MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
35. Tamu


__ADS_3

Semua pasukan utama ditarik termasuk Aran juga kembali ke markas.


Aran langsung menemui Topia "Apa yang terjadi?" Tanya pada gadis itu.


"Tidak ada yang mencurigakan mengenai schedule Kakak ke 7 Bos.


Yang ia rencanakan hanya pertemuan-pertemuan dengan rekan bisnisnya, sepertinya ia kemari memang hanya untuk berbisnis." Jawab Topia.


"Kalau begitu kakak ke-7 Tuan sama sekali tidak terlibat dalam penculikan Nona Dita.


Lalu siapa yang bisa menculik sepeti ini?" Kata Aran dengan frustasi karena mereka sudah mengecek semua penerbangan keluar negeri atau keluar kota, tapi tak ada satupun yang membawa Dita.


"Seharusnya Nona Ditq masih ada di dalam kota, tapi tempatnya begitu sulit ditemukan." Ucap Topia sambil memandang ke luar jendela.


"Tuan, Nona, kita di panggil." Ucap salah seorang rekan mereka yang datang terburu-buru.


Keduanya langsung berjalan mengikuti rekan itu hingga mereka tiba di ruang rapat yang selalu digunakan sebelum sebuah misi dilaksanakan.


Arka berdiri di sana untuk memimpin rapat itu "Persiapkan semua senjata dan kita gunakan strategi tingkat S untuk menyelesaikan misi ini.


Aran akan memimpin misi kali ini." Kata Saga melihat ke arah Aran sebagai tanda kalau Aran dipersilakan maju ke depan.


"Apa misi kita kali ini Tuan?" Tanya Aran.


"Kediaman Lois pukul 12 siang." Jawab Saga membuat Topia terkejut.

__ADS_1


Topia kembali ingat kalau salah satu schedule Afgan yaitu mengunjungi kediaman Lois pada pukul 3 sore.


"Mungkinkah,," ucapnya tak percaya.


"Jelaskan rencananya." Kata Saga pada Aran.


Aran langsung mengangguk lalu ia berjalan ke arah layar dan dan memperlihatkan denah rumah Lois.


Ia menjelaskan panjang lebar sebelum membagi tim sesuai dengan tugas dan strategi mereka masing-masing.


...


Kediaman Lois pukul 11.30.


Lois baru saja memasuki kamar kita membawa sebuah nampan berisi makanan untuk Dita.


"Waktunya makan siang." Kata pria itu pada gadis yang sedang tidur.


"Bisakah kau keluar sebentar? Aku harus pergi ke kamar kecil." Ucap Dita.


"Baiklah." Jawab Lois lalu pria itu keluar dari kamar meninggalkan Dita.


Meski Lois keluar dari kamar, Ia tetap berdiri di depan pintu sambil menonton gadis melalui sebuah layar yang disambungkan ke dalam ruangan.


Dita berusaha menggerakkan tubuh lemahnya supaya ia bisa turun dari ranjang.

__ADS_1


Tubuhnya sangat lemah, Jadi ia hanya bisa bergerak perlahan-lahan hingga akhirnya ia menjatuhkan tubuhnya ke bawah lantai.


Bruk!!


"Sial! Mengapa dia harus membiusku sampai seperti ini?!" Umpat Dita sembari merayap ke arah kamar mandi.


Jika seseorang mencium bau badannya, orang itu mungkin akan muntah karena sudah 4 hari ia tidak mengganti pakaiannya.


Pakaian itu pun tetap dipakainya ketika ia merayap ke kamar mandi sekedar untuk buang air kecil atau buang air besar.


Butuh waktu 5 menit sampai ia tiba di kamar mandi, ia tidak punya tenaga jadi ia butuh waktu 5 menit agar bisa duduk di kloset dengan seimbang.


"Ini sangat buruk!" Gerutunya sekali lagi.


Setelah beres dari kamar mandi Dita kembali ke kamar dan membutuhkan waktu 15 menit agar ia bisa kembali berbaring di atas ranjang yang nyaman itu.


Saat itu sudah pukul 12 tepat. Lois yang berdiri di luar kamar langsung masuk ke dalam kamar Dita dan mengambil nampan di atas nakas.


Ia meletakkan nampan itu di samping Dita "Makan makananmu sendiri, Aku punya tamu di luar." Kata Lois lalu meninggalkan Dita.


Dita memandangi makanan itu namun ia tidak bergeming untuk menyentuhnya. Ia lebih memilih melamun tentang masa-masa indahnya bersama dengan Saga.


"Sayang, aku merindukanmu," ucapnya dengan suara lemah.


Torehkan like kalian, eh jangan lupa follow otor ya.....

__ADS_1



__ADS_2