
"Tentu saja jijik. Tapi aku hanya berbaik hati padamu. Lagi pula kau masih memiliki tubuh yang indah, aku cukup terhibur." Kata Saga.
"Kau!" Dita merasa stres 'Lelaki, semuanya sama saja.'
"Aku ingin pergi ke perusahaan ku. Ada beberapa hal yang perlu ku urus."
"Kita akan pergi besok." Jawab Saga lalu pria itu kembali ke kursinya.
Dita tak memperdulikan pria itu, ia duduk dengan bosan.
"Oh ya, ayahmu masih ada di tanganku, apa yang aku inginkan tentang itu?" Tanya Saga saat ingat akan ayah Dita yang sudah ia siksa.
Awalnya ia ingin menggunakan orang itu untuk mengancam Dita, tapi sepertinya Dita sama sekali tidak bergeming mengetahui ayahnya di siksa.
"Lepaskan saja." Kata Dita dengan datar tanpa di jawab oleh Saga.
'Hm,, aku harus menyelidiki apa yang diinginkan Saga.
Kenapa dia mau membantuku, bahkan hari itu melamarku? Jelas dia adalah lelaki yang sudah memiliki segalanya, tapi malah memilih aku si gadis buruk rupa untuk menjadi kekasihnya?'
Dita masih berpikir saat dorongan yang sudah biasa ia rasakan kini muncul lagi.
'Sial! Virus Sialan itu! Awas saja, tunggu saat ku basmi semua yang terlibat!' gerutu Dita dalam hati sembari menahan diri.
Telapak tangannya sudah basah, bahkan bajunya sudah sangat basah oleh keringatnya.
'Tidak ada gunanya menahan diri.' Gumam Dita lalu berjalan ke arah Saga yang masih fokus pada berkasnya.
Begitu tiba di samping pria itu, Dita tidak memberi aba-aba dan langsung duduk di pangkuan Saga.
Ia langsung membekap mulut Saga dan bermain di sana.
Tangannya bergerak sembarang arah.
Hal itu membuat Saga yang tadinya fokus ke perkejaan kini bangkit dan membalas ciuman Dita.
Keduanya berperang beberapa saat sebelum mencapai puncak permainan mereka.
Saga menciumi puncak kepala Dita dan meraba wajah Dita.
Dita langsung menghindarkan wajahnya dari tangan Saga. Ia tidak mau lelaki itu menyentuh wajahnya yang rusak.
Tapi Saga menahan kepalanya dengan tangan yang lain hingga Dita tak bisa menghindar lagi.
"Aku menyukaimu dengan tulus." Kata Saga sembari memberi tembakan ciuman di puncak kepala Dita.
__ADS_1
Dita mendengarnya dan hanya tersenyum sinis, ia masih lemas tak memiliki tenaga untuk membalas lelaki itu.
Saga menunggu Dita untuk melanjutkan permainan mereka, tapi gadis itu malah tertidur di pelukannya.
Ia melepaskan genggaman tangan Dita pada miliknya lalu memperbaiki celananya.
Setelahnya, Saga menggendong Dita ke kamar mandi dan membersihkan tubuh gadis itu.
Ia memakaikan baju pada Dita lalu membaringkan perempuan itu di atas ranjang.
❤️❤️❤️
Pagi harinya, sesuai janji Saga, pria itu mengantar Dita ke perusahaannya.
Senya yang sudah menunggu di loby langsung menghampiri kedua orang itu.
"Senior," katanya.
Dita mengangguk lalu berjalan ke dalam lift.
Di dalam lift, ketiga orang itu berdiri saling diam.
Saga bisa melihat gaun Dita sudah basah. Ia mengeryit lalu melepas jasnya dan menutupi punggung gadis itu.
Dita kembali menoleh ke depan lalu mereka tiba di lantai paling atas.
Ketiganya langsung keluar dari lift dan berjalan ke ruangan Dita.
"Nona Sita ada di dalam." Kata Senya.
"Sejak kapan?" Tanyanya.
"Baru saja datang, aku sudah menugaskan dua pengawal untuk menjaganya di dalam." Jawab Senya.
Dita langsung menoleh ke arah Saga "Tunggu aku di sana." Kata Dita menunjuk sebuah ruangan yang sering di gunakan sebagai ruang tunggu.
Saga tak menjawab apa pun dan pria itu langsung masuk ke ruangan yang di maksud Dita.
Sementara Dita, ia langsung masuk ke ruangannya dan mendapati Sita sedang duduk di kursi kebenarannya.
'Berani sekali.' kata Dita dalam hati lalu ia berjalan ke arah Sita.
Gadis itu duduk dengan santai sambil memperlihatkan ekspresi cueknya pada Dita.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Dita dengan suara datarnya.
__ADS_1
"Aku mau bekerja di perusahaan ini." Jawab Sita dengan singkat.
Dita tertawa dingin mendengar kata-kata Sita. "Mudah sekali bicaramu, tidak ada lowongan pekerjaan untukmu." Kata Dita dengan cuek.
"Apa! Kak! Apa yang kau maksud dengan tidak ada lowongan? Lihat mereka!" Sita menunjuk pengawal dan asisten Dita.
"Mereka semua kau beri gaji yang tinggi di sini, tapi aku? Adik kakak sendiri tak diberi pekerjaan di perusahaan ini?!"
Dita menghela nafasnya dengan kesal 'Gadi bodoh itu tak lulus SMA, ia bertingkah bodoh dengan malas belajar. Bagaimana bisa bekerja di perusahaan besar milikku?'
"Kau bisa bekerja di sini. Kau masuk besok" Kata Dita membaut Sita tersenyum puas sembari memainkan kursi kebesaran Dita.
"Apa jabatanku?" Tanya Sita penasaran.
"Senya akan mengaturnya. Sekarang, keluar dari sini karena aku memiliki sesuatu untuk di kerjakan." Kata Dita yang sebenarnya sudah mendapat kode kalau ia memerlukan Saga.
"Tidak, aku akan berada di sini sampai nanti." Ucap Sita yang ngeyel.
'Kalau saja Ibu tak menitipkannya padaku, sudah ku tendang dia!' gerutu Dita dalam hati lalu ia keluar dari ruangan itu.
Ia langsung menghampiri Saga untuk mendapatkan penawarnya.
Sementara itu, Sita melihat kepergian Dita lalu ia menoleh ke arah Senya "Kau dengarkan kakakku mengijinkan aku bekerja di sini. Jadi, mulai sekarang kau ahrus menghormatiku, karena aku kan mendapat jabatan yang tinggi di sini. Paling tidak posisinya harus sederajat dengan kakakku." Kata Sita dengan sombong.
Senya hanya diam saja mendengarkan gadis itu terus berceloteh. Tak tahu ajah dia kalau Senior sudah memberinya pekerjaan menjadi OB....
Senya diam-diam meninggalkan Sita yang masih berceloteh.
Untungnya gadis itu sedang memainkan kursi Dita, jadi Sita tidak menyadari kepergiannya.
Setelah berbicara panjang lebar, Sita menyadari Senya sudah tidak ada Senya di ruangan itu.
"Sialan! Belagu banget dia ninggalin aku!" Gerutu Sita lalu ia berdiri dengan kesal.
"Kalian berdua, antar aku berkeliling kantor." Kata Sita yang merasa butuh hiburan.
Kedua pengawal itu kemudian bejalan mendahului Sita lalu mereka keluar dari ruangan Dita.
Begitu lewat di ruang tunggu Sita merasa penasaran dengan ruangan itu dan tanpa aba-aba membuka pintunya.
Betapa kagetnya ia melihat Dita sedang bersama lelaki dengan posisi yang sangat mengagetkannya.
"Kakak!" Teriaknya dengan rasa tak percaya.
Siapa lelaki yang mau bersama kakaknya melakukan hal seperti itu?
__ADS_1