
Dita akhirnya mendapatkan kamar sesuai dengan seleranya "Meski dia terlihat tidak senang padaku, tapi ia masih profesional dalam bekerja. Aku akan mengawasinya lebih dulu sebelum memutuskan." Kata Dita sembari memandangi kamar yang disediakan untuknya.
Dita memandangi pemandangan di jendela menunggu sampai koper-nya dibawa masuk oleh pelayan.
Setelah pelayan itu keluar, Dita kemudian mengunci pintu dan memeriksa kamar itu dari sudut ke sudut.
Seluruh bagian kamar diperiksa termasuk kolong meja, kolong lemari ataupun tempat-tempat tersembunyi yang mungkin digunakan seseorang untuk menaruh penyadap.
Dita tersenyum puas setelah tidak menemukan apapun. Mungkin saja Topia belum bertindak atau ia sudah salah menilai Topia.
Setelah Dita selesai beres-beres akhirnya ia pergi ke restoran hotel untuk makan malam.
Ia memesan makanan dan duduk di pojok restoran.
Setelah menunggu beberapa saat, makanan pesanannya datang juga.
"Nona," ucap Topia yang tiba-tiba datang juga.
"Duduklah. Aku memesan lebih." Ucap Dita sambil tersenyum.
"Biar saya memeriksa makanan Nona." Ucap Topia mengambil sendok.
"Silahkan." Ucap Dita memberi waktu pada Topia. "Oh, apa kamu melakukan ini setiap kali Saga juga ingin makan?" Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Saya tidak melakukannya, ada pelayan yang ditugaskan untuknya. Tapi karena sekarang saya yang ditugaskan melindungi Nona, maka saya harus melakukannya dengan sempurna " jawab Topia sembari tersenyum lalu ia mulai mencicipi satu per satu makanan di meja.
Setelah selesai, Topia mempersilahkan Dita untuk makan.
"Duduklah juga dan makan bersamaku." Ucap Dita diikuti Topia.
Mereka berdua duduk bersama, Topia menuangkan air untuk Dita. 'Gadis ini, mungkin aku telah salah menilainya.' pikir Dita kembali.
Tak berapa lama, seorang pelayan datang menghampiri mereka "Nona," ucap pelayan itu pada Topia.
"Ada apa?" Tanya Topia merasa heran makan malam mereka di ganggu oleh seorang pelayan.
"Tolong ikut saya sebentar."
Topia langsung melihat ke arah Dita, "Pergilah," kata Dita mengijinkan Topia.
Ia langsung berbalik dan melihat Dita hendak menyuap makanan di depannya.
"Nona jangan!" Ucapnya berlari ke arah Dita dan melempar sendok di tangan Dita.
Dita langsung berdiri dengan kaget "Ada apa?"
Sayangnya, Topia tak sempat menjawab, karena ia sudah jatuh ke lantai dengan wajah kebiruan.
__ADS_1
"Sial!" Umpat Dita segera berjongkok memeriksa Topia.
"Panggil ambulans!" Teriak Dita pada pelayan yang bertugas.
Tak berapa lama, Ambulans segera tiba. Mereka pergi ke rumah sakit, perut Topia langsung di pompa, semua makanan yang sudah ia telan di buang.
Dita menunggu di luar saat Saga menelponnya "Sayang, bagaimana perjalananmu?" Tanya pria itu dari seberang telpon.
"Aku di rumah sakit, seseorang mencoba meracuniku." Ucap Dita pada Saga.
"Apa?!" Terdengar suara kemarahan dari seberang telpon.
"Ya, tapi Topia yang terkena racunnya. Ia memeriksa makananku sebelum ku makan, jadi dia teracuni." Kata Dita merasa bersalah sudah menuduh Topia sembarangan.
"Tunggu di situ, aku segera berangkat ke sana." Kata Saga lalu segera menyiapkan jet pribadinya.
Setelah 30 menit, Saga segera tiba di rumah sakit. "Sayang," katanya langsung memeluk Dita.
Semua pengawal Dita langsung merasa heran dengan kedua orang di depannya.
Ya, setelah kejadian itu, Dita langsung menelpon kepala pengawal agar menjaga sekitar rumah sakit.
Jadi saat ini, banyak pengawal Dita yang menyaksikan senior mereka di peluk seorang Saga.
__ADS_1
"Aku sudah menyuruh seseorang menyelidiki masalah ini, kau tidak perlu kuwatir." Ucap Saga masih setia memeluk Dita.
"Terima kasih." Kata Dita menyandarkan kepalanya di dada Saga.