
Setelah rapat dengan Tuan Radian selesai, Dita kemudian berangkat bersama Topia ke bandara dan terbang ke kota A.
Setibanya mereka, Dita langsung pergi ke tempat dimana pemilihan pengawal baru dilakukan.
Saat ia tiba, kepala pengawal langsung menyambut Dita.
"Selamat datang Senior." Ucap Hanz.
"Bagaimana acaranya?" Tanya Dita.
"Silahkan masuk dan lihat." Ucap Hanz yang tak mau membuang waktu dengan penjelasan.
Mereka akhirnya tiba di dalam ruangan dan melihat banyaknya calon yang masih menunggu.
2 orang sedang bertarung di arena yang telah di siapkan.
"Mereka yang ada di sini adalah calon pengawal yang sudah melalui proses seleksi.
Tapi kami melakukan uji ketangkasan dengan pertarungan 1 lawan 1 untuk menentukan posisi mereka dalam grup pemula yang akan di bentuk." Hanz menjelaskan.
Dita fokus melihat gerakan orang yang berkelahi, sementara beberapa peserta yang sudah sadar akan kehadiran Dita sudah terpaku padanya.
__ADS_1
Di sepanjang rua g itu hanya ada 2 wanita, yaitu Dita dan Topia.
Para calon pengawal ini sudah dikarantina selama 3 bulan, jadi kesempatan mereka melihat wnaita sangatlah jarang.
"Lihat di sana, tubuh seksis yang menggunakan topi, aku bisa melihat kecantikan tak ternilai di balik topi dan pakaiannya." Komentar sala seorang.
"Aku bahkan tak perduli bagaimana rupanya, tapi tubuhnya sangat indah.... Berbeda dengan wanita biasa yang kutemui sebelum karantina. Mereka berdua kelihatan berasal dari dunia persilatan."
Ya, saat ini Dita sedang menggunakan pakaian sopan, tapi tak mampu menyembunyikan lekuk tubuh sempurnanya.
Semetara bekas lukanya ditutupi dengan kain hitam yang menjuntai dari atas pinggir topinya.
Setelah beberapa waktu berdiri, akhirnya pertandingan di dalam arena telah selesai.
Semua orang fokus bersorak pada seorang pria yang memenangkan pertandingan itu.
Setelah sorakan itu berlangsung dan arena dikosongkan, kepala pengawal yang berdiri di samping Dita kemudian berbicara dengan suara lantang "Selamat bagi peserta yang sudah menang dalam beberapa pertarungan kita hari ini. Saat ini perkenalkan wanita di samping saya Senior Dita. Dia adalah pemimpin dari organisasi. Beri salam padanya."
Semua orang di ruangan itu terfokus pada Dita lalu semuanya kemudian membungkuk 90 derajat dan memberi salam pada Dita.
"Salam Senior Dita." Kata Mereka semua.
__ADS_1
Dita hanya mengangguk menerima salam dari mereka, "Kalian sudah berjuang selama 3 bulan lebih, aku harap seseorang dari kalian bisa menunjukkan bakatnya dan dan menjadi pengawal saya secara pribadi." Ucap Dita membuat semua orang di sana terkejut.
Para senior yang datang melatih pengawal baru ataupun yang hanya datang menonton merasa kaget dengan posisi terhormat yang akan diberikan oleh senior Dita pada seorang pemula.
Sementara para pengawal pemula bersorak-sorai karena salah satu dari mereka akan mendapatkan posisi tertinggi.
"Senior Hanz yang akan mengatur bagaimana cara memilih seorang dari kalian."
Dita masih akan berbicara ketika salah seorang peserta pemula tiba-tiba memotong pembicaraannya "Mengapa kami harus mengawal wanita lemah? Kami mendaftar menjadi pengawal karena kami pikir pemimpin Kami adalah seorang lelaki yang kuat. Namun, karena hari ini aku sudah melihat pemimpin kami adalah seorang wanita yang lemah, maka hari ini juga aku mengundurkan diri dari sini!"
Satu opini dari pria yang berbicara dengan lantang tersebut membuat semua pengawal langsung mengeluarkan pendapat mereka di tempat.
"Benar, aku sudah berlatih beladiri Sejak aku kecil. Bagaimana bisa aku dipimpin oleh orang yang tak tahu bela diri dan lemah seperti dia? Aku pikir dia hanya mengandalkan kecantikan dan keseksian nya untuk menaiki posisi itu. Aku tidak aku dipimpin orang curang." Kata salah seorang yang dapat didengar oleh Dita.
Banyak lagi kata-kata mereka yang merendahkan wanita, seorang wanita sama sekali tidak cocok menjadi pemimpin, apalagi harus memimpin orang-orang dengan kekuatan bela diri yang tinggi.
Sementara beberapa pengawal yang sudah lama bergabung dalam organisasi hanya bisa menertawakan kebodohan para pengawal pemula itu.
Tentu saja karena mereka sudah tahu bagaimana keahlian Dita, apa lagi dalam hal bela diri.
"Para pengawal pemula ini mencari masalah dengan Senior Dita."
__ADS_1