
2 hari telah berlalu, Saga jarang sekali berada di rumah karena rencananya bersama Lorano.
Sementara Dita setiap hari melakukan olahraga untuk membakar lemak nya. Ia ditemani oleh Senya di taman samping rumah.
"Senior, kau hebat sekali." Puji Senya saat melihat tubuh Dita sudah lebih langsing daripada 2 hari terakhir.
"Aku melakukan diet ketat dan olahraga siang malam." Jawab Dita.
"Olahraga siang malam?" Senya keheranan, tidak mungkin senior Dita berolahraga sepanjang waktu.
"Olahraga ringan di tengah malam. Saga membantuku." Jawab Dita sembari tersenyum jahil.
"Ahh begitu." Jawab Senya yang sedari tadi hanya duduk di tempatnya menikmati cemilan yang disediakan.
"Sedari tadi kau hanya duduk di situ untuk makan. Mengapa tidak ikut berolahraga bersamaku?" Tanya Dita.
'Hmmm,, senior Dita sejak kenal dengan Tuan Saga semakin berubah. Dia lebih banyak berbicara dan lebih banyak mengurusi urusan orang lain.' Pikir Senya terkejut, Dita sampai mengajaknya berolahraga bersama.
"Aku rasa badanku terlalu kurus, jadi aku berpikir untuk menambah berat badanku sedikit lagi." Jawab Senya.
Dita langsung menghentikan olahraganya begitu mendengar tutur kata Senya. Ia berdiri dan memandangi tubuh Senya dari atas sampai bawah.
"Aku rasa kau sedikit gemuk. Beberapa hari ini kau terus saja makan cemilan." Ucap Dita.
"Benarkah? Aku tidak merasa seperti itu." Jawab Senya pura-pura tidak tahu tetapi dalam hatinya ia cukup senang karena berat badannya telah naik.
Dita tidak berkomentar apapun lagi, ia hanya kembali melanjutkan olahraganya.
Malam harinya kedua perempuan itu kembali berkumpul di ruang keluarga. Dita melakukan olahraga ringan yaitu yoga.
__ADS_1
Sementara senya sedari tadi duduk di atas sofa dengan santai sambil menikmati cemilan dan menonton film kesukaannya.
Tak berapa lama 2 orang pria memasuki ruang keluarga.
"Sayang, kau berolahraga terlalu keras." Ucap Saga langsung mendekati Dita dan menarik perempuan itu ke dalam pelukannya lalu duduk di sofa.
"Apa yang kau lakukan?! Olahragaku baru saja dimulai!" Ucap Dita.
Saga tidak mau mendengarkan Dita Ia hanya menoleh pada Senya untuk meminta jawaban.
"Yoganya dimulai sejak 2 jam yang lalu." Jawab Senya.
"Kita lanjutkan olahraganya di kamar." Ucap Saga membawa Dita ke gendongannya lalu mereka naik ke lantai 2.
Sementara Senya yang masih tertinggal bersama Lorano langsung meletakkan cemilannya hendak berjalan meninggalkan pria itu.
Namun langkahnya terhenti saat Lorano berkata "Kau membiarkan seniormu berolahraga sendiri, sementara kau duduk dengan manis memakan cemilan mu?" Tanyanya.
"Tentu saja berhubungan. Tunggu aku di kamarku, sepertinya aku tertarik pada tawaran Saga untuk mendapatkan service." Ucap Pria itu membuat Senya tersenyum lalu ia berbalik pergi dan berbelok ke arah kamar Lorano.
'Cih! Dia benar-benar pergi ke kamarku. Apa dia ingin menaikkan berat badannya hanya karena omonganku tempo hari?' Pikir Lorano sambil tersenyum.
Lorano masih tinggal beberapa waktu sebelum ia berjalan ke arah kamarnya. Begitu Ia membuka pintu dilihatnya seorang perempuan dengan tubuh yang sedikit gemuk sedang menunggunya.
Perempuan itu duduk di atas ranjang membelakangi nya dengan selimut menutupi setengah tubuhnya.
'Cih! Dia benar-benar menganggap serius omonganku.' Pikir Lorano sambil berjalan mendekati gadis yang sedang duduk itu.
"Begini caramu merayu?" Tanya Lorano membuat perempuan yang masih duduk berbungkus selimut sedikit terhentak sebelum menanggalkan selimutnya dan berbalik memandang Lorano.
__ADS_1
"Siapa kau?" Tanya lorano sambil mengerutkan keningnya melihat seorang perempuan yang ternyata sangat gemuk dan tak ia kenali.
"Tuan, ada apa?" Tanya gadis itu dengan suara genit sambil berjalan mendekati Lorano.
"Berhenti di situ!" Geram Lorano melihat kelakuan gadis itu.
"Ada apa Tuan? Nona Senya bilang Anda membutuhkan service jadi saya dipilih untuk memberikan servisnya pada Tuan."
"Gila! Dia mengirim gadis gemuk sepertimu? Memangnya dia pikir aku menyukai babi?" Ucap Lorano sedikit tertawa karena kelakuan Senya.
"Tidak seperti itu? Nona Senya bilang Tuan menolaknya karena dia terlalu kurus." Lagi kata perempuan itu.
"Haha! Kau keluar sekarang!" Bentak Lorano.
"Tidak perlu malu Tuan, Saya sudah terbiasa memberikan servis pada pria-pria garang. Mereka awalnya bersikap kasar tapi akhirnya luluh juga." Ucap perempuan yang sudah terbiasa melayani laki-laki itu.
"Tidak keluar?!" Tanya Saga sudah tidak membentak lagi namun memperlihatkan aura kekuasaannya yang menakuti perempuan itu. Perempuan itu langsung mengambil barang-barangnya dan keluar dari kamar Lorano.
"Haha! Para gadis memang menakutkan!" Ucap Lorano Saat melihat perempuan itu masih berani berbalik dan memberikan sebuah kedipan genit padanya.
Sementara Senya yang sudah menunggu di depan pintu kamar begitu terkejut melihat perempuan yang ia sewa sudah keluar dari sana.
"Sudah selesai?" Tanya saja dengan sangat terkejut.
"Nona berbohong pada saya! Berikan gajinya!" Ucap perempuan itu sambil mengadakan tangannya pada Senya.
"Apa dia tidak memberikanmu uang?" Tanya Senya sambil mengeryit.
"Tidak." Jawab perempuan itu sambil menggeleng.
__ADS_1
"Pria itu benar-benar! Beraninya ia menyentuh seorang gadis tanpa bertanggung jawab!" Kesal Senya lalu ia membuka pintu kamar dan segera masuk.