MaFiA CoUpLe

MaFiA CoUpLe
65. Kekalahan Tetua


__ADS_3

Sesuai perjanjian mereka dengan Tetua, Saga dan Lorano akhirnya pergi menemui Tetua karena sudah hari terakhir dari perjanjian yang mereka sepakati.


Penjagaan ketat di vila yang diberikan Saga pada Tetua.


"Sepertinya Tetua itu benar-benar takut kalau kita sampai membohonginya." Komentar Lorano saat memperhatikan banyaknya pengawal bersenjata ketika mereka memasuki villa itu.


Saga tidak mengatakan apapun dan terus berjalan bersama Lorano sampai mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan yang telah disiapkan oleh Tetua untuk pertemuan mereka.


"How, kalian tidak membawa gadis itu? Sepertinya kalian benar-benar melindunginya." Ejek Tetua yang sedang duduk disalah satu kursi sambil memainkan tongkatnya.


Kedua pria yang baru saja tiba tidak menjawab tetua dan hanya memilih duduk di 2 kursi yang telah disediakan.


Lorano langsung memberi kode pada pengawal yang ia bawa supaya memberikan obat yang mereka siapkan untuk tetua.


"Ini semua obatnya? Katakan apa saja kandungannya." Ucap tetua pada Lorano karena ia tidak mau ditipu begitu saja, jangan sampai kedua pria itu malah memberinya racun.


Lorano tersenyum kecil lalu ia mengatakan semua kandungan dan dosis yang ia mencampurkan dalam obat.

__ADS_1


Tetua mengangguk-angguk mendengarkan semua penjelasan Lorano. Lalu pria tua itu menoleh pada seorang dokter yang sudah ia siapkan disampingnya.


"Periksa obat ini." Perintahnya pada dokter paruh baya itu.


"Baik Tuan." Jawab dokter yang bertugas lalu ia segera membawa pergi obat yang ada di atas meja.


"Kita akan menemukan kesepakatan saat dokterku selesai memeriksa obat itu." Ucap tetua lalu pria itu kembali menikmati minuman yang sudah diseduh di atas meja.


"Karena mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita, maka kami berdua punya hadiah untuk tetua." Ucap Lorano yang sudah tidak sabar ingin melihat kekalahan dari orang tua yang terlalu sombong di depan mereka.


Tetua tidak menunjukkan ekspresi apapun namun Ia tetap mengulurkan tangannya dan mengambil map itu lalu membukanya.


Sebuah surat yang menyatakan kembalinya identitas Dita sebagai keponakannya.


"Hm, kalian melakukannya dengan baik. Sayang sekali surat seperti ini sudah tidak berguna lagi, Gadis itu telah menandatangani pemindahan seluruh kekuasaan hartanya kepadaku." Ucap tetua melemparkan map coklat itu ke hadapan Saga dan lorano.


Saga tersenyum dan meraih map coklat yang dibuang oleh tetua di hadapan mereka "Begitu? Lalu Bagaimana jika anda segera mati hari ini? Apa benda ini masih tidak berguna lagi?"

__ADS_1


"Haha,,," Tawa ketua mengejek pria yang baru saja berbicara.


"Kalian begitu percaya diri untuk membunuhku. Kalian masih harus ingat Bagaimana Gadis itu juga akan ikut lenyap kalau saja aku menekan tombol ini." Kata tetua sambil menunjukkan tombol yang menjadi kendali atas 3 chip yang telah ditelan oleh Saga, Lorano dan Dita.


"Tetua terlalu buru-buru. Benda di tangan kami juga sangat berguna untuk melenyapkan tetua. Kalau aku menekannya sekarang, Tetua tidak akan memiliki kesempatan untuk menekan tombol itu." Ejek Saga sambil memainkan tombol pengendali di tangannya.


"Kalian!" Ketua begitu marah karena memang chips yang ditanamkan pada tubuh 2 orang di depannya akan berefek setidaknya 5 detik setelah tombolnya ditekan.


Karena kemarahan orang tua itu ia merasa sangat kesal dan tidak mau lagi dibodohi oleh 2 orang pria di depannya Jadi ia langsung menekan tombol di tangannya.


5 detik kemudian, tiga orang pria yang berada di belakangnya jatuh ke lantai karena menjemput ajalnya.


Tetua sangat terkejut dan menoleh pada tiga orang pria itu sebelum kembali melihat ke arah Lorano dan Saga.


"Badjingan!" Umpat Tetua dengan kemarahan memenuhi seluruh pikirannya.


"Sayang sekali tetua harus menerima kekalahan ini." Ucap Lorano yang merasa sangat puas dengan ekspresi pria tua di depannya.

__ADS_1


__ADS_2