
Dita selesai meninjau proyeknya dan ia ditemani Saga untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Topia.
Mereka memasuki sebuah kamar VIP, dan terlihat Topia masih terbaring lemas di atas tempat tidur.
"Bos, Nona." Ucap Topia ketika melihat 2 orang itu, ia berusaha untuk duduk tetapi Dita menghalanginya.
"Kami datang mengunjungimu dan kau tidak perlu repot-repot untuk duduk." Kata Dita.
"Terima kasih telah datang, maaf karena sudah merepotkan kalian." Kata Topia dengan wajah bersalahnya.
"Beristirahatlah sebentar, kata dokter kau sudah bisa kembali besok sore. Kami akan menemanimu di sini, Oh ya di luar juga ada Aran katanya dia ingin berbicara secara pribadi denganmu." Kata Dita.
"Sekali lagi maafkan saya," ucap Topia kembali sebelum melihat kedua yang itu keluar 2 dari ruangannya lalu Aran menggantikan mereka masuk.
"Bagaimana perasaanmu?" Pertanyaan Aran saat melihat gadis yang terlihat lemah itu.
"Aku merasa lebih baik. Tapi aku juga merasa bersalah, karena aku, beberapa hal yang harusnya dikerjakan Bos menjadi tertunda." Ucap Topia.
Aran memiliki Topia dengan seksama. Ia tahu selama ini Topia menyukai Bos mereka, tapi ia juga salut pada Gadis itu karena bisa bersikap profesional.
__ADS_1
"Aku ingin mengingatkanmu saja, kalau kau sebaiknya menghapus perasaan sukamu pada Tuan Saga. Dia sudah memilih Dita, jadi jangan sampai perasaanmu membawa mu pada sebuah kematian." Ucap Aran yang merasa harus memperingatkan Topia sekarang.
"Kalau aku menyukai Bos, lalu kenapa? Kau lihat bukan, kalau aku bahkan mempertaruhkan nyawaku untuk menyelamatkan kekasihnya? Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan!" Ucap Topia yang kini merasa kesal pada Aran.
"Baguslah kalau kau tahu." Ucap Arka lalu pergi meninggalkan Dita.
'Apa aku hanya salah lihat saja ya?" Pikirnya mengingat rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan Topia bersikap angkuh pada Dita.
'Mungkin ini hanya kebetulan saja, lagi pula ia memang sudah memperlihatkan kesetiaannya pada Nona Dita.' lagi pikir Aran sebelum ia melihat Saga dan Dita sedang menatapnya.
"Apa sudah selesai?" Tanya Dita yang sedikit heran, pria itu lebih cepat keluar dari dugaannya.
Diar memandangi kepergian Aran "Apa mereka bertengkar ya?" Tanya Dita pada Saga.
"Apa maksudmu?" Saga balik bertanya.
"Kau tidak tahu?" Tanya Dita sambil meniti Saga.
"Apa?" Lagi tanya Saga.
__ADS_1
"Kedua bawahanmu itu memiliki hubungan spesial!" Ucap Dita membaut Saga mengeryit.
"Biarkan saja." Kata Saga tak mau ikut campur dengan hubungan kedua orang itu. Yang penting gadisnya tetap setia bersamanya.
"Kau ini! Kau harus memperhatikan hubungan Meraka, jika hubungan mereka bermasalah, itu akan berpengaruh padamu. Kinerja mereka akan menurun!" Ucap Dita memperingatkan Saga.
"Kau terlalu kuwatir pada kinerja orang lain. Bagaimana dengan hubungan kita?" Tanya Saga mengangkat alisnya melihat ke arah Dita.
"Pertanyaan bodoh! Bukankah kita baik-baik saja?" Tanya Dita kembali.
"Kita tidak baik-baik saja!" Ucap Saga membawa Dita ke pelukannya.
"Apa maksudmu?" Tanya Dita sangat bingung.
"Maksudku kinerja kita di atas ranjang semakin menurun. Dulu kita melakukannya sampai 8 kali semalam, sekarang hanya satu kali. Bukankah itu menurun drastis?" Tanya Saga membuat pipi Dita sudah menjadi merah seperti tomat.
"Kau! Bagaimana bisa kau membicarkan hal sepeti itu di tempat umum seperti ini!?" Bentak Dita dengan suara pelan.
"Aku begitu kuwatir, jadi aku tidak bisa menunda mengatakannya." Ucap Saga mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Lepaskan aku! Ayo bahas ini di rumah! Atau sebaiknya kita tidak perlu membahasnya!" Bentak Dita lagi lalu ia berjalan ke kamar Topia dengan wajah masih memerah.