MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
60. Menanti ekspresi kesal saga


__ADS_3

Setelah tetua pergi, ketiga orang yang masih tinggal langsung mengeluarkan chips yang tidak mereka telan, hanya disimpan di dalam mulut.


"Apakah tetua itu juga melakukan hal yang sama?" Tanya Dita memandangi Chips yang telah ia taruh di meja.


"Ia tidak akan bisa melakukannya, sekali chips itu menyentuh daging yang basah maka chips itu akan langsung lengket ke daging itu dan dengan otomatis melekat dalam daging. Kalau benda itu dikeluarkan dengan paksa, maka akan meledak sebelum aku menekan tombol pengaktifnya." Jelas Saga.


"Ciptaan ku selalu yang terbaik, tidak seperti benda yang diberikan ketua itu, sama sekali tidak berguna." Kata Lorano.


"Jadi, kakak ipar adalah pencipta chips yang diberikan oleh suamiku? Lumayan." Komentar Dita.


"Haha, lumayan memang." Ucap Lorano merasa tersanjung dengan perempuan di depannya, seandainya itu adalah perempuan lain maka mereka akan sangat takjub dan bahkan telah memuji memuji dirinya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Dita.


"Apa kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Saga pada istrinya.


"Tentu saja, Aku bahkan sangat baik. Mulai hari ini aku akan berolahraga dengan baik supaya aku bisa kembali sehat seperti semula." Jawab Dita sembari melengkungkan bibirnya dengan sempurna.


"Kalau begitu kita harus memulai pemanasan olahraga mu dari kamar kita." Ucap Saga lalu ia langsung menyambar Dita dan menggendong perempuan itu meninggalkan Lorano.

__ADS_1


Begitu tiba di kamar, Saga langsung memberikan serangan ciuman beruntun pada Dita dan mendekap Gadis itu dalam-dalam dalam pelukannya.


"Tunggu!" Teriak Dita mendorong Saga saat ia tidak percaya diri untuk melakukan hubungan seperti itu karena tubuhnya yang tidak mendukung.


"Ada apa?" Tanya Saga.


"Sebaiknya kita tidak melakukan hal seperti itu dulu, kau tahu, kau mungkin akan kecewa melihat tubuhku," ucap Dita sedikit menggigit bibirnya tak berani menatap Saga.


"Siapa yang mengajari berpikir seperti itu?" Tanya Saga tanpa mengharapkan jawaban lalu ia kembali memulai aksinya.


Tok,, tok,, tok..


"Ada apa?" Tanyanya penuh kekesalan pada Lorano yang berdiri di depan pintu kamar.


'Hm, apa yang aku pikirkan memang benar. Enak saja mereka mau bersenang-senang sementara aku sendirian tidak memiliki partner untuk melakukannya.' Pikir Lorano sebelum berkata "Aku ingin mengakhirinya dengan cepat." Katanya lalu ia beranjak pergi.


Sementara Saga hanya bisa menahan dirinya dan kembali menutup pintu. Ia menghampiri Dita yang masih memandanginya selalu memberi sebuah ciuman besar di bibir gadis itu.


"Tunggu aku sebentar." Ucap Saga lalu ia kembali membuka pintu dan menemui Lorano di di ruang kerjanya.

__ADS_1


"Katakan." Kata Saga saat ia tiba di ruang kerjanya, satu detik pun tidak mau ia buang karena ia terburu-buru untuk menyelesaikan tugasnya di kamar.


"Haha, santai lah sedikit. Masih ada banyak waktu yang bisa kau gunakan bersama istrimu saat perkara ini telah selesai." Ucap Lorano mengejek Saga yang masih setia mengatupkan rahangnya dengan erat.


"Pria sepertimu tidak akan mengerti. Cepat saja katakan." Lagi Saga masih bersikap ketus pada pria didepannya.


"Haha, baiklah. Aku berencana mengembalikan status istrimu sebagai keponakan Tetua itu hingga Tetua itu merasakan bagaimana hartanya berpindah tangan pada orang yang paling ia benci sebelum kematiannya." Ucap Lorano.


"Lalu?" Lagi tanya Saga, sepertinya saat ini ia begitu malas untuk berpikir Jadi ia akan menyerahkan semua rencana mereka pada pria di depannya.


"Ada apa denganmu? Kau tidak senang dengan rencanaku?" Tanya Lorano berpura-pura terus mengulur waktu karena sangat ingin melihat wajah yang paling kesal milik Saga.


Saga semakin kesal, "Cepat sajalah katakan, lagipula istriku benar-benar tidak membutuhkan harta itu, jadi aku dan istriku hanya akan bekerja denganmu sebagai ucapan terima kasih kami padamu."


"Hahaha..... Baiklah. Biar ku panggil dulu asistenku." Ucap Lorano mengambil ponselnya dan sengaja berlambat-lambat menekan tombol-tombol pada layar ponselnya.



__ADS_1


__ADS_2