginya. Dan itu,, memalukan baginya.


Dita berusaha mengalihkan perhatiannya menggunakan sedikit kesadaran yang ia miliki.


'Hito,,' gumamnya lagi berharap pria itu akan datang.

__ADS_1


__ADS_2