MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
70. Ketakutan asisten Lorano


__ADS_3

Akhirnya setelah pertemuan yang dijadwalkan, Lorano datang juga ke sebuah hotel yang merupakan tempat pertemuannya dengan Senya.


Setelah menunggu kira-kira 5 menit seorang pria memasuki ruangan yang telah ia pesan sebelumnya.


Lorano memandanginya dengan tak acuh, ia pikir itu adalah salah seorang pengawal yang tiba lebih dulu untuk memeriksa ruangannya sebelum Senya masuk.


Tapi pria itu malah duduk di hadapannya "Tuan Lorano, perkenalkan saya Arga Granzon Wakil CEO Grup Meranika. Saya disini untuk mewakili Nona Senya." Ucap pria itu membuat Lorano menggerakkan giginya.


"Hahaha... Perempuan itu!" Lorano sangat marah.


"Hm,, sepertinya Anda terlalu berani, menyebut CEO kami dengan kata 'Perempuan itu'? Perusahaan Anda bukanlah perusahaan yang bisa menandingi perusahaan kami. Hanya perusahaan kecil yang memang tidak seharusnya mendapat perhatian dari CEO perusahaan kami." Ucap Arga dengan wajah dinginnya.


"Hm, sepertinya perempuan itu memang jadi besar kepala setelah menjadi CEO Meranika. Katakan padanya untuk menemuiku nanti malam jam 10." Ucap Lorano lalu ia berdiri meninggalkan Arga.


Asisten Lorano langsung menyerahkan sebuah catatan alamat pada Arga lalu ia juga berjalan menyusul Lorano.


"Hm,, rumah yang bagus." Senyum Arga mengenali alamat Lorano.

__ADS_1


...


Malam hari di kediaman Lorano.


Pria itu duduk di ruang tamu dengan kaki yang disilangkan sambil menikmati anggur di tangannya.


Sudah pukul 22.10 namun orang yang ditunggunya belum datang juga.


"Apa dia ingin mempermainkanku?" Ucap Lorano sambil menggertakan giginya.


Ia segera mengangkatnya dan mendengar suara seorang gadis yang sangat familiar di telinganya.


"Ini kau?" Tanya gadis itu.


"Cih! Kau tidak berani datang menemuiku dan hanya berani berbicara lewat telepon?" Ucap Lorano dengan suara ketusnya merendahkan gadis di seberang telepon.


"Bukan seperti itu, Saya hanya merasa kurang sopan kalau harus menemui seorang pria lajang di atas jam 10 malam. Mari bertemu besok siang di alamat yang akan saya kirimkan." Ucap Senya lalu menutup teleponnya.

__ADS_1


"Perempuan ini!" Lorano kembali menggertakkan giginya merasa sangat direndahkan oleh Senya.


"Tuan, tolong jangan." Ucap asisten yang begitu terkejut saat melihat Lorano hendak melemparkan ponselnya ke lantai.


Lorano segera menghela nafas lalu melemparkan ponsel itu ke atas sofa.


'Syukurlah.' asisten Lorano merasa sangat lega karena ponsel itu di desain dengan sangat rumit, jadi kalau ponselnya rusak maka ia harus bersusah payah lagi mencari insinyur untuk membuat ponsel baru bagi Lorano.


"Perempuan itu, apa kau pikir dia sedang mempermainkanku?" Tanya Loano pada asistennya.


"Tuan, Saya rasa Nona Senya tidak mungkin melakukannya, karena ia adalah seorang bawahan dari adik ipar Tuan." Jawab asisten Lorano.


"Aku rasa kau salah menebak. Dia memiliki dendam padaku, sepertinya ia memanfaatkan kekuasaannya tanpa memberitahu adik ipar. Aku akan melihat bagaimana kemampuan perempuan itu sebelum membuatnya berlutut dan memohon di ujung kakiku!" Kata Lorano dengan mata dipenuhi kemarahan.


'Semoga saja Tuan tidak menjilat kembali kata-katanya. Kalau sampai itu terjadi, mau ditaruh di mana mukaku sebagai asisten seorang pria dingin yang memanfaatkan racun dan virus sebagai senjatanya?' Pikir asisten Lorano yang merasa trauma melihat Saga yang kini menjadi budak seorang perempuan.


Sangat memalukan bagi seorang pria biasa, apa lagi bagi orang besar seperti Lorano!!

__ADS_1


__ADS_2